Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan

Apakah Introvert Butuh Liburan?



Sudah 8 bulan kita menghadapi masa pandemi covid-19 seperti ini. Hal ini tentunya membuat kita merasa bosan, apalagi jika hanya di rumah dan rutinitas harian hanya itu-itu saja?

Tapi, apakah seorang Introvert merasakan hal yang sama. Bagaimana caranya untuk mengatasi kebosanan di rumah?

Saya sendiri sebagai seorang Introvert cukup diuntungkan dengan situasi seperti ini. Ditambah lagi karena ada bayi menjadi pelengkap ke-mager-an saya untuk tetap berada di rumah.

Mungkin bagi orang yang ekstrovert hal ini bukanlah pilihan aktivitas yang tepat. ekstrovert akan memilih melakukan apapun untuk sekadar mencari angin segar di luar. Tentunya harus sesuai dengan protokol kesehatan ya?

Meski begitu, ada beberapa hal yang tetap bisa dilakukan seorang introvert untuk berlibur versi dirinya sendiri. Tentunya hal ini akan membuat pikirannya lebih rileks, meski versi liburan introvert ini hanya di rumah saja.

1. Mager seharian

Versi liburan bagi para introvert mungkin lebih banyak suka mager seharian. Biasanya kamar tidur menjadi spot favorit untuk bisa mager selama seharian.

Jika ingin tidur, bisa tiduran tanpa ada yang mengganggu. Beberapa juga akan menonaktifkan ponselnya agar liburan versi dirinya bisa lebih terpuaskan.

2. Nonton atau baca?

Melakukan aktivitas yang disukai lebih menarik untuk introvert daripada hanya sekadar pergi ke luar rumah. Apalagi untuk liburan kini bisa dilakukan di dalam rumah.

Perkembangan teknologi mendukung akan hal ini. Dengan adanya jalan-jalan virtual ataupun menonton dokumentasi perjalanan wisata di YouTube bisa menjadi hiburan tersendiri bagi para introvert.

3. Tidak melakukan pekerjaan rumah apapun

Melakukan aktivitas bebas selama seharian bisa menjadi pengobat hati bagi para introvert. Tipe ini memang lebih banyak berorientasi pada aktivitas yang bisa dikerjakan di rumah. Hanya saja, terkadang aktivitas tersebut membuat ia merasa bosan dan ingin rehat sebentar dari aktivitasnya tersebut.

4. Pengen makan, order online saja

Jika kebanyakan orang akan wisata kuliner, introvert mungkin akan suka jika aktivitas kuliner lebih dilakukan di tempat yang tidak terlalu ramai. Untuk bisa menikmati kuliner pun sekarang tetap bisa dilakukan di rumah dengan melakukan pemesanan melalui jasa online.

5. Tetap bisa shopping

Perkembangan teknologi akan sangat memudahkan bagi para introvert. Meskipun hanya di rumah, seorang introvert tetap bisa berbelanja dengan melalui e-commerce ataupun marketplace. Selain itu, untuk mengunjungi pameran sekarang pun bisa dilakukan melalui marketplace untuk berbelanja hal yang disukai.

Meskipun tidak semua introvert lebih menyukai liburan di rumah, tetapi kepribadian introvert yang cenderung lebih besar dibandingkan kepribadian ekstrovertnya cenderung lebih suka menarik diri dari lingkungannya. Dirinya lebih menyukai berada di tempat tenang ataupun di tempat yang tidak terlalu ramai.

Beberapa versi liburan introvert memang tidak bisa disamakan. Beberapa cenderung lebih menyukai wisata alam dan menantang daripada harus di rumah. Tetapi, tetap diingat bahwa persiapan berlibur tetap harus direncanakan agar liburan menjadi lebih menyenangkan.

Ngeblog, Cara Asyik Menyalurkan Passion



Menulis merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. Dengan tulisan, maka kita menggoreskan sejarah dalam hidup.

Media untuk menulis pun sekarang sudah banyak macamnya. Kita bisa menggunakan buku harian ataupun kini lebih banyak orang yang menuangkan tulisannya ke berbagai media sosial, termasuk blog.

Saya pun mulai menulis baru sekitar 3 tahun ini. Bermula dari ketidaksengajaan dan kemudian belajar otodidak.

Lemah di bidang bahasa

Awalnya saya tidak pede dengan tulisan yang dibuat. Kadang saya hanya keep tulisan tersebut dan enggan memublikasikan. Ada perasaan takut tulisan tak bagus ataupun tidak memiliki kesan bagi orang lain.

Apalagi, saya termasuk orang yang lemah di bidang bahasa. Sejak SD, saya merasa pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pelajaran paling sulit dan membingungkan. Entah mengapa saya sulit mengerti.

Beranjak ke bangku SMA, dimana ada tes potensi akademik untuk persiapan penjurusan di kelas dua. Saat itu, nilai minat dan bakat bidang bahasa saya lebih rendah dibanding dengan nilai minat IPA dan IPS. Kondisi ini cukup membuat saya down, apalagi di salah satu aspek bahasa saya lemah dibandingkan dengan teman-teman sekelas.

Tak hanya pelajaran Bahasa Indonesia, dalam pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Perancis pun saya cukup lemah. Meski begitu, dulu saya ambil tantangan juga untuk melakukan conversation dengan orang Perancis. Hehe

Lebih suka bikin karya ilmiah

Memasuki masa perkuliahan, saya mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Bermula dari coba-coba mendaftar program tersebut, hingga kemudian lolos pendanaan beberapa PKM setiap tahunnya.

Kecenderungan untuk menulis bidang non-fiksi, kemudian saya coba membuat esai sederhana. Termasuk dalam pembuatan artikel puasa sebagai salah satu artikel yang dibuat dari salah satu mata kuliah.

Hanya saja, saya sulit untuk mengasah tema yang akan dibuat. Jadi, untuk menulis pun hanya saat ada ide yang ingin ditulis dan kemudian dipublikasikan di catatan Facebook.

Saya cukup bersyukur saat kuliah sudah dikenalkan dengan blog oleh salah satu dosen. Jadi, dulunya tugas dikerjakan melalui blog untuk meminimalisir penggunaan kertas. Saya cukup senang, karena juga bisa menghemat biaya untuk print tugas.

Tak hanya dikenalkan cara memublikasi tulisan saja. Kami dulu pun dikenalkan beragam fitur blog. Meski kemudian harus belajar sendiri fitur blog hingga mengutak-atik template blog.

Vakum menulis

Masa vakum menulis saya cukup lama. Hampir sekitar 5 tahun, saya tidak lagi menulis dan itu cukup melemahkan ide tulisan juga. Hingga kemudian di tahun 2017, saya kembali menulis di Facebook dan cukup banyak diminati dan dibagikan.

Hingga kemudian, ada sesuatu hal yang membuat saya berhenti menulis dan enggan untuk menulis.

Beralih ke blog

Blog kemudian menjadi media saya untuk menulis apa yang saya pikirkan dan ingin berbagi dengan orang lain mengenai segala hal aktivitas sehari-hari. Blog menjadi media yang cukup privasi bagi saya. Yang penting saya bisa menulis tanpa harus ada orang lain yang membacanya.

Untuk menulis saya sendiri belajar otodidak. Prinsip saya, semakin terus diasah kemampuan menulis, maka akan semakin tajam. Dan hingga sekarang blog masih menjadi media menulis saya untuk berbagi.

Banyak pelatihan gratis

Untuk menjadi seorang yang ahli atau profesional, belajar sendiri ternyata tidak cukup. Kemudian saya pun mencari pelatihan gratis yang memberi saya ilmu di bidang menulis. Karena terkait budget juga, maka saya mencari yang gratis. Hehe

Beberapa pelatihan gratis, ternyata bisa didapatkan. Apalagi di masa pandemi seperti ini, saya pun bisa memanfaatkannya untuk belajar ilmu menulis dan mengikuti beberapa seminar gratis yang bisa dijadikan konten dalam blog ini.

Apapun keinginan kita untuk menjadi ahli di bidangnya, tak hanya belajar otodidak saja, tapi juga perlu mencari sumber lain untuk belajar.

Milenial Harus Melek Politik


Menjelang tahun pilkada, suasana politik di Indonesia mulai memanas. Apalagi sekarang ini masih di masa pandemi covid-19. Segala kegiatan yang berkaitan dengan saling kumpul tidak dianjurkan. Apalagi sekarang ini jumlah kasus baru setiap harinya terus bertambah di Indonesia.

Meskipun ada pembatasan sosial dan pembatasan untuk berkampanye, sebagai warga negara Indonesia yang baik tentunya menjunjung tinggi nilai Pancasila dong. Salah satunya adalah berpartisipasi aktif dalam pemilu sebagai rangka mewujudkan musyawarah yang mufakat.

Lalu, apakah pemilu hanya diperuntukkan bagi generasi tua saja?

Beberapa tahun yang lalu, puncak demokrasi Indonesia lebih banyak diisi oleh generasi tua dengan kisaran usia di atas 40 tahun. Usia tersebut dianggap usia matang dan layak untuk mencalonkan diri ke kursi pemerintahan.

Bagaimana dengan generasi milenial?

Generasi milenial juga memiliki andil dalam politik pemerintahan Indonesia. Tak hanya untuk memilih pandangan politiknya saja. Para milenial juga bisa memilih terjun langsung ke dunia politik pemerintahan.

Lihat saja, kini sudah banyak milenial yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Bahkan, beberapa di antaranya juga memilih untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Presiden pun memberikan tempat bagi para milenial untuk menjadi staf khusus presiden sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Meskipun kita tidak memiliki ketertarikan untuk bergabung di dunia politik, tentunya tidak serta merta kita harus buta akan politik.

Nah, mengapa para milenial harus melek politik?

Indonesia sendiri merupakan negara demokratis yang menjunjung musyawarah secara mufakat. Nah, salah satunya adalah dengan penyelenggaraan pemilu.

Untuk mahasiswa sendiri, melek politik sangat diperlukan. Terlebih mahasiswa merupakan salah satu garda terdepan dalam menyalurkan aspirasi rakyat. 

Masih ingat bukan, jika terdapat kebijakan yang tidak pro rakyat, maka tak segan mahasiswa akan melakukan aksi?

Lalu, jika sudah bukan mahasiswa, generasi milenial yang lain harus bagaimana? 

Beragam diskusi politik banyak diselenggarakan untuk menambah informasi dan saling bertukar pikiran antar anggota diskusi. Kita sendiri bisa memanfaatkan hal tersebut untuk memperoleh pengetahuan mengenai politik Indonesia.

Selain itu, kita juga bisa melakukan kampanye mengenai pentingnya melek politik di media sosial yang kita miliki.

Dengan adanya informasi inilah masyarakat bisa tahu dan sadar pentingnya kesadaran politik dalam hidup bernegara.

Bagaimana dengan perempuan? Apakah sama harus melek politik?

Dari MDG's 2015, salah satu poinnya adalah keterlibatan perempuan dalam politik. Sebagaimana kita tahu, dulunya kursi legislatif hanya bisa diduduki oleh lain adam saja. Tetapi, kini perempuan sudah mendapatkan jatah kursi sendiri. Sehingga jangan takut ya, jika ingin berkecimpung di dunia politik.

Perluasan MDG's, yaitu SDGs pun menambahkan poin kesetaraan gender. Dimana perempuan juga memiliki hak yang sama dengan pria untuk menduduki kursi legislatif.

Keterlibatan perempuan dalam politik tentunya diperlukan untuk membangun suatu negara. Perempuan yang melek politik dan ikut serta dalam proses kebijakan pemerintah.

Untuk itulah penting bagi para perempuan untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Memang sebelumnya, stereotip perempuan dianggap negatif jika berkaitan dengan dunia politik. Tetapi jangan salah sangka, karena kini banyak pakar politik yang seorang perempuan. Bahkan kini, mahasiswi yang masuk jurusan politik juga cukup banyak.

Jadi, jangan ragu ya untuk para milenial agar melek politik.

Ada Apa Dibalik Korupsi?




Setiap harinya seringkali kita melihat pemberitaan mengenai kasus KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) di berbagai acara berita nasional maupun surat kabar. Miris memang. 

Dilansir dari website CNN awal tahun ini, Indonesia menduduki peringkat 85 dari 160 negara dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) sebesar 40. Sedangkan untuk level negara-negara ASEAN, setelah Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Penafsiran skor IPK ini ditentukan bahwa semakin tinggi skornya, maka semakin bersih negaranya dari korupsi.

Lalu, mengapa korupsi ini bisa terjadi? Apakah sudah menjadi budaya di Indonesia ataukah memang sistem yang mengharuskan seperti itu?

Kita lihat saja saat ada pemilihan umum, baik pilkada maupun pilpres. Money politic masih menjadi tren dan masih ditunggu masyarakat untuk bisa meraup cuan dari para calonnya. Pun begitu juga untuk menjadi perangkat desa. Bahkan ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk membayar sejumlah uang (sekitar ratusan juta) untuk bisa menjabat menjadi perangkat tersebut. Hal ini tidak hanya terjadi pada dunia pemerintahan saja, bahkan di dalam dunia pendidikan pun memiliki sistem seperti yang demikian.

Mau tidak mau, karena sudah terlanjur memberikan modal yang besar, maka hasilnya pun harusnya lebih besar dari modalnya. Selain itu, kadang adanya sistem bagi-bagi uang setelah uang turun juga menjadi kebiasaan.

Apakah korupsi adalah sebuah sistem?

Beberapa orang berpendapat bahwa korupsi terjadi karena sistem yang mengharuskan demikian. Misalnya, ketika bantuan turun harus ada pembagian bagian tertentu kepada para petinggi. Hal inilah yang membuat berkurangnya dana yang turun ke sasaran.

Adanya sistem yang demikian terkadang justru yang dinantikan. Meski dianggap sebagai gaji tambahan, ada kalanya menjadi hal yang perlu dievaluasi.

Apakah korupsi adalah budaya?

Sikap orang Indonesia yang sering merasa tidak enak, terkadang justru menjadi sebuah bumerang. Apalagi jika berkaitan dengan meminta bantuan orang lain. Secara tidak langsung akan memberi sesuatu ataupun buah tangan kepada yang memberi.

Gratifikasi, istilahnya. Aktivitas yang termasuk pada jenis korupsi ini memang lebih banyak dilakukan. Bukan karena ingin menyogok, tapi lebih karena ungkapan tidak enak hati atau rasa ingin terima kasih.

Saya teringat saat akan lulus kuliah. Biasanya kakak tingkat akan memberi beberapa bingkisan kepada dosen. Saya sudah diingatkan dari tim skripsi untuk tidak perlu memberikan bingkisan pada dosen. Sebagai anak kos, tentunya saya bersorak gembira karena tak perlu menyisihkan uang lagi.

Bagaimana cara mencegah korupsi?

Pada dasarnya untuk mencegah tindak korupsi harus dilakukan mulai dari diri sendiri. Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak anak masih berusia dini. Salah satunya adalah dengan mengajarkan kejujuran pada anak, seperti sikap yang ditujukan oleh Buya Hamka.

Mengajarkan kejujuran bisa dilakukan dengan berbagai cara. Paling efektifnya adalah dengan cara memberikan teladan kepada anak. Sebaiknya, orangtua tidak berbicara bohong pada anak. Jika terdapat hal yang tidak menjadi ekspektasi anak, sebaiknya orangtua berbicara jujur pada anak.

Selain itu, membacakan buku kisah teladan juga bisa membantu anak lebih berkarakter. Kita bisa membacakan kisah Rasul dan shahabat ataupun dengan membacakan dongeng untuk diambil ibrahnya.

Pada dasarnya, korupsi bisa dicegah. Tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Sumber:
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200123164232-12-468074/tii-skor-indeks-persepsi-korupsi-indonesia-naik-jadi-40
https://www.kpk.go.id/id/berita/berita-kpk/1462-indeks-persepsi-korupsi-indonesia-membaik

Artikel ini diikutsertakan minggu tema komunitas Indonesia Content Creator.

Resep Masakan Rina resep.com, Ide Masak Praktis Saat Pandemi Covid-19



Adakah yang bingung mau masak apa hari ini? Jika ada, sama nih kayak saya yang pengen makan enak tapi tak bisa keluar rumah karena pandemi covid-19.  Setelah scroll ide masak praktis, akhirnya ada solusi mudah menemukan resep masakan rumahan yang mudah dan murah. Resep masakan Rinaresep.com menjadi andalan saya untuk mencari ide masak saat pandemi covid-19.

Ngomong-ngomong tentang memasak, saya bukanlah tipe orang yang betah berada di dapur. Apalagi ada bayi yang perlu banyak waktu untuk ditemani. Agar masak jadi efisien, biasanya saya memperkirakan terlebih dahulu waktu memasak.

Nah, terkadang pun kalau bayi sedang tak ingin ditinggal. Mau tidak mau harus masak sekilat mungkin. Apalagi saat pandemi covid-19 seperti ini, banyak warung makan yang tutup, karena daerah saya termasuk ke dalam zona merah covid-19.

Buntu ide memasak, pastinya sering. Terlebih bahan masakan yang tersedia hanya mengandalkan tukang sayur yang lewat saja. Kadang harus pandai-pandai ngatur menu masakan biar yang lain tak bosan.

Tapi, kadang tetep saja ide masak pun ambyar dan seringkali memilih tidak memasak. Alhasil, suami lah yang harus pergi keluar buat beli makan. Nah, risiko beli makan di luar adalah tak ada stok lauk jika sewaktu-waktu perut mulai lapar karena menyusui. Huft, inilah yang membuat saya mau tak mau harus bikin camilan di rumah.

Nah, untungnya sekarang zaman sudah berkembang. Untuk mencari ilmu apapun bisa dilakukan sambil rebahan saja. 

Bagi saya yang kesulitan mencari ide masak pun kini bisa dengan mudah mendapatkan resep masakan rumah enak dengan mengakses resep masakan Rinaresep.com.

Rinaresep.com


Rinaresep.com merupakan website yang berisi kumpulan resep memasak dengan beragam fitur yang memudahkan pengunjung website. Di website ini memungkinkan kita untuk mendapatkan ataupun berbagi resep secara gratis. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bukan, terutama saat bingung hari ini mau masak menu apa.



Didirikan pada bulan April 2020, Rinaresep.com memiliki tujuan untuk memudahkan pengguna mengakses resep unik dan berbeda dengan resep yang lain. Dikembangkan oleh 4 orang yang memiliki kecintaan di bidang kuliner, Rinaresep.com hadir dengan beragam resep  makanan dengan cara masak yang sangat mudah.



Nah, yang paling saya suka adalah fitur Rinaresep.com yang sangat beragam. Berikut ini beberapa fitur yang bisa kita akses di website Rinaresep.com

  • Akses Menulis Resep


Kita tak hanya bisa membaca resep yang ada di website saja, di website ini juga memungkinkan bagi kita untuk menulis resep yang pernah kita buat. Hal ini tentunya akan mempermudah pembaca untuk mempraktikkan, karena resep masakan Rinaresep.com sudah teruji dan anti gagal.

  • Kategori Resep Beragam


Bagi yang ingin mencari resep masakan, di website ini sudah tersedia banyak resep dan dikategorikan berdasarkan jenis makanannya.  Hal ini tentunya akan memudahkan pengguna website ini untuk menemukan jenis resep yang dibutuhkan. Nah, di website ini ada 4 kategori masakan yang bisa dipilih:

a. Resep Makanan
b. Resep Minuman
c. Resep Kue
d. Sup - Berkuah

  • Toko Online


Nah, buat yang lagi mager, ada fitur 'Shop' yang bisa diakses di website ini. Untuk produknya sendiri sekarang ini baru ada Sambal Bu Rudi yang sudah melegenda di Surabaya.

  • Forum


Buat yang ingin berdiskusi dengan member lain di Rinaresep.com, website ini menyediakan fitur 'Forum'. Fitur ini memungkinkan anggotanya untuk bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari member lain. Kemudahan lainnya adalah adanya thread yang bisa dibuat oleh penanya yang akan memudahkan member lain untuk mengakses.

Keunggulan Rinaresep.com


Buat yang suka mencari resep makanan, tentunya Rina resep.com akan mempermudah kita mendapatkan resep paling praktik dan mudah dipraktikkan. Tak hanya resep untuk makan besar saja, di website ini kita juga bisa mendapatkan resep lain, seperti resep minuman dan resep kue.

Menariknya, beragam fitur yang sudah tersedia di website ini memiliki keunggulan yang akan memudahkan kita dalam mencari resep masakan Rinaresep.com.

  • Daftar Anggota Gratis


Keuntungan awal yang akan kita dapatkan secara lebih dari website ini adalah kita bisa mendaftar sebagai anggota Rina resep dengan gratis. Hal ini akan mempermudah kita mengakses semua fitur di website ini. Selain itu, dengan mendaftar menjadi anggota website ini juga memungkinkan kita untuk menulis resep andalan kita untuk bisa dicoba oleh orang lain.

  • Informasi Resep Lengkap


Nah, bagi yang sedang diet tentunya ingin tahu nutrisi yang dikandung oleh makanan yang sedang dimakan bukan? Nah, di Rinaresep.com ini kita akan mendapatkan informasi mengenai kandungan gizi dan kalori dalam setiap porsi yang disajikan.

Menariknya, di website ini sudah tersedia ukuran porsi yang ingin dimasak. Sehingga ketika kita ingin memasak dengan porsi yang lebih banyak, secara otomatis takaran bahan yang digunakan juga akan langsung menyesuaikan.

Salah satu informasi resep yang sangat membantu dalam mengolah masakan adalah adanya fitur waktu memasak. Fitur ini akan memudahkan pengguna yang ingin memaksimalkan waktunya di dapur.

  • Fitur Rating dan Ulasan yang Membantu Pemula


Bagi para pemula tentunya ingin memasak dengan resep yang mudah bukan? Nah, dengan mencari resep masakan akan membantu untuk mendapatkan resep dengan rating tertinggi dan ulasan terbaik dari para anggotanya.

  • Adanya Fitur Pencarian Resep


Bagi yang ingin mencari resep di Rinaresep.com tanpa harus repot scrolling semua resep masakan, fitur pencarian akan membantu untuk menemukan resep yang diinginkan. Kemudahan ini tentunya akan mempersingkat waktu pencarian resep dan memudahkan kita untuk langsung mengeksekusi resep tersebut.

Mudah dan menarik dicoba bukan resep masakan Rinaresep.com? Nah, buat yang sedang belajar masak ataupun bingung mencari ide masak saat pandemi covid-19, yuk dicoba beragam resep masakan di website Rinaresep.com.









Ramadhan, Bulan Berkah

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain karena di bulan ini ada ibadah puasa, bulan Ramadhan merupakan bulan ampunan untuk seluruh muslim yang melaksanakan ibadah puasa 



Meski di bulan Ramadhan kali ini berbeda dengan bulan Ramadhan tahun sebelumnya, kita harus tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa. Terlebih karena ibadah di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan dibandingkan jika beribadah di luar bulan Ramadhan.

Adanya pandemi covid-19 bukan menjadi alasan ibadah menjadi menurun. Justru dengan adanya wabah ini kita harus bermuhasabah dan terus memperbaiki diri menuju hari yang suci.

Memang tidaklah mudah dalam menjalani ibadah puasa di masa pandemi seperti ini. Tapi inilah yang akan membuat kita makin bersyukur atas rezeki yang sudah diterima 

Agar ibadah menjadi meningkat dan tidak futur, kita bisa berkomunikasi online atau mengikuti kajian online yang bisa mencharge semangat energi rohani kita. Dengan adanya kajian yang sudah diikuti akan membuat diri menjadi lebih semangat dan tidak kendor beribadah selama Ramadhan.

Meski ulama sudah menyarankan untuk beribadah di rumah, kita bisa memaksimalkannya Dnegan keluarga. Bukankah pahalanya juga tidak jauh berbeda bukan?

Atasi Kebosanan Saat Diam di Rumah

Adanya pandemi covid-19 ini membuat kita harus banyak liburan di dalam rumah. Meski ada di dalam rumah, terkadang kita akan merasakan kebosanan dengan rutinitas sehari-hari. Agar tidak cepat bosan saat berada di rumah, berikut cara mengatasi kebosanan saat diam di rumah.




Produktif


Agar tidak cepat bosan di rumah, lakuka kegiatan produktif yang sesuai dengan minat bakat kita. Selain akan membuat hati senang, kegiatan yang produktif juga dapat menambah penghasilan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi covid-19.

Kita bisa melakukan hal yang berhubungan dengan hobi atau pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan uang. Lumayan banget kan buat lebaran?

Lakukan dengan Senang Hati


Melakukan aktivitas dengan senang hati akan membuat imunitas meningkat. Jadi, meski di rumah harus tetap selalu sehat agar selama puasa tidak ada halangan apapun.

Jangan Terpaksa 


Jika melakukan aktivitas dengan senang, otomatis ada rasa ikhlas. Hal ini akan membuat hasilnya jauh lebih maksimal dibanding jika terpaksa dalam mengerjakannya.

Buat Jadwal


Agar aktivitas dapat berjalan lancar, buatlah jadwal berdasarkan skala prioritas. Tetapkan aktivitas yang penting dan mendesak. Selain untuk mempermudah dalam menjalaninya. Dengan adanya jadwal juga melatih untuk disiplin dan mencegah stres karena over aktivitas.

Lakukan Bersama Keluarga Lain


Meski di rumah saja, melakukan aktivitas keluarga akan mempererat bonding antar anggota keluarga. Jadi, sempatkan untuk beraktivitas bersama ya?

Kelola Uang Saat Diam di Rumah



Saat adanya pembatasan sosial seperti ini tentunya akan sangat berdampak pada kondisi ekonomi sendiri. Jika diam di rumah masih bisa menghasilkan uang, ternyata di luar sana banyak yang tidak bisa mendapatkan uang saat pandemi covid-19 ini.

Tentunya agar kondisi ekonomi kita tidak goyah, harus ada cara yang perlu kamu lakukan untuk menjaga kestabilan keuangan rumah tangga. Nah, untuk menjaga, ada beberapa tips nih yang bisa dilakukan.

Sedekah


Meski kondisi ekonomi cukup sulit untuk saat ini. Jika memiliki rezeki ada baiknya untuk dibagi kepada orang lain. Selain bisa memberikan donasi berupa uang, jika punya keahlian menjahit bisa memberi bantuan masker jahitan sendiri 

Tetapi jika hanya bisa mengkampanyekan melalui media sosial, bisa dilakukan hal tersebut. Tetapi, jika tidak bisa melakukan apapun, diam di rumah bisa menjadi pilihan sedekah yang tepat.

Beli Bahan Pokok Saja 


Menjelang lebaran tentunya kebutuhan hidup menjadi lebih meningkat. Agar kondisi ekonomi keluarga menjadi stabil, ada baiknya untuk mengesampingkan kebutuhan lain. Membeli kebutuhan pokok jauh lebih penting dibandingkan dengan membeli kebutuhan yang lain.

Jangan Kalap


Ada kalanya ketika promo diskon sedang banyak, beragam barang langsung diambil tanpa memperdulikan mau dimakan kapan makanan tersebut. Daripada mubazir, ada baiknya untuk membeli barang secukupnya.

Maksimalkan Ibadah Saat di Rumah Aja



Adanya himbauan dari pemerintah dan MUi untuk beribadah di rumah saja, jangan dijadikan alasan untuk menurunkan kuantitas ibadah saat Ramadhan ini. Justru, dengan adanya himbauan ini malah menjadikan kita lebih giat untuk beribadah karena juga bisa memotivasi anggota keluarga yang lain.

Agar ibadah menjadi lancar, ada beberapa tips yang bisa dipraktikkan saat Ramadhan di rumah saja seperti ini.

1. Tetapkan Target


Agar ibadah menjadi lebih maksimal, target saat Ramadhan harus dibuat bersama-sama anggota keluarga yang lain. Hal ini untuk memotivasi keluarga yang lain agar lebih giat beribadah. Selain itu, juga untuk pengingat jika tiba-tiba kita merasa lemah saat sedang beribadah.

2. Hias Rumah


Menghias rumah dengan pernak-pernik Ramadhan akan membuat suasana rumah menjadi lebih bersemangat untuk menjalani Ramadhan. Selain itu, projek ini juga bisa menjadi projek keluarga, dimana akan ada kerjasama yang baik untuk para anggota keluarga.

3. Ajak Anggota Keluarga Lain


Agar lebih bersemangat dalam beribadah, ada baiknya untuk mengajak beribadah anggota keluarga yang lain. Bisa tilawah bersama hingga tarawih bersama di rumah.

Jaga Kewarasan Saat Diam di Rumah



Adanya peraturan pemerintah yang membuat sekolah libur cukup lama tentunya menjadi momok sendiri bagi orang tua. Selain harus mengatur ulang jadwal untuk mengajar anak sendiri di rumah, pekerjaan rumah pun tak tertinggal untuk dikerjakan.

Agar kewarasan di rumah tetap terjaga, ada nih tips yang bisa diterapkan.

1. Patuhi Jadwal


Agar aktivitasmu lebih terjaga, tetapkan jadwal terlebih dahulu. Buat bagan aktivitas sesuai dengan skala prioritas untuk mempermudah dalam penentuan jadwal.

Agar jadwal yang dibuat bisa dipenuhi, jangan terlalu memaksakan diri untuk beraktivitas penuh. Sempatkan untuk menulis waktu beristirahat ataupun melakukan aktivitas hobi.

2. Sekali-Kali Me Time


Agar kewarasan tetap terjaga. Setidaknya lakukan me time minimal seminggu sekali. Hal ini untuk mengurangi kepenatan saat menjalani WFH.

Meskipun hanya sebentar, me time dapat merefresh otak, sehingga tak perlu keluar agar tidak terjangkiti covid-19.

3. Ajak Anak Bermain


Meskipun sebagian besar mengartikan bahwa sekolah harus belajar dan duduk tenang. Kini, karena adanya aturan yang mengharuskan diam di rumah tidak lantas menyamakan belajar di rumah seperti belajar di sekolah pada umumnya. Agar anak dan orang tua tidak bosan, bisa sekali-kali untuk mengajak anak bermain.


Diam di Rumah Bikin Mager, Coba Aktivitas Berikut



Sudah hampir 2 bulan diberlakukan pembatasan sosial yang berakibat diliburkannya sekolah dan bekerja harus dari rumah. Bagi yang suka berada di luar rumah, tentu saja hal ini akan membuat jenuh saat berada di rumah.

Meski anjuran dari pemerintah itu baik , kita masih bisa melakukan beberapa hal yang bermanfaat dari dalam rumah. Misalnya bekerja ataupun belajar secara online.

Tetapi, jika aktivitas yang dijalani tidak sepadat biasanya dan masih banyak waktu luang. Maka, ada beberapa aktivitas agar tidak bosan di rumah.

Beribadah


Hal pertama yang perlu ditingkatkan saat berada di rumah adalah ibadah. Karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang kaya pahala. Memperbanyak ibadah, apalagi sekarang dianjurkan untuk beribadah di rumah tidak akan mengurangi khusyuknya ibadah di masjid atau musholla .

Mengembangkan Hobi


Jika saat hari biasa, hobi tidak dapat dikembangkan, saat seperti ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan hobi. Apalagi jika hobi yang dikembangkan bisa menghasilkan uang, sungguh nikmat bukan?

Ikut Kelas Online


Agar semakin produktif, mengikuti beberapa kelas online bisa menjadi alternatif kegiatan yang dilakukan dari dalam rumah saja. Sekarang banyak lembaga yang membuat kelas online, bahkan beberapa bisa diakses secara gratis.

Beraktivitas dengan Keluarga


Agar semakin dekat dengan keluarga, manfaatkan untuk melakukan aktivitas bersama-sama keluarga. Selain dapat mempererat bonding, juga dapat menjadi pengisi waktu Ramadhan.

Kalau kamu, ada tipsnya lagi gak?

Pandemi Covid-19 Saat Ramadhan



Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu oleh umat Islam se-dunia. Tak hanya karena kenikmatan saat bulan Ramadhan tidak bisa disamakan dengan buka -bulan lainnya.

Tak hanya bisa berlama-lama bermunajat denganNya, bulan Ramadhan juga sarana menjadi lebih baik dan berbuat baik kepada sesama.

Tetapi ternyata Ramadhan ini harus diselimuti dengan virus yang sudah mendunia. Ya, itulah covid-19 yang merupakan penyakit yang penularannya sudah mendunia.

Jika pada Ramadhan sebelumnya tarawih, buka bersama, dan kajian menjadi agenda rutin yang sangat dinanti. Kini aktivitas tersebut agak susah untuk dinikmati.

Adanya himbauan untuk tetap diam di rumah menjadi salah satu pencegahan yang dianggap efektif untuk menanggulangi pandemi ini. Memang tidak semuanya patuh, tetapi setidaknya diri ini sudah berusaha untuk menahan diri agar tidak keluar rumah

Lantas, bagaimana dengan beribadah di rumah ? Apakah esensi dari Ramadhan tetap terjaga?

Sebisa mungkin ibadah dilakukan di rumah. Perbanyak dzikir ataupun tilawah di rumah. Sinari rumah dengan tilawah Al-Quran yang akan membuat keluarga menjadi tenang.

Tambah Penghasilan Saat Pandemi Covid-19



Meski perekonomian saat pandemi covid-19 mulai goyah, kita tetap harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Terlebih saat Ramadhan dan menjelang lebaran ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

Untuk menambah penghasilan sehari-hari, ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan hanya di rumah saja. Yuk intip pekerjaan tambahan saat pandemi covid-19.

  1. Jual Pulsa


Meski harus diam di rumah, komunikasi harus tetep jalan dong ya. Nah, untuk mengakomodir kebutuhan komunikasi pastinya butuh pulsa dan paket data. Kita bisa nih memanfaatkan kondisi ini untuk menambah penghasilan dari hasil jual pulsa.

2. Jual Online


Menjelang lebaran pastinya baju lebaran banyak diburu masyarakat. Momen ini memang selalu ada di tiap tahunnya. Pusat perbelanjaan pastinya akan penuh sesak dengan orang yang ingin pakai baju baru.

Tetapi kondisi ini tentunya berbeda dengan tahun lalu. Kita bisa memanfaatkan dengan berjualan baju secara online agar kebutuhan baju baru lebaran terpenuhi.

3. Manfaatkan Medsos


Medsos seperti Instagram dan YouTube banyak yang menghasilkan uang. Saat Ramadhan kita bisa membuat konten menarik yang akan menambah followers dan subscribers. Dengan adanya penambahan followers dan subscribers inilah yang nantinya akan menambah penghasilan kita saat masa ini.

4. Katering dan Kue Kering


Bagi yang suka memasak dan baking, ramadhan bisa jadi penghasil pundi-pundi uang. Selain bisa menciptakan makanan untuk berbuka puasa, bagi yang suka baking juga bisa menerima pesanan kue kering untuk lebaran.

Mengapa Muncul Pandemi Covid-19?

Pandemi merupakan suatu kejadian penyakit yang secara meluas penyebarannya dan menjangkiti masyarakat secara global. Kondisi ini tentu saja menimbulkan berbagai dampak, terutama di sekitar wilayah penderita.

Nah, kini dunia sedang digemparkan oleh satu virus yang konon katanya berasal dari kelelawar dan hewan buas lain yang dikonsumsi dalam kondisi hidup di Wuhan, Cina. 

Covid-19 namanya..



Penyakit yang muncul dan mewabah di Cina akhir tahun 2019 ini ternyata sudah menyebar ke seluruh wilayah dunia. Bahkan beberapa negara menerapkan kebijakan untuk menutup wilayahnya.

Penyebarannya yang sangat cepat tak lain karena transmisi penyakit covid-19 bisa terjadi karena kontak langsung. Apalagi beberapa penderitanya tidak mengalami gejala tapi bisa menularkan yang membuat banyak penderita covid-19 menyebar ke seluruh dunia.

Selain itu, kondisi tubuh manusia yang berbeda daya tahan tubuhnya juga mempengaruhi masuknya mikroorganisme ini ke dalam tubuh. Ditambah dengan perilaku yang kurang sehat menyebabkan penularan penyakit terus menerus terjadi dan tanpa mengenal status.

Meski beberapa kebijakan pemerintah digalakkan. Ternyata banyak masyarakat yang beranggapan bahwa penyakit ini sangat sepele dan dianggap sebelah mata. Hingga banyak pula diskriminasi pada penderita yang membuat banyak orang enggan berkata jujur mengenai kondisinya.

Meski orang lanjut usia merupakan golongan yang rentan terhadap penyakit ini, ternyata justru paramedis lah yang menjadi kelompok risiko tinggi tertular penyakit. Selain karena ketidakjujuran pasien, faktor APD juga menjadi penyebabnya.

Agar pandemi segera berlalu, mari bersama-sama untuk tidak egois dan mementingkan kepentingan sendiri tanpa melihat orang lain.

Study Tour Sekolah

Pikiranku menerawang ke belakang. Baru saja aku berdiskusi mengenai zaman penjajahan Belanda yang cukup menguras emosi. Terlebih karena kakek buyutku merupakan salah satu pejuang di zaman dahulu.

Perjuangan kakek buyut memang tidak mudah. Terlebih dahulu kakek buyut sering bercerita tentang masa lalunya. Memang tak begitu terpatri di memoriku. Tapi setidaknya kini aku sudah mulai mengetahui mengapa rakyat Indonesia kala itu memusuhi Belanda.

****

Kini sekolahku mengadakan studi tour menuju Masjid Agung Demak. Dimana masjid tersebut menjadi saksi mulai menyebarnya agama Islam di tanah Jawa. Para Walisongo mendirikan bangunan tersebut untuk mensyiarkan agama Islam di wilayah Demak.

Tak sadar, bahuku ditepuk.

"Hai Na, ngapain ngelamun?", Kata Tia, sahabatku yang selalu ada untukku.

"Ah, nggak kok Ti. Lagi teringat aja sama kakek buyutku", jawabku

Aku pun beranjak pergi, berhubung sudah adzan, aku bersiap-siap melaksanakan sholat di masjid ini. Memang study tour kali ini bertujuan mempelajari sejarah Walisongo di Tanah Jawa. Hal ini tentu saja tidak akan aku sia-siakan hanya dengan melamun.

Resolusi Menulis 2020



Berbicara mengenai dunia kepenulisan, tahun 2019 cukup membuat saya keteteran dalam menulis. Terlebih karena pengaruh hormon yang membuat saya sering kehabisan ide untuk menulis di blog. Meski begitu, ada beberapa kemajuan yang saya rasakan untuk penulis pemula yang masih belajar menulis.

Blogging

Membuat blog dan mengisinya menjadi latihan menulis yang cukup efektif bagi saya. Hanya saja hingga tulisan ini akan dipublikasikan, blog saya hanya mempublikasikan sebanyak 113 postingan saja. Dibandingkan dengan tahun 2018, tentu jumlah ini cukup turun dari yang semula sejumlah 186 postingan. Meskipun turun cukup banyak, hal ini bukan menjadi pematah semangat saya untuk terus menulis postingan blog.

Tapi Alhamdulillah baru di tahun ini saya menerima job postingan di blog. Meski baru pertama kalinya, hal tersebut cukup menaikkan semangat saya dalam memposting beberapa tulisan di blog.

Meski tahun ini hanya sedikit mengikuti lomba blog dan belum ada yang berhasil, setidaknya menjadi bahan evaluasi saya di tahun besok. Memang tidak muluk-muluk untuk harus bisa memenangkan lomba blog, tetapi setidaknya saya pernah mencoba mengikuti lomba blog dan bisa blogwalking beberapa blog yang bisa memenangkannya.

Perubahan hormon memang cukup signifikan membuat saya malas untuk menulis di blog. Apalagi jika tidak ada challenge untuk membuat postingan di blog cukup memberatkan saya untuk menuliskannya. Bersyukur di tahun ini ada challenge dari BPN dan itu cukup membuat saya semangat lagi dalam menulis di blog.

Melihat banyak sekali target blogging saya yang tidak tercapai di tahun ini, saya memiliki mimpi untuk terus menulis di blog. Memang tidak terlalu banyak mimpi di tahun 2020 mengenai dunia blogging. Terlebih di tahun depan sudah ada anggota keluarga baru dan ingin berfokus pada homeschooling anak pertama.

Content Writer

Mungkin salah satu kemajuan yang banyak saya rasakan di tahun ini adalah karir sebagai content writer. Meski honor tidak mencapai UMR, tapi entah mengapa saya merasa nyaman memiliki profesi sampingan ini. Selain tetap bisa menemani anak belajar di rumah, menjadi content writer seperti candu yang membuat ingin cepat menyelesaikan satu tulisan untuk kemudian ketagihan untuk menuliskannya lagi.

Terbit Buku

Jika targetan di tahun kemarin saya berencana menerbitkan buku solo. Hanya saja saya tidak jadi melanjutkan karena mood menulis saya sedang turun. Meski begitu, saya berencana melanjutkan tulisannya saya yang tinggal sedikit lagi akan selesai tersebut untuk diselesaikan di tahun besok. Semoga bisa terealisasi.

Guru Isa dalam Jalan Tak Ada Ujung



Guru Isa merupakan tokoh utama dalam Novel 'Jalan Tak Ada Ujung' karya Mochtar Lubis. Seorang guru SD yang menyukai seni musik dan olahraga sepak bola ini mengalami tekanan karena hidup di zaman penjajahan Jepang.

Menikah dengan Fatimah, Guru Isa tidak memperoleh seorang anak karena impotensi. Karena tak kunjung memiliki anak, Guru Isa mengangkat anak yang bernama Salim. Meskipun sudah mengangkat anak, keadaan ekonomi keluarga Guru Isa tidak kunjung membaik meskipun ia berprofesi sebagai guru.

Perjalanan yang dilalui Guru Isa bukanlah perjalanan yang tak mudah. Guru Isa pernah ditangkap polisi dan istrinya juga ketahuan selingkuh dengan pria lain.

Berteman dengan Hazil membuat semangat perjuangannya kembali naik. Meskipun belum sempat berjuang habis-habisan, Guru Isa ditangkap dan disiksa. Dan inilah yang membuatnya sembuh dari impotensi.

Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melahirkan



Melahirkan merupakan momen yang paling dinanti oleh pasangan suami istri yang akan memperoleh keturunan. Setelah melewati 9 bulan kehamilan, proses melahirkan ibu harus disiapkan untuk mengantisipasi ragam hal yang bisa mengancam nyawa ibu dan anak. Berikut beberapa hal yang harus ibu persiapkan sebelum kelahiran anak:

Rencana Kelahiran

Ibu seharusnya merencanakan akan melahirkan di fasilitas kesehatan mana. Dengan adanya perencanaan dalam memilih fasilitas kesehatan akan membantu ibu ketika sudah merasakan kontraksi saat melahirkan. Ada baiknya dalam merencanakan kelahiran, ibu juga berkonsultasi pada tenaga medis yang terkait.

Selain itu, rencanakan pula transportasi yang akan digunakan menuju fasilitas kesehatan. Ada baiknya mempersiapkan (bisa meminjam) kendaraan yang akan membuat nyaman menuju fasilitas kesehatan.

Biaya persalinan juga harus dipersiapkan dengan baik. Terlebih jika tidak memiliki asuransi apapun, ada baiknya memiliki tabungan lebih jika sewaktu-waktu ada kejadian yang membuat biaya persalinan membengkak.

Persiapan Perlengkapan Bayi

Perlengkapan bayi bisa disiapkan sejak jauh-jauh hari sebelum hari kelahiran mendekat. Beberapa kebudayaan ada yang beranggapan bahwa untuk menyiapkan perlengkapan bayi bisa dilakukan sejak bayi usia 7 bulan dalam kandungan. Beberapa perlengkapan bayi bisa dibeli atau lungsuran dari keluarga terdekat.


Mengenal Potensi Diri



Pada dasarnya, manusia sudah diberikan potensi yang menjadi misi hidupnya di dunia. Potensi ini menjadi salah satu hal yang perlu ditemukan agar ketika sudah memasuki Aqil baligh, kita tidak direpotkan lagi dengan apa yang dikerjakan atau apa yang akan menjadi profesi kita kelak. Hal ini tentu saja sangat membantu, karena apa yang dikerjakan akan sesuai dengan apa yang sebenarnya diri kita bisa.

Memang tidak mudah untuk mengenal potensi yang sebenarnya sudah terinstal dalam diri kita. Dengan memperbanyak aktivitas yang bisa dilakukan, akan membantu kita untuk mengetahui hal yang membuat kita 4E (easy, enjoy, excellent, earn). Dengan keempat kriteria tersebut akan membantu kita untuk mengenal aktivitas yang membuat mata kita berbinar-binar.

Mengenal potensi memang ada banyak instrumen yang bisa dicoba. Tetapi, jika ingin membuat diri merasa yakin dengan potensi yang ada, maka salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan mengenal diri sendiri.

Memaknai Kemerdekaan



Tanggal 17 Agustus bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Di sinilah awal mula kebebasan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah yang sudah menjajah Indonesia berabad-abad lamanya.

Memang usia negara Indonesia kini sudah mencapai 74 tahun. Tapi apakah dengan usia segitu Indonesia benar-benar sudah merdeka?

Hal yang paling mudah berkenaan dengan makanan dan fashion yang dipakai oleh bangsa Indonesia. Restoran milik asing mulai berjamuran di seluruh penjuru Indonesia, bahkan penggemarnya tak hanya untuk kalangan atas saja. Begitu pula dengan fashionnya, banyak masyarakat Indonesia yang suka belanja produk luar negeri, padahal produk dalam negeri pun kualitasnya sebanding bahkan lebih bagus produk buatan luar negeri.

Begitu pula dengan tenaga kerjanya. Meski memiliki brand luar negeri, ternyata banyak pabriknya di Indonesia. Mirisnya, setelah dijual di luar negeri banyak masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong untuk membelinya. Padahal yang membuat produk tersebut adalah masyarakat Indonesia sendiri.

Memang tidak mudah untuk menggunakan produk dalam negeri sendiri. Ada kalanya katergantungan impor tetap dibutuhkan. Meskipun begitu, jika bangsa Indonesia sudah berhasil menciptakan, bukankah tugas kita untuk menghargainya?