BELAJAR MENGOBSERVASI

Malam ini, Aan tiba-tiba bilang
šŸ‘¦:"atit, atit" (sakit, sakit)
šŸ‘©: "sakit kenapa dek?"
šŸ‘¦: "wawah, wawah" (jatuh, jatuh)
šŸ‘©: "wawah ten pundi?"
(Jatuh dimana?)
šŸ‘¦: "ning kono"
(Di sana)
šŸ‘©: "nangis mboten?"
(Nangis tidak?)
šŸ‘¦: "nangis"
šŸ‘©: "nangise pripun?"
(Nangisnya gimana?)
šŸ‘¦: huhuhu

 untuk menginterogasi anak tidak perlu dengan nada tinggi apalagi dengan emosi.
Anak hanya butuh kelembutan dam kesabaran dari seorang ibu. 

Mengobservasi kejadian yang dialami anak perlu dengan intonasi ramah, tidak dengan emosi, penuh empati. Berharap kelak si anak akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan tidak merasa terintimidasi tiap diobservasi orangtuanya. Karena apa yang dilakukan di hari ini, itulah yang akan dituai di hari esok. Sama seperti apa yang kita lakukan kepada anak hari ini akan membawa kepribadiannya di hari dewasanya kelak.

Dan orangtuanya ini harus lebih banyak belajar lagi tentang mengobservasi šŸ˜‚

#day10
#level1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Comments

Popular posts from this blog

Review: Masker Beras Series Byvazo

5 Area dalam Metode Montessori

Spot Foto Ciamik di Wana Wisata Sreni