Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Lancar Menyusui dengan Herba Asimor

Menyusui menjadi aktivitas yang akan lebih sering dilakukan Mamsi (mama ASI) setelah melahirkan. Meskipun terlihat mudah, ternyata perjuangan untuk mengASIhi si kecil bukan berarti lancar di setiap Mamsi. Ada beragam tantangan yang perlu dihadapi para Mamsi agar berhasil menyusui hingga si kecil berusia 2 tahun.

Saya sendiri sekarang menyusui anak kedua. Bukan berarti menyusui anak kedua tidak ada tantangan yang harus saya hadapi. Justru di menyusui kedua ini saya menghadapi beragam tantangan lain yang tidak saya dapat ketika menyusui anak pertama.


Pengalaman Menyusui


Menyusui menjadi salah satu aktivitas yang akan dirindukan para pejuang kasih setelah anak tumbuh dewasa. Meski begitu, ternyata saat menyusui tidak sepenuhnya lancar. 


Di awal menyusui anak pertama pun saya memiliki beragam hambatan. Apalagi kurangnya pengetahuan tentang menyusui juga saya alami. Saya menganggap bahwa belajar menyusui lebih baik saat mulai menyusui anak. Ternyata, menambah pengetahuan tentang menyusui harus dimulai ketika hamil.


Kondisi ini tentunya sangat menyulitkan. Terlebih anggapan bahwa anak susu formula lebih baik dibandingkan anak ASI di lingkungan saya masih kuat. Tentunya, pendirian saya tentang pentingnya mengASIhi anak harus kuat. Caranya adalah banyak membaca dan berdiskusi dengan orang yang sukses mengASIhi putranya.


Alhamdulillah ketika anak pertama saya berhasil menyusui anak hingga usia 2,5 tahun. Tentunya, hal ini menjadi sebuah pengalaman sekaligus pembelajaran yang berguna agar tetap sukses menyusui anak.


Dan sekarang saya tengah menyusui anak kedua. Meskipun sudah ada pengalaman ketika menyusui anak pertama, bukan berarti hal ini membuat saya lancar saat menyusui. Tetap ada tantangan yang saya dapatkan selama menyusui.


Tantangan Menyusui


Pengalaman mengASIhi tidak bisa dijadikan patokan untuk lancar menyusui hingga masa penyapihan. Beberapa tantangan menyusui jika tidak disertai dengan pengetahuan yang benar akan menjadikan kegagalan untuk bisa menyusui dan berakhir dengan memberikan susu formula. Beberapa tantangan menyusui ini pernah saya alami, baik ketika menyusui anak pertama hingga anak kedua.


  1. Anggapan salah tentang ASI


ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang sudah sesuai dengan nutrisi yang diperlukan saat bayi berusia 0-6 bulan. Inilah mengapa di usia ini bayi hanya diperbolehkan untuk minum ASI saja. Selain itu, ASI yang pertama kali keluar juga mengandung kolustrum yang berguna untuk meningkatkan imunitas bayi.


Hanya saja, anggapan masyarakat masih banyak yang berpendapat bahwa susu formula lebih baik dibandingkan dengan ASI. Beberapa berpendapat juga bahwa susu formula yang memiliki harga lebih mahal memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan susu formula jenis yang lainnya.


Saya tentu saja pernah mendengar anggapan ini. Bahkan hingga kini keluarga saya banyak yang memiliki anggapan seperti ini. Saya teringat ketika kelahiran anak pertama dulu pernah mendapat kado botol dot susu, dimana sebagian besar bayi di lingkungan saya pasti diberikan susu formula di awal kelahirannya.


Anggapan yang salah mengenai ASI pun masih tetap saya dengar hingga sekarang. Terkadang meski lingkungan tidak mendukung, setidaknya harus ada supporting system yang akan mendukung diri ketika goyah atau merasa putus asa ketika menyusui.


  1. Bayi laki-laki minum ASI lebih banyak dibandingkan bayi perempuan


Saya sendiri dua kali menyusui bayi laki-laki. Memang ketika menyusui bayi akan minum dengan sangat kuat. Bahkan di awal menyusui, bayi saya menyusu hingga mengempeng cukup lama. Memang saat itu pengetahuan tentang menyusui saya masih belum cukup. Dan ternyata kondisi ini banyak yang beranggapan bahwa ASI saya sedikit sehingga bayi saya tidak cukup puas saat menyusu.


Memang untuk menyusu bayi laki-laki membuat saya cepat lapar. Beberapa kerabat yang sudah pernah melahirkan bayi laki-laki dan perempuan juga sempat bercerita bahwa menyusui bayi laki-laki dan perempuan tidaklah sama. Hal inilah yang membuat saya semakin yakin untuk tetap memberikan ASI sebagai karunia dariNya agar anak mendapatkan nutrisi terbaik.


  1. Puting datar, perlekatan kurang tepat, hingga lecet


Tak hanya kurang informasi ketika menyusui anak pertama saya, biasanya tantangan pertama saat menyusui adalah puting yang masih datar. Inilah yang membuat perlekatan bayi saat menyusu menjadi kurang tepat. Inilah yang membuat payudara menjadi lecet dan sulitnya menyusui karena rasa sakit.


Saya juga mengalami hal ini ketika menyusui anak pertama. Ketika belum luwes dalam memangku sekaligus menyusui anak ditambah dengan puting yang masih datar membuat saya kesulitan dalam menyusui. Hal inilah yang kemudian menyebabkan puting saya menjadi lecet dan berdarah.


Kata orang sih lidah bayi tajamnya kayak pisau dan masih kasar. Tapi jika perlekatan saat menyusui tepat, puting tidak akan lecet.


  1. Payudara bengkak hingga mastitis


Saat menyusui anak pertama dulu saya sempat mengalami mastitis sebanyak 3 kali. Kondisi ini tentunya tidak nyaman. Apalagi jika tidak ada dukungan keluarga, kondisi mastitis ini sangat menyulitkan, terlebih jika dialami setelah melahirkan.


Pengosongan payudara tentunya dapat mengurangi risiko payudara bengkak dan mastitis. Tentunya hal ini perlu informasi yang benar, terutama penggunaan obat yang bisa membuat ASI kering.


  1. Bayi minum ASI sangat banyak di saat tertentu


Ada saatnya bayi menjadi lebih rewel dan terlalu banyak menyusu. Biasanya hal ini terjadi karena bayi sedang mengalami growth spurt. Kondisi ini tentunya akan sangat membingungkan, terlebih jika tidak ada dukungan yang kemudian membuat putus asa dalam memberikan ASI.


Tips Sukses MengASIhi


Meskipun ada beberapa tantangan yang saya hadapi, baik selama menyusui anak pertama hingga kedua ini, saya ada tipsnya nih bagi para pejuang kasih yang ingin sukses mengASIhi hingga 2 tahun ini. 


Nah, tips ini juga saya jadikan pedoman loh hingga kini menyusui anak kedua yang berusia 10 bulan. Para Mamsi bisa nih nyimak beberapa tips yang bisa dipraktikkan selama menyusui.


  1. Konsumsi makanan bergizi


Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi. Hal ini agar kualitas ASI tetap terjaga dan Mamsi juga tidak kehilangan banyak nutrisi selama menyusui. Makan dengan menggunakan pedoman piring gizi seimbang yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kalori selama menyusui.


  1. Istirahat cukup


Ternyata durasi istirahat juga perlu diperhatikan. Apalagi ketika minggu awal melahirkan, begadang menjadi hal yang biasa. Agar tidak terlalu lelah dan menyebabkan ASI berkurang, sebaiknya atur durasi tidur agar tidak kelelahan dan ASI tetap lancar.


  1. Hindari stres


Stres ternyata bisa membuat ASI seret. Manajemen diri perlu diperkuat agar stres bisa terhindar. Sesekali gunakan waktu untuk bersenang-senang sesuai dengan apa yang disukai. Hal ini akan membuat tubuh menjadi rileks dan produksi ASI bisa terjaga.


  1. Dukungan keluarga


Keluarga sangat berperan penting agar para pejuang kasih bisa menyusui hingga masa penyapihan. Tentunya, informasi mengenai pentingnya ASI harus diketahui oleh seluruh anggota keluarga, agar tidak terjadi mis informasi yang membuat pejuang ASI tidak lagi memberikan nutrisi terbaik untuk si kecil.


  1. Konsumsi suplemen pelancar ASI


Selain menerapkan cara di atas, saya juga selalu menambahkan suplemen pelancar ASI agar saya tidak merasa was-was ASI kering, terlebih ketika si kecil mengalami growth spurt. Nah, suplemen pelancar ASI yang menjadi andalan saya selama menyusui adalah Herba Asimor.


Tentang Herba Asimor


Herba Asimor adalah suplemen pelancar ASI yang akan membantu Mamsi untuk memberikan nutrisi terbaik kepada si kecil. Produk ini termasuk ke dalam produk herbal yang memiliki kandungan daun katuk dan daun torbangun untuk membantu melancarkan produksi ASI. Menariknya, produk ini juga mengandung ikan gabus yang bermanfaat mempercepat penyembuhan luka.


Produk ini dikemas dalam bentuk box berwarna putih dengan campuran warna merah muda dan hijau tosca. Dalam satu box Herba Asimor terdiri dari 5 strip, dimana masing-masing strip terdiri dari 6 kaplet salut selaput suplemen pelancar ASI.





Kandungan Herba Asimor


Dalam setiap kaplet terdapat 3 bahan utama yang dapat membuat ASI lancar sekaligus membantu luka agar cepat sembuh.


  1. Daun katuk


Daun katuk atau Sauropus androgynus folium merupakan salah satu bahan alami yang hingga kini dipercaya dapat membuat ASI menjadi lancar. Daun katuk juga mengandung vitamin A,B,C, lemak, protein, kalsium, fosfor, dan zat besi yang diperlukan oleh ibu menyusui.


  1. Daun torbangun


Daun torbangun atau Coleus amboicus juga bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu selepas melahirkan. Selain itu, herbal ini juga memiliki manfaat untuk memperkuat fisik setelah melahirkan dan dipercaya dapat membersihkan rahim.


  1. Ikan gabus


Ikan gabus atau Channa striata bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Hal ini tentunya sangat bermanfaat setelah melahirkan, terlebih bagi Mamsi yang melahirkan secara SC ataupun terdapat jahitan pada persalinan normal.


Komposisi Herba Asimor


Di tiap kapsul Herba Asimor memiliki kandungan yang mampu membantu melancarkan ASI.


  1. Galatonol yang berasal dari ekstrak daun katuk dan ekstrak daun torbangun sebesar 300 mg.

  2. Striatin yang berasal dari ekstrak ikan gabus dan nanas sebesar 30 mg.

  3. Bahan lain yang terdiri dari titanium dioksida, FD&C blue no.1, dan FD&C yellow 5.


Manfaat Herba Asimor


Herba Asimor merupakan produk herbal yang memiliki manfaat bagi untuk Mamsi maupun untuk bayi. Tentunya, manfaat dari Herba Asimor ini sudah teruji secara klinis dan bisa digunakan untuk ibu menyusui, kecuali bagi Mamsi yang memiliki riwayat alergi pada produk yang terdapat kandungan ikan gabus.


  1. Herba Asimor untuk Mamsi


Manfaat Herba Asimor untuk Mamsi tentunya sangat beragam. Produk ini mampu membuat ASI lancar setelah 2-3 hari penggunaan. Selain itu, Herba Asimor juga mampu meningkatkan volume ASI pada minggu kedua penggunaan.


Bagi ibu bekerja yang melakukan pumping, Herba Asimor juga mampu mempercepat durasi pumping. Dengan mengonsumsi Herba Asimor, durasi pumping akan mengalami peningkatan setelah 2 minggu penggunaan.


  1. Herba Asimor untuk Bayi


Herba Asimor juga memiliki manfaat untuk bayi. Karena produksi ASI meningkat, maka bayi akan terhindar dari risiko dehidrasi. Hal ini dapat terlihat dari frekuensi pipis bayi yang semakin meningkat setelah Mamsi mengonsumsi Herba Asimor selama 2 minggu.


Karena bayi mendapatkan ASI yang cukup, tentunya bayi akan merasa kenyang. Hal inilah yang membuat bayi dapat tidur dengan nyenyak. Dengan adanya peningkatan kualitas tidur bayi, tentunya akan berpengaruh pada tumbuh kembang bayi.


ASI yang cukup tentunya akan memberikan kecukupan nutrisi pada bayi. Selain bayi terhindar dari malnutrisi, ASI yang cukup juga tidak akan membuat bayi mengalami obesitas. Meski begitu, bayi akan mengalami peningkatan berat badan, setelah Mamsi mengonsumsi Herba Asimor selama 2 minggu.


Keunggulan Herba Asimor


Herba Asimor memiliki keunggulan yang bisa Mamsi jadikan pilihan untuk melancarkan ASI. Berikut ini beberapa hal yang perlu Mamsi ketahui tentang keunggulan Herba Asimor.


  1. Dibuat dari bahan alami


Herba Asimor terbuat dari bahan alami yang mampu melancarkan ASI dan membantu mempercepat penyembuhan luka. Dengan kandungan ekstrak daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus inilah yang akan membantu Mamsi agar ASI lancar.


  1. Teruji klinis


Pastinya Herba Asimor sudah teruji secara klinis dengan penelitian dari para ahli yang juga sudah diujikan melalui sebuah penelitian. Dengan konsumsi Herba Asimor setidaknya selama 2 minggu akan mengalami peningkatan produksi ASI.


  1. Terdaftar BPOM dan tersertifikasi halal MUI


Bagi Mamsi yang ingin mengonsumsi Herba Asimor jangan khawatir karena produk ini sudah terdaftar BPOM. Pastinya sudah aman untuk dikonsumsi dengan berbagai manfaat yang akan Mamsi peroleh setelahnya.


Selain itu, bagi Mamsi yang beragama Islam juga tidak perlu khawatir dengan kehalalan produk ini. Herba Asimor sudah mendapatkan sertifikasi halal MUI. Jadi, jangan ragu untuk konsumsi Herba Asimor ya?


Konsumsi Herba Asimor Secara Rutin


Saya sendiri kini mengonsumsi Herba Asimor agar produksi ASI semakin lancar. Bagi pejuang ASI, tentunya saya tidak ingin gagal untuk memberikan ASI hingga masa menyapih nanti. Dengan konsumsi Herba Asimor, saya sudah tidak perlu khawatir ASI kering, terlebih ketika bayi mengalami growth spurt.


Selain itu, tentunya pemahaman tentang pentingnya ASI juga harus diketahui ya bagi Mamsi dan calon Mamsi. Hal ini akan membantu menyukseskan program pemberian ASI.


#pejuangkasih

#kawalawal

#happymorkit




Stop Pneumonia untuk Indonesia Sehat

 


Kesehatan menjadi pilar utama untuk kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, tidak semua masyarakat menyadari pentingnya kesehatan. 


Kesadaran individu menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan derajat kesehatan. Jika individu memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap suatu masalah kesehatan akan menjadi dasar dirinya dalam berperilaku lebih sehat.




Pneumonia,


Siapa yang tak mengenal salah satu masalah kesehatan ini? Penyebab utama kematian balita di dunia ini membunuh 1,4 juta balita di dunia tiap tahunnya. Angka ini sangatlah besar, mengingat pneumonia tidak hanya ditemukan kasusnya di negara berkembang saja.


Parahnya lagi, setiap menit ditemukan balita dengan kasus pneumonia baru. Jika tidak diatasi diperkirakan pada tahun 2030 kasus pneumonia di dunia menjadi bisa menjangkiti 11 juta balita di dunia.


Tentunya, hal ini harus menjadi perhatian bagi kita. Apalagi penyakit ini menyebabkan 15% dari seluruh kematian balita. 


Apakah yang dimaksud dengan pneumonia?


Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Steptococcus pneumoniae. Bakteri ini menjadi penyebab utama terjadinya pneumonia pada manusia. Selain itu, pneumonia juga disebabkan oleh virus Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dan virus syncytial pernapasan.


Pneumonia menyebabkan jaringan paru-paru terinfeksi. Hal ini dikarenakan alveoli atau kantong udara paru-paru terisi nanah atau cairan yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Karena tidak adanya oksigen yang masuk inilah yang menyebabkan sel darah kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian.


Bagaimana penularan pneumonia?


Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang bisa ditularkan melalui udara atau airborne disease. Penyakit ini ditularkan melalui droplet ataupun benda yang terkena percikan droplet. Secara tidak langsung, penularannya terkadang tidak disadari oleh masyarakat awam.


Apa saja penyebab pneumonia?


Pada dasarnya, penyebab utama dari kasus pneumonia adalah kondisi lingkungan. Beberapa penyebab terjadinya pneumonia pada balita diantaranya:


  • Lingkungan kumuh


Lingkungan yang kumuh menjadi salah satu penyebab terjadinya pneumonia pada balita. Selain itu, lingkungan yang kumuh juga bisa menyebabkan berbagai penyakit menular lainnya.


  • Imunitas tubuh anak


Pada dasarnya, imunitas anak akan meningkat seiring bertambahnya usia. Inilah mengapa bayi atau balita rentan sekali tertular penyakit. 


Inilah mengapa imunisasi penting dilakukan untuk melindungi anak dari ancaman penyakit. Tak hanya untuk melindungi dirinya sendiri, program imunisasi juga penting untuk meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok.


  • Perilaku pengasuhan


Ternyata perilaku pengasuhan juga menjadi penyebab anak bisa terinfeksi bakteri pneumonia. Anak yang tidak diasuh dengan baik, terlebih jika anak terus dibiarkan bermain di luar juga menjadi salah satu risiko anak bisa terpapar penyebab penyakit pneumonia.


  • Asap rokok


Jangan disepelekan tentang kebiasaan merokok. Selain bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada diri perokok, orang di sekitar juga akan menerima risikonya.


Pernah mendengar bahwa perokok pasif lebih berisiko dibandingkan perokok aktif bukan? Nah, ternyata risiko asap rokok tidak hanya yang masuk ke paru-paru perokok sendiri, tetapi juga asap rokok yang masuk ke pernapasan orang lain. 


Hal ini tidak hanya berlaku pada asap yang terhirup langsung ke pernapasan, tetapi residu dari asap rokok ternyata bisa menempel ke berbagai perabot yang ada di sekitar, termasuk tembok. Inilah yang sering dinamakan dengan third hand smoke. Kondisi ini juga bisa memicu risiko berbagai masalah kesehatan.


Asap rokok tak hanya berbahaya bagi orang dewasa saja. Bayi dan balita juga menjadi salah satu kelompok berisiko dari bahaya asap rokok. Salah satunya menjadi penyebab terpaparnya mikroorganisme penyebab pneumonia.


Bagaimana cara pencegahannya?


Berdasarkan data Riskesdas 2018, Indonesia mengalami kenaikan angka pneumonia yang ada di masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari angka prevalensi pneumonia yang meningkatkan dari tahun 2013 ke tahun 2018, sebesar 2.0


Data Riskesdas 2018


Tentunya, kondisi ini tidak bisa disepelekan. Meskipun pneumonia menjadi penyebab utama kematian balita, angka kejadian pneumonia di Indonesia bisa dicegah.


Pencegahan pneumonia yang paling tepat dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Tentunya harus diimbangi dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk makan makanan bergizi seimbang, olahraga, hingga menjaga lingkungan di sekitar rumah.


Seluruh anggota keluarga tentunya harus kompak agar kesehatan seluruh keluarga bisa terjaga. Apalagi jika dalam satu rumah terdapat bayi, balita, ataupun lansia yang masih rentan terpapar penyakit. Tentunya upaya ini harus ditingkatkan agar kesehatan seluruh anggota keluarga bisa terjaga.


Selain menjalankan PHBS, beberapa cara pencegahan lain juga perlu ditingkatkan. Hal ini tak hanya dapat bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk seluruh anggota keluarga dan sekitarnya. Agar pneumonia bisa dicegah, berikut beberapa langkah tambahan yang perlu untuk dilakukan.


  • Vaksinasi


Vaksinasi pneumokokus menjadi salah satu cara untuk mencegah pneumonia. Vaksinasi ini sudah bisa dilakukan sejak bayi hingga dewasa. Ada baiknya sebelum melakukan vaksinasi ini berkonsultasi dengan dokter untuk waktu yang tepat.


Dengan melakukan vaksinasi, maka kekebalan tubuh terhadap penyakit pneumonia menjadi lebih baik. Hal ini menjadi salah satu upaya pencegahan primer yang cukup efektif untuk menekan risiko terjangkitnya pneumonia.


Meski begitu, cara pencegahan pneumonia ini hanya bisa dilakukan untuk masyarakat yang memiliki cukup biaya dalam mengakses pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan vaksinasi pneumokokus tidak dicover oleh pemerintah.


  • Pemberian informasi kesehatan 


Peningkatan pengetahuan masyarakat perlu diupayakan agar masyarakat menjadi lebih sadar tentang bahaya pneumonia pada balita. Caranya adalah dengan adanya promosi kesehatan.


Upaya promosi kesehatan bisa dilakukan dengan banyak hal. Terlebih sekarang sudah banyak media yang bisa diakses masyarakat. Tak hanya dengan penyuluhan kesehatan saja pencegahan pneumonia bisa dilakukan. 


Penggunaan media sosial untuk kampanye perlindungan anak dan pencegahan pneumonia bisa dilakukan. Misalnya saja dengan membuat poster, infografis, ataupun video yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai pneumonia.


  • Perubahan perilaku


Cara terbaik untuk mencegah pneumonia pada anak adalah dengan mengubah perilaku menjadi lebih sehat. Cara ini memang tidak bisa dilakukan dengan singkat. Setidaknya masyarakat memerlukan waktu 3 bulan untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik.


Berhenti merokok, menjadi salah satu perilaku yang perlu diubah karena menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Proses untuk tidak merokok memang sebenarnya bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, jika hal tersebut dilakukan dengan sadar dan dukungan sekitar, maka bukan tak mungkin mengubah perilaku untuk tidak lagi merokok bisa dilakukan.


Dengan melakukan beragam upaya pencegahan pneumonia bisa menurunkan angka kematian balita yang ada di dunia. Yuk, bersama-sama lindungi anak Indonesia agar tetap sehat.



Upaya Pencegahan Covid-19 dengan Clarity Air Disinfektan

Di masa pandemi seperti ini kesehatan tubuh perlu dijaga, agar imunitas tidak menurun. Terlebih covid-19 kini merupakan penyakit yang menular melalui udara (airborne disease) yang sangat cepat, karena yang dulunya menular melalui droplet bisa terbang terbawa angin.

Di rumah sendiri ada bayi yang imunitasnya masih berkembang, tentunya saya tidak boleh sembarang dalam menjaga kesehatan. Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) harus diterapkan untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan anggota keluarga yang lain.

Cara Menjaga Kesehatan Saat Pandemi

Di saat pandemi ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar imunitas tak menurun dan terhindar dari serangan penyakit. Apalagi kini musim sudah berganti, tentunya pertahanan tubuh harus dijaga. Beberapa cara ini bisa dilakukan agar tubuh tetap sehat.

1. Olahraga

Olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh. Agar tubuh tetap bugar dan sehat, setidaknya harus melakukan olahraga seminggu 2-3 kali dengan durasi per sesi 30 menit.

2. Istirahat cukup

Tidur yang cukup dapat menjaga emosi menjadi lebih stabil. Setidaknya membutuhkan waktu minimal 6 jam dalam sehari.

3. Konsumsi makanan sehat

Makan makanan bergizi akan membuat tubuh tetap sehat. Gunakan pedoman piring sehat dari Kemenkes ya?

4.Menjaga kebersihan lingkungan

Karena covid-19 merupakan jenis airborne disease, maka kebersihan lingkungan perlu dijaga. Bersihkan rumah secara teratur setiap hari dan jangan lupa untuk selalu disinfeksi peralatan rumah yang sering dipegang.

5. Minum suplemen

Jika dirasa ingin membutuhkan tambahan nutrisi, kita bisa meminum suplemen tambahan. Untuk menambah daya tahan tubuh bisa minum suplemen yang mengandung vitamin D, zinc, vitamin A, dan vitamin C.

6. Berpikir positif

Berpikir positif dan tetap optimis dalam meningkatkan sistem imun. Jadi, jangan suka suudzon ya? Hehe

7.Menerapkan protokol kesehatan

Terapkan protokol kesehatan saat keluar dari rumah. Akan lebih baik jika menahan diri untuk tetap di rumah.

8.Menggunakan air disinfektan

Air disinfektan dapat membunuh kuman yang ada di udara. Tentunya hal ini sangat penting untuk mencegah penularan covid-19.

Cara Mencegah Penularan Covid-19

Tentunya ketika ada yang memiliki risiko tinggi covid-19, upaya pencegahan penularan covid-19 tentunya harus dilakukan dengan ketat. Sebagai pedomannya, berikut cara yang bisa dilakukan.

1. Bersihkan badan setelah keluar rumah

Ketika keluar dari rumah, ada baiknya untuk segera mandi dan berganti pakaian dengan yang bersih.

2. Terapkan etika batuk

Jika sedang mengalami batuk, ada baiknya untuk menerapkan etika batuk di rumah. Tetap jaga jarak dengan anggota keluarga lain agar tidak menulari ke yang lain.

3. Desinfeksi barang

Jangan lupa untuk mensterilkan barang yang sering dipegang, seperti pegangan pintu.

4. Gunakan air disinfektan

Air desinfektan dapat membunuh kuman yang ada di udara. Secara efektif tentunya akan mencegah penularan covid-19 di dalam rumah.

Pentingnya Menggunakan Air Desinfektan

Air desinfektan akan dengan efektif mencegah penularan penyakit dari udara. Tentunya dengan menggunakan air desinfektan ini perlu mempertimbangkan beberapa kriteria untuk menggunakan air desinfektan.

1. Bukan jenis aerosol

Aerosol akan meningkatkan risiko kuman untuk bertebaran di udara. Hal inilah yang membuat covid-19 menjadi penyakit yang bisa menularkan melalui udara.

2. Bukan dari alkohol

Alkohol perlu dihindari dalam pembuatan air desinfektan. Hal ini dikarenakan alkohol dapat mengeringkan kelenjar mukosa yang dapat meningkatkan risiko terpapar mikroorganisme.

3. Multifungsi

Tentunya, air desinfektan tak hanya bisa digunakan untuk mensterilkan udara saja. Tetapi juga bisa untuk mendesinfeksi peralatan dan sebagai hand sanitizer.

4. Aman

Pastinya produk air desinfektan yang digunakan harus aman untuk seluruh anggota keluarga dan tidak berbahaya saat dihirup. Untuk mengetahuinya, pastikan produk memiliki pH antara 4,6 hingga 5,5 sebagai pH alami kulit.

Untuk bisa mendapatkan produk yang aman, tentunya kita harus selektif dalam memilih produknya. Saya sendiri menemukan produk Clarity Air Disinfektan yang aman dan sudah terdaftar di Kemenkes RI.

Clarity Air Disinfektan

Clarity Air Disinfektan merupakan produk yang mampu melindungi keluarga dari penyebaran penyakit yang berbahaya. Selain itu, produk ini secara aktif mampu melawan bakteri dan kuman penyebab penyakit. Produk ini dibuat oleh profesional yang tentunya sudah bidangnya dan teruji dengan baik.



Untuk kemasannya, sendiri produk ini menggunakan botol spray dengan ukuran 100 ml. Memiliki dominasi warna putih, produk ini terlihat elegan.

Menariknya, bahan pembuatan ini alami dan sudah dibuktikan di beberapa jurnal ilmiah internasional. Produk ini merupakan kombinasi antara medical grade dan food grade yang pastinya aman digunakan oleh semua umur serta aman untuk kulit, rambut, dan saluran pernapasan.

1. Eucalyptus 

Bahan ini ternyata bisa membunuh kuman hingga efektivitas sebesar 99,9%.

2. Melaleuca alternifolia atau tea tree

Secara efektif dapat membunuh kuman

3. Benzalkonium chloride

Biasanya digunakan untuk sterilisasi alat bedah dan aman untuk digunakan.

Produk ini sendiri memiliki beragam keunggulan yang pastinya aman untuk digunakan. Saya sendiri tidak khawatir saat menyemprotkan produk di dalam rumah. Meskipun ada bayi di rumah, produk ini tidak menimbulkan reaksi alergi atau risiko kesehatan lainnya. Selain itu, produk ini memiliki bau khas eucalyptus dan tea tree yang menyegarkan. Kalau punya air diffuser bisa banget menggunakan air desinfektan ini.

Nah, untuk mencegah penularan covid-19 selalu ingat beberapa hal untuk memilih air desinfektan:

1. Jangan hanya mengandalkan cuci tangan atau hand sanitizer, karena hanya 50% secara efektif membunuh kuman

2. Jangan menggunakan obat aerosol, karena bisa memicu kuman terbang dan menjadi airborne.

3.Jangan gunakan produk yang mengandung alkohol, karena mengeringkan mukosa yang berakibat pada tubuh rentan terinfeksi penyakit.

Dengan memperhatikan hal tersebut, saya semakin yakin dengan Clarity Air Disinfektan mampu membunuh kuman dan menjaga keluarga dari terpaparnya infeksi covid-19.




Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental


Tanggal 10 Oktober 2020 apa yang ada di benak kita semua? Hari kelahiran atau justru lagi happening karena ada promo 10.10?

Banyak yang tidak menyadari bahwa di tanggal 10 Oktober adalah hari kesehatan mental dunia. Selama ini kita hanya menyadari bahwa kesehatan hanyalah sebatas tidak mengalami sakit fisik saja. Padahal, kesehatan mental juga menjadi definisi kesehatan secara umum.

Sering kan melihat reaksi korban bullying? Nah, beberapa dampaknya biasanya ada pada kesehatan mentalnya. Terlebih, di masa pandemi seperti ini kondisi psikologis perlu dijaga, apalagi jika harus terkena dampak pandemi.

Pada umumnya, kesehatan mental ini mengacu pada kognitif, perilaku, dan emosi seseorang. Inilah yang membuat orang bisa berpikir, berperilaku, dan merasakan kondisi yang ada di sekitarnya. Bahkan, beberapa orang akan merasakan kesulitan untuk beraktivitas seperti biasa.

Kesehatan mental ini pun sangat penting. Karena jika kesehatan mental seseorang lemah, maka bisa berakibat fatal untuk dirinya. Untuk itulah diperlukan pendidikan dan pendampingan mengenai kesehatan mental.

Yang perlu diketahui bahwa mental seseorang tidaklah sama, meskipun berada di dalam satu atap. Kondisi lingkungan dan psikologis menjadi faktor yang mempengaruhinya. 

Agar kesehatan mental bisa terjaga, kita perlu melakukan berbagai cara seperti berikut ini.

  • Makan makanan bergizi

Agar kesehatan mental tetap terjaga, ada baiknya untuk makan makanan yang bergizi. Gunakan menu Piring Gizi Seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari.

Jika nutrisi sudah terpenuhi, maka tubuh dan pikiran bisa sinkron. Pikiran juga menjadi lebih segar dan mampu bekerja sesuai nalar dan norma yang ada.

  • Olahraga dan melakukan aktivitas fisik

Jangan sepelekan olahraga dan aktivitas fisik. Dengan melakukan aktivitas yang bisa membakar kalori tidak hanya akan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Olahraga dan aktivitas fisik akan membuat pikiran menjadi lebih segar. 

  • Istirahat

Istirahat sejenak akan membuat tubuh menjadi rileks. Ketika tubuh rileks, maka pikiran pun juga akan rileks. Ada baiknya untuk istirahat minimal 7 jam sehari. Jika ternyata aktivitas sangat banyak, setidaknya jangan sampai tidur kurang dari 5 jam sehari. Selain dapat memperlemah kesehatan mental, kekurangan tidur juga bisa menurunkan daya tahan tubuh.

  • Hindari stres

Stres yang berkelanjutan bisa membuat kondisi mental seseorang menjadi lemah. Lakukan coping stres sesuai dengan keinginan dan hal yang disukai.

  • Berpikiran positif

Selalu berpikiran positif dalam hidup bisa membantu kesehatan mental diri. Hindari berpikiran negatif untuk hal-hal di sekitar. Selain akan menguras energimu, emosi juga akan ikut tersulut yang akan membuat terganggunya mental.

  • Ibadah

Menyerahkan semua kepada Allah akan membuat pikiran menjadi lebih tenang. Selain itu, kita juga perlu beribadah kepadaNya. Selain sebagai bentuk penghambaan, dengan beribadah juga dapat membuat daya tahan tubuh meningkat, seperti puasa dan tubuh semakin bugar, seperti sholat.

Kesehatan mental perlu dijaga. Selain untuk menjaga diri dari risiko yang buruk, menjaga kesehatan mental diri juga dapat membuat orang di sekitar menjadi nyaman.


Gerakan Peduli Hipertensi untuk Indonesia Sehat




Hipertensi  merupakan penyakit tidak menular yang kini tak hanya diderita oleh orang lanjut usia saja. Bahkan kini, hipertensi sudah ditemukan kasusnya pada anak. Tak hanya membahayakan bagi diri sendiri, kasus hipertensi pada ibu hamil juga dapat berakibat fatal bagi janin yang dikandung.

Dampak dari hipertensi tak hanya merusak jantung saja, tetapi juga organ lain, seperti ginjal dan otak. Bahkan tekanan darah tinggi juga bisa menyerang seluruh organ tubuh yang memiliki alirah darah.

Kalau dilihat dari komplikasi yang ditimbulkan, pastinya sangat berbahaya untuk tubuh. Bahkan, hipertensi termasuk ke dalam penyakit mematikan di dunia. Hal ini tentunya harus dicegah agar penyakit yang termasuk dalam the silent killer ini tidak dapat menyerang diri kita.

Apakah hipertensi dan mengapa disebut the silent killer?

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah dalam tubuh lebih dari 140 mmHg (sistolik) dan lebih dari  90 mmHg (diastolik) pada saat istirahat.

Kondisi ini memungkinkan terjadinya komplikasi dan yang paling sering terjadi, kasus hipertensi sering disandingkan dengan kasus diabetes melitus. Bahkan sekarang, penderita hipertensi juga banyak yang juga menderita covid-19.

Penyakit ini termasuk ke dalam global burden of disease. Hal ini karena seluruh negara di dunia memiliki kasus hipertensi. Dan yang perlu kita ketahui bahwa Indonesia termasuk dalam 5 besar jumlah penderita hipertensi di dunia.

Tingginya kasus hipertensi yang ada di dunia ini karena penyakit ini merupakan penyakit yang tidak memiliki gejala. dr Tunggul G. Situmorang, Sp-PD-KGH, Dipl./M.Med.Si selaku narasumber webinar "Fight Hypertension" yang juga President  Indonesian Society of Hypertension (inaSH) menyebutkan bahwa penderita hipertensi yang sudah merasakan gejala biasanya termasuk hipertensi akut dan sudah parah. 

Hal inilah yang kemudian menjadi sebab mengapa hipertensi disebut sebagai "the sillent killer". Akibat terlambatnya deteksi dini hipertensi membuat terlambatnya penanganan hipertensi. Sehingga banyak kasus hipertensi yang sudah parah dan sulit ditangani, sehingga membuat penderitanya meninggal dunia 

Gejala hipertensi yang biasa dialami penderitanya adalah:

1. Sakit kepala

2. Sakit dada

3. Berdebar-debar

4. Letih

5. Penglihatan kabur

6. Tengkuk sakit

7. Sesak nafas

8. Kepala berputar

Kondisi tersebut dipicu karena beragam penyebab. Adapun faktor risiko yang menjadi penyebab terjadinya hipertensi adalah:

1. Konsumsi garam

Konsumsi garam yang berlebihan ternyata bisa memicu hipertensi. Disarankan untuk tidak mengonsumsi garam lebih dari 2.300 mg dalam sehari.

Nah, ternyata konsumsi garam ini sering tidak kita sadari. Misalnya, saja kita mengonsumsi mie instan. Dari beberapa mie instan yang saya lihat, ternyata  kandungan garam (natrium) yang terkandung melebihi setengah dari jumlah AKG (Angka Kecukupan Gizi). Kalau dalam sekali makan kita sudah menghabiskan 2 bungkus mie, tentunya kita harus memikirkan dampak yang akan terjadi bukan?


Informasi nilai gizi pada kemasan mie instan

2. Usia

Dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 menunjukkan bahwa semakin tinggi usia seseorang ternyata makin besar probabilitas untuk menderita hipertensi. Selain itu, tren hipertensi berubah saat memasuki usia lanjut. Jika pada usia produktif lebih banyak diderita oleh kaum pria, ternyata setelah memasuki menopause, hipertensi banyak diderita oleh kaum wanita.


Sumber : materi webinar

3. Obesitas

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko seseorang untuk terkena hipertensi. Jadi, ada baiknya untuk segera menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh) ya? Caranya, cukup dengan mengkuadratkan tinggi badan dalam meter dan dibagi dengan berat badan dalam kilogram. Jika hasilnya lebih dari 30, maka termasuk golongan obesitas dan perlu waspada.

4. Genetik

Jika memiliki orangtua yang juga menderita hipertensi, ada baiknya untuk selalu waspada dan sering melakukan pemeriksaan kesehatan.

5. Stres

Jika tubuh dalam kondisi stres akan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Jadi, ada baiknya untuk mengelola stres ya?

Selain kelima faktor risiko di atas, ternyata ada faktor penyulit lain yang meningkatkan risiko hipertensi, yaitu:

1. Merokok dan minum minuman beralkohol

2. Malas gerak

3. Malnutrisi, baik kurang nutrisi maupun kelebihan nutrisi.

Bagaimana cara mendeteksi hipertensi?

Hipertensi termasuk penyakit yang pemeriksaan termasuk yang paling murah dan cepat. Bahkan beberapa organisasi banyak yang sering mengadakan tensi gratis. Kalaupun tidak menemukan yang gratis, setidaknya untuk melakukan tensi tidak perlu membayar lebih dari 5 ribu rupiah.

Hanya saja untuk melakukan pemeriksaan darah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Penggunaan alat

Untuk mengukur tekanan darah digunakan tensimeter. Hanya saja, untuk sekarang ini penggunaan tensimeter raksa tidak direkomendasikan karena hasilnya yang kurang akurat dan bisa mencemari lingkungan.

Untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah direkomendasikan untuk menggunakan tensimeter digital. Dan sekarang ini, sudah banyak macam tensimeter digital yang digunakan untuk pemeriksaan kesehatan. 

Saat kehamilan kemarin pun saya cukup takjub dengan tensimeter yang digunakan. Hanya dengan memasukkan lengan dan hasilnya akan langsung terbaca beberapa saat kemudian. Hal ini tentunya juga sangat membantu petugas kesehatan, karena akan meminimalisir kesalahan, terutama saat pasien yang dilayani cukup banyak.

2. Sebelum melakukan pemeriksaan

Ada baiknya sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah untuk tidak mengonsumsi obat jenis apapun. Selain itu, hindari merokok dan meminum minuman beralkohol. Hal ini dikarenakan tekanan darah yang diperiksa akan cenderung tinggi, sehingga tidak akurat untuk didiagnosa sebagai penyakit hipertensi.

Selain itu, ada baiknya sebelum melakukan pemeriksaan tidak dalam kondisi yang lelah dan sudah tidur cukup pada malam harinya.

3. Saat melakukan pemeriksaan

Saat dilakukan pemeriksaan tekanan darah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Tidak menahan buang air kecil/buang air besar
  • Duduk dengan kondisi rileks dan tidak tegang
  • Tidak mengenakan pakaian yang ketat
  • Tidak diajak ngobrol atau tidak berbicara
  • Ruangan yang digunakan dalam kondisi yang tenang.
Saat dilakukan pemeriksaan, maka akan keluar hasilnya. Pada tanggal 5 Mei 2020 terdapat kesepakatan untuk mendiagnosis hipertensi.

Sumber: materi webinar



Bagaimana cara mencegah hipertensi?


Pencegahan hipertensi bisa dilakukan sejak dini. Pola hidup sehat menjadi kunci untuk terbebas dari hipertensi saat masa tua. 

1. Melakukan aktivitas fisik


Cara paling mudah yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Setidaknya butuh 30 hingga 60 menit dalam 4-7 kali dalam seminggu untuk berolahraga. Hal ini untuk mengurangi risiko obesitas dan menjaga jantung agar risiko hipertensi bisa diminimalisir.

2. Diet seimbang


Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ada baiknya dijaga agar berbagai macam penyakit degeneratif tidak menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Dengan menerapkan menu "Piring Makanku" akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindarkan tubuh dari risiko penyakit hipertensi.

3. Penggunaan obat-obatan


Penderita yang sudah didiagnosa hipertensi ada baiknya untuk mengonsumsi obat anti hipertensi yang sudah diresepkan dokter. Obat-obatan ini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari tekanan darah tinggi yang diidap. 

Dokter Tunggul D. Situmorang mengatakan jika hipertensi terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya sudah menderita hipertensi untuk tidak diberikan obat anti hipertensi pada trimester pertama. Hal ini untuk mencegah kecacatan ataupun risiko keguguran saat awal kehamilan.

Hanya saja, penggunaan obat-obatan anti hipertensi, ada banyak penderita yang tidak meminum obatnya. Hal ini karena beragam penyebab seperti susah akses obat hingga tidak ada biaya untuk membeli obat.

Lifepack, Solusi untuk Minum Obat dengan Mudah


Perkembangan teknologi semakin mempermudah kita untuk mengakses sesuatu. Seperti untuk menjadi alarm kita saat mengonsumsi obat. 

Lifepack bisa menjadi alternatif pengingat minum obat yang bisa digunakan. Hanya dengan mengunduh aplikasinya di Play Store, kita bisa mendapatkan beragam fitur menarik pada aplikasi.

1. Layanan apotek digital


Dengan adanya layanan apotek digital, kita tidak perlu repot membeli obat ke apotek. Hanya dengan aplikasi Lifepack, kita bisa membeli obat sesuai resep dan bisa langsung diantar ke rumah.

2. Fitur pengingat untuk konsultasi dokter


Aplikasi ini sangat menarik untuk digunakan. Kita akan selalu diingatkan untuk mengunjungi dokter, jika obat sudah habis atau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. 

3. Kotak obat sekali pakai


Kelebihan dari Lifepack adalah kemasan obat yang diberikan. Jika pada umumnya, obat dibungkus dengan menggunakan plastik per obatnya. Lifepack memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk meminum obat.

Sumber : materi webinar


Kotak obat sekali pakai ini diadopsi dari Amerika Serikat untuk memudahkan penderita dalam meminum obat. Konsepnya adalah dengan memasukkan obat sekaligus untuk satu kali minum.

Menariknya, kotak obat dari Lifepack dikemas selama satu minggu. Untuk memudahkan penggunanya, di beri warna di belakang obat untuk memudahkan mengambil obat pada pagi, siang, atau malam. 

Penggunaan kotak obat ini dapat memudahkan lansia dalam minum obat. Meskipun tidak bisa membaca, dengan adanya terobosan ini memungkinkan lansia yang buta huruf untuk meminum obat dengan benar.

Selain itu, penggunaan kotak obat juga bisa digunakan untuk mengontrol atau memantau penderita minum obat. Obat yang tidak diminum akan utuh.

Kalau pengen lebih gampangnya, hampir mirip dengan pil KB ya. Dan ini penampakan kotak obat dari Lifepack.

Materi di atas disampaikan melalui webinar yang diselenggarakan oleh Tribun dengan judul "Fight Hypertension the Silent Killer" pada tanggal 28 Agustus 2020 dengan narasumber :

1. dr Tunggul G. Situmorang, Sp-PD-KGH, FINASIM
2. Natali Ardianto (CEO Lifepack dan Jovee)









MPASI Homemade vs MPASI Instan, Mana yang Lebih Baik?


Semakin berkembangnya teknologi ternyata banyak sekali media info yang bisa kita gunakan, termasuk salah satunya adalah penggunaan media sosial. Tetapi, ternyata jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial bisa menjadi pemicu keretakan hubungan pertemanan bahkan persaudaraan. Hmmm....

Harusnya sih, semakin banyak ilmu yang kita dapet, pengetahuan juga makin bertambah. Tentulah, harusnya sih ya adab bermedia sosial perlu dikedepankan.

Tetapi, ternyata malah semakin banyak perseteruan di media sosial hanya karena salah satu isu. Nah, yang paling banyak disoroti oleh mamah-mamah muda adalah topik-topik yang bersinggungan dengan mom war.

Topik ini banyak sekali yang memperdebatkan. Mulai dari melahirkan normal vs melahirkan SC, working mom vs fulltime mom,  ASI vs sufor, MPASI homemade vs MPASI Instan, hingga pemilihan gendongan dan banyak yang menjadi tim A, tim B, ataupun tim-tim lainnya.

Saya sendiri sebenarnya heran, mengapa hal tersebut masih sering diperdebatkan hingga masa sekarang. Sepertinya memang topik ini tak ada yang pernah bosan membahas hingga memperdebatkannya.

MPASI Homemade vs MPASI Instan

Topik ini memang banyak sekali yang memperdebatkannya. Padahal yang harusnya dilakukan adalah mendalami ilmu mengenai MPASI dibandingkan hanya mempersoalkan debat kusir ini.

Salah satu topik ini memang berbeda dengan yang lain. Terlebih, ilmu MPASI ini selalu berkembang dengan banyaknya riset kesehatan yang dilakukan oleh para mahasiswa, akademisi, hingga para peneliti kesehatan.

MPASI Homemade

MPASI homemade atau MPASI rumahan sebenarnya yang lebih dahulu diperkenalkan orang tua di zaman yang perkembangannya masih belum secanggih sekarang. Membuat bubur untuk anak dulunya dilakukan hanya menggunakan tungku dengan cara mengaduk-aduk hingga beras berubah menjadi bubur.


Contoh Menu MPASI Rumahan (DokPri)

Nah, metode ini pun kini banyak yang masih menggunakannya. Bedanya, kini sudah banyak yang menggunakan slow cooker untuk menghemat tenaga. Meski begitu, bubur rumahan pun masih bisa dibuat menggunakan kompor. Dan saya lebih suka menggunakan kompor, karena sekalian untuk memasak sarapan dibandingkan dengan harus menyiapkan bahan di malam sebelumnya.

Beberapa orang berpendapat, bahwa MPASI homemade lebih sehat dibandingkan dengan MPASI instan. Hanya saja yang perlu digaris bawahi adalah jika nutrisi yang diberikan kepada anak melalui MPASI homemade seimbang dengan kebutuhan harian anak.

Keunggulan MPASI Homemade

Beberapa keunggulan MPASI homemade secara umum karena bahan MPASI adalah menggunakan bahan yang juga menjadi bahan masakan untuk keluarga. Otomatis, anak akan terlatih merasakan bahan-bahan masakan yang akan dimakannya kelak. Selain itu, tentunya bahan masakan untuk MPASI yang digunakan adalah bahan asli atau dengan kata lain bukan ekstrak atau rasa sintesis.

Hal ini tentunya akan membuat anak semakin kaya rasa dan lebih mengenal rasa alami makanan.

Selain itu, semakin berkembangnya usia anak, MPASI homemade juga lebih kaya akan tekstur. Orangtua lebih mudah mengenalkan anak ke tekstur yang lebih tinggi seiring berkembangnya kemampuan oro motorik dan pencernaan anak.

Meskipun terlihat lebih ribet, MPASI homemade lebih banyak diminati karena kini sudah banyak peralatan MPASI yang membuat memasak bubur menjadi lebih menyenangkan. Sebut saja, slow cooker. Peralatan untuk membuat bubur ini cukup mudah penggunaannya. Hanya tinggal memasukkan bahan dan air. Kemudian bisa ditunggu selama kurang lebih 4 jam, tergantung pada slow cooker yang digunakan. Hanya saja, penggunaan slow cooker tidak diperbolehkan untuk dibuka tutup karena akan menimbulkan kontaminasi mikroorganisme.

Selain slow cooker, jika dulu banyak yang terlalu ribet menggunakan saringan kawat. Kini juga sudah ada food processor untuk menghaluskan bubur. Biasanya ini digunakan pada usia anak 6 bulan awal. Selain digunakan untuk menghaluskan bubur, beberapa juga menggunakannya untuk membuat puree buah.

Dari sisi keterjaminan bahan pangan yang digunakan memang MPASI homemade lebih diunggulkan. Terlebih beberapa orang menyebutkan bahwa kecenderungan untuk anak menjadi picky eater bisa diminimalkan. Tentunya hal ini harus disesuaikan dengan menu variatif yang diberikan kepada anak ya?

Kekurangan MPASI Homemade

Pada dasarnya, MPASI diperlukan oleh anak karena kebutuhan nutrisi dari ASI tidak dapat dipenuhi kembali lagi. Nah, agar kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi, pastinya MPASI yang diberikan harus yang memenuhi standar nutrisi anak.

Hanya saja, ketika memutuskan untuk memilih MPASI homemade berarti harus siap konsekuensi untuk memilih bahan pangan dengan komposisi nutrisi untuk bayi.

Pada beberapa penelitian menunjukkkan bahwa anak dengan MPASI homemade lebih cenderung mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang diberikan MPASI instan. Untuk data penelitiannya bisa dilihat di highlight IG dr Meta Hanindita.

MPASI Instan

MPASI instan atau MPASI terfortifikasi menjadi pilihan MPASI yang mudah dan cepat bagi para ibu yang ingin memberi nutrisi pendamping ASI.


Contoh MPASI Instan

Meskipun beberapa ada yang mendeskreditkan jenis MPASI ini karena cenderung bukan berasal dari bahan alami, tetapi karena adanya teknologi jenis MPASI ini dinilai sebagai MPASI yang mampu mencukupi kebutuhan gizi anak.

Kelebihan MPASI Instan

MPASI instan dianggap sebagai MPASI yang baik diberikan kepada anak yang baru memulai MPASI. Selain teksturnya yang masih lembek di awal MPASI, sekarang MPASI instan juga sudah banyak yang diperuntukkan per usia anak. Misal untuk 6 bulan, 8 bulan, dan 1 tahun untuk mengikuti perkembangan oromotorik anak.

Dibuat dengan teknologi yang canggih, MPASI instan dilengkapi dengan tambahan zat gizi lain atau sering disebut dengan prosies fortifikasi. Hal inilah yang membuat MPASI instan dianggap sebagai pilihan MPASI yang tepat. Penelitian yang dilakukan di wilayah Indonesia juga menyebutkan salah satu cara mengatasi stunting pada anak adalah dengan memberikan MPASI instan.

MPASI instan juga relatif memiliki proses pembuatan yang cepat dan mudah. Bahkan MPASI instan lebih banyak digunakan para ibu saat travelling.

Meskipun beberapa orang lebih banyak menyudutkan MPASI instan karena berpengawet, MPASI instan sebenarnya tidak memiliki daya penyimpanan yang panjang. Adanya masa penyimpanan yang panjang hanya dikarenakan proses pengolahannya yang relatif lebih panjang dan bahan dikeringkan agar tahan lama. 

Nilai tambah selain kaya nutrisi, MPASI instan cenderung lebih higienis.

Kekurangan MPASI Instan

Meskipun kaya gizi, untuk aturan penyajian harus sesuai dengan takaran yang disarankan pada kemasan. Jika cara pembuatan MPASI jenis ini tidak sesuai, tentunya nutrisi akan berkurang. Bahkan jika penyimpanannya salah akan mempengaruhi nilai gizi pada produk ini.

MPASI instan juga cenderung lebih sedikit rasa yang ditawarkan dibanding jika memilih MPASI rumahan. Selain itu, beberapa rasa dan aroma buah-buahan adalah ekstrak dan essence atau dalam kata lain bukan buah asli.

Dari sisi tekstur pun MPASI instan cenderung lebih flat dan hal ini akan menyulitkan orang tua yang ingin meningkatkan tekstur makanan pada anak.

Kesimpulan

Pada dasarnya, MPASI homemade dan MPASI instan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika sudah bisa menjamin nutrisi yang diberikan kepada anak cukup dari makanan di sekitar, MPASI homemade tentunya lebih disarankan dibandingkan jika harus memberikan MPASI instan.

Tetapi jika tidak bisa menjamin nutrisi anak, ada baiknya untuk memilih MPASI instan yang sudah diberikan tambahan mikronutrien. 

Intinya, jangan sekali-kali mengorbankan nutrisi anak hanya karena gengsi. Karena di usia 6-24 bulan merupakan golden age anak yang nantinya akan berpengaruh pada kehidupan anak kelak.