Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Lomban, Tradisi Syawalan di Jepara

Jika pada umumnya tradisi lebaran terdapat opor ayam lengkap dengan ketupat. Di Jepara sendiri, ketupat disajikan seminggu setelah hari raya idul fitri (1 Syawal). Nah, di tanggal tersebut juga disebut dengan bodo kupat (lebaran ketupat). Selain bisa menikmati ketupat dan opor ayam, di hari tersebut juga terdapat tradisi khas daerah Pantura yang ada di Jepara yang dinamakan dengan Pesta Lomban.



Lomban merupakan tradisi masyarakat Jepara di tanggal 8 Syawal yang merupakan bentuk dari sedekah bumi. Di tanggal 8 Syawal ini, masyarakat Jepara dan sekitarnya merayakan bodo kupat (lebaran ketupat) dengan menyediakan ketupat, opor ayam, dan lepet. Dimana di tanggal 1 Syawal, sebagian besar masyarakat Jepara tidak menyediakan ketupat opor.

Lomban bisa disaksikan di sekitar Pantai Kartini Jepara. Dan saat lomban terselenggara, banyak juga pengunjung dari luar Jepara yang ingin menyaksikan tradisi sedekah laut ini lebih dekat.


Lomban sendiri berasal dari 'lomba-lomba' yang bermakna dulunya masyarakat Jepara yang berprofesi sebagai nelayan berlomba-lomba dalam mengadakan sedekah laut. Tetapi, ada pula yang mengatakan bahwa kata lomba berasal dari kata 'lelumban' atau bersenang-senang, yang bermakna masyarakat Jepara bersenang-senang setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Pesta Lomban

Lomban sendiri dimulai pada tanggal 7 Syawal, yaitu dengan menggiring seekor kerbau untuk disembelih dan diambil kepalanya. Mulanya seekor kerbau diarak mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu hingga menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto.

Setelah proses penyembelihan kerbau, sore harinya dilanjutkan dengan ziarah ke makam sesepuh nelayan Jepara, yaitu Cik Lanang di kelurahan Bulu dan Mbah Ronggo di Ujungbatu. Di malam hari akan diadakan pagelaran wayang kulit di TPI Ujungbatu dan pagi harinya pesta lomban akan dimulai dari tempat ini.



Di tanggal 8 Syawal, pesta lomban dimulai dari TPI Ujungbatu dengan arak-arakan ratusan kapal nelayan dan tak lupa larungan kepala kerbau yang sudah disembelih di hari sebelumnya. Sebelum berangkat, ada pembacaan doa oleh pemuka agama desa Jobokuto dan dihadiri oleh bupati Jepara beserta pejabat kabupaten lainnya.

Setelah dilarung, kemudian sesaji dibawa ke arah barat perairan Pulau Panjang. Setelah upacara larung selesai, perayaan syawalan dilanjutkan dengan pesta kupat dan lepet.

Lomban, Tradisi Syawalan di Bumi Kartini

Lomban merupakan tradisi masyarakat Jepara di tanggal 8 Syawal yang merupakan bentuk dari sedekah bumi. Di tanggal 8 Syawal ini, masyarakat Jepara dan sekitarnya merayakan bodo kupat (lebaran ketupat) dengan menyediakan ketupat, opor ayam, dan lepet. Dimana di tanggal 1 Syawal, sebagian besar masyarakat Jepara tidak menyediakan ketupat opor.

Lomban bisa disaksikan di sekitar Pantai Kartini Jepara. Dan saat lomban terselenggara, banyak juga pengunjung dari luar Jepara yang ingin menyaksikan tradisi sedekah laut ini lebih dekat.



Lomban sendiri berasal dari 'lomba-lomba' yang bermakna dulunya masyarakat Jepara yang berprofesi sebagai nelayan berlomba-lomba dalam mengadakan sedekah laut. Tetapi, ada pula yang mengatakan bahwa kata lomba berasal dari kata 'lelumban' atau bersenang-senang, yang bermakna masyarakat Jepara bersenang-senang setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

baca juga: Pesta Baratan


Pesta Lomban

Lomban sendiri dimulai pada tanggal 7 Syawal, yaitu dengan menggiring seekor kerbau untuk disembelih dan diambil kepalanya. Mulanya seekor kerbau diarak mulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu hingga menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto.

Setelah proses penyembelihan kerbau, sore harinya dilanjutkan dengan ziarah ke makam sesepuh nelayan Jepara, yaitu Cik Lanang di kelurahan Bulu dan Mbah Ronggo di Ujungbatu. Di malam hari akan diadakan pagelaran wayang kulit di TPI Ujungbatu dan pagi harinya pesta lomban akan dimulai dari tempat ini.



Di tanggal 8 Syawal, pesta lomban dimulai dari TPI Ujungbatu dengan arak-arakan ratusan kapal nelayan dan tak lupa larungan kepala kerbau yang sudah disembelih di hari sebelumnya. Sebelum berangkat, ada pembacaan doa oleh pemuka agama desa Jobokuto dan dihadiri oleh bupati Jepara beserta pejabat kabupaten lainnya.

Setelah dilarung, kemudian sesaji dibawa ke arah barat perairan Pulau Panjang. Setelah upacara larung selesai, perayaan syawalan dilanjutkan dengan pesta kupat dan lepet.







Dokter di Novel Birunya Skandal



Susan susan susan
Besok gede mau jadi apa
Aku kepingin pinter
Biar jadi dokter

Kalau kalau benar
Jadi dokter kamu mau apa
Mau suntik orang lewat
Jus jus jus

(Cita-Citaku, Susan dan Ria Enes)

Jika kita bertanya kepada anak-anak yang masih berumur 5 tahunan tentang cita-citanya, sebagian akan menjawab ingin menjadi dokter. Baik anak zaman dahulu maupun zaman sekarang, menjadi dokter merupakan cita-cita terbesar anak. Meski dengan berjalannya waktu, cita-cita tersebut akhirnya kandas juga.

Karena profesi dokter begitu populernya di mata anak-anak. Sejak dini pun kita harus mengenalkan profesi lainnya. Bisa dengan cara tour de talent, membacakan buku tentang profesi, ataupun mengenalkan alat-alat yang dipakai melalui mainan edukatif.

Kembali lagi ke profesi dokter,

Bahwa kita tahu, profesi dokter ini sangat mentereng di mata masyarakat. Bahkan sebagian orang tua memiliki ambisi untuk menyekolahkan anaknya di bagian medis ini. 

Dokter, yang menurut orang-orang bisa menyembukan orang sakit dengan segala kepintarannya. Sekarang bahkan ada anggapan masyarakat tentang kecocokan jika berobat di dokter ini akan sembuh. Jika berobat di dokter yang lain susah sembuhnya. Anggapan ini mungkin hanya sugesti dari masyarakat, tanpa melihat kuasaNYA. Jangan sampai hanya karena anggapan ini, kita menjadi orang yang menyekutukanNya.

Tindakan media yang kemungkinan menyebabkan pasien kehilangan nyawanya, cacat, ataupun tidak sembuh paling banyak yang dikeluhkan masyarakat. Tindakan yang berisiko tinggi memerlukan persetujuan tertulis yang disepakati oleh kedua belah pibak. Boleh keluarga pasien menuntut ganti rugi, jika tindakan menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang dialami pasien. Tentu saja dengan membuktikan adanya kesalahan atau kelalaian dalam tindakan yang dilakukan dokter.

Dalam masyarakat, dokter pun sama halnya dengan profesi lainnya. Memiliki keluarga, terlebih bagi dokter perempuan yang memiliki anak. Mungkin ada kebimbangan dalam hati, dengan profesional dilakukannya tugas sebagai istri dan ibu di rumah, di bagian lain dengan sepenuh hati harus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan pasiennya.

Bagaimanapun, dengan adanya profesi dokter ini dapat membantu kita dalam mengatasi masalah kesehatan yang menimpa diri dan keluarga kita.

Diilhami dari novel Mira W yang berjudul Birunya Skandal

LGBT, Salahkah Mereka?

Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender yang sering disingkat dengan nama LGBT. Merupakan suatu orientasi seksual yang seringkali dianggap menyimpang dalam masyarakat. Perilaku-perilaku tak lazim dan terkesan 'aneh' dalam masyarakat membuat kelompok-kelompok ini cenderung lebih menyukai dunianya bersama komunitasnya karena lebih dianggap 'ada' dibanding dalam masyarakat umum yang terkadang cenderung mengucilkannya.



Orientasi seksual merupakan suatu ketertarikan secara emosional dan seksual terhadap jenis kelamin tertentu.

Meski dalam masyarakat Indonesia, lebih banyak mengenal heteroseksual (ketertarikan dengan lawan jenis). Akan tetapi, banyak pula yang masuk dalam homoseksual dan biseksual.

Homoseksual
Merupakan salah satu jenis orientasi seksual, dimana seseorang memiliki ketertarikan secara emosional dan seksual dengan sesama jenis. Untuk laki-laki yang lebih memiliki ketertarikan kepada sesama laki-laki dinamakan gay. Sedangkan perempuan yang memiliki ketertarikan kepada sesama perempuan dinamakan lesbian.

Biseksual
Dimana seseorang memiliki ketertarikan dengan sesama ataupun lawan jenisnya.

Mengapa ada LGBT? 
Bukankah sudah termaktub dalam Al quran
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (Q.S.Ar Ruum:21)

Dalam Al quran sudah dijelaskan bahwa setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan dan setiap orang sudah ada pasangannya, seperti kunci dengan gembok. Bukan kunci dengan kunci ataupun gembok dengan gembok.

Bukankah sudah diciptakan bahwasanya laki-laki berpasangan dengan perempuan. Bukan dengan sesama laki-laki ataupun dengan sesama perempuan. Dengan dalih hak asasi manusia, terkadang hal yang dianggap berlawanan arus dengan budaya Indonesia masih terus diperjuangkan. Beberapa dari mereka memilih memperjuangkan hak mereka seperti yang terjadi di beberapa negara, seperti Perancis ataupun Amerika Serikat yang terlebih dahulu melegalkan pernikahan sejenis.

Kondisi agar lebih diakui dan diterima dalam masyarakat membuat mereka terus melangkah mencari alternatif agar hak mereka terpenuhi dalam masyarakat. Beberapa komunitas, seperti komunitas gay sudah menunjukkan taringnya bahwa mereka ada dan anggota mereka pun tidak bisa dibilang dalam jumlah yang sedikit.

Budaya masyarakat Indonesia yang kental dengan norma kesusilaan, menganggap kelompok LGBT ini merupakan suatu kelompok yang tak lazim, dianggap menyalahi kodrat sebagai manusia. Dengan hukuman dari masyarakat berupa cemoohan bahkan pengucilan dalam masyarakat.

Lalu, mengapa bisa sampai ada LGBT dalam masyarakat?
1. Genetik
Kromosom merupakan suatu struktur pembawa gen. Dimana laki-laki memiliki kromosom XY dan perempuan memiliki kromosom XX. Terkadang tiap orang memiliki kecenderungan berbeda karena struktur gen yang dimilikinya pun tak sama dengan orang lain. Ada yang lebih bersifat maskulin, adapula yang cenderung feminin. Akan tetapi, untuk orang yang berlawanan arah dari jenis kelaminnya, belum tentu bisa dikatakan memiliki orientasi seksual negatif. Bisa saja yang mereka rasakan hanya emosional saja, sedang orientasi seksualnya masih dalam jalur heteroseksual.

2. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi menjadi salah satu dari faktor utama pemicu seseorang memiliki kecenderungan sebagai biseksual ataupun transgender. Meskipun kaum biseksual lebih didominasi kaum pria, faktor ekonomi yang menuntut mereka harus menafkahi keluarga menjadi sebab utama seorang pria melakoni peran seksual dengan sesama jenisnya.

3. Faktor Lingkungan
Pola asuh dari orangtua, minimnya pengetahuan seksualitas, dan pengaruh lingkungan luar mempengaruhi emosi dan peran seksual yang tidak lazim dalam masyarakat. Peran orangtua dalam mendidik anak mempunyai peran vital dalam menentukan identitas diri anak sejak dini.

#onedayonepost
#nonfiksi
#tantanganartikel

Tembakau dan Rokok

Tembakau, salah satu hasil perkebunan yang dimanfaatkan daunnya menjadi bahan baku utama dalam pembuatan rokok di Indonesia. Tanaman dengan nama ilmiah Nicotina tabacum ini merupakan tanaman dengan kadar nikotin tertinggi dibanding dengan tanaman yang lain.



Di Indonesia sudah banyak daerah penghasil tembakau. Sebagai contoh, Temanggung sebagai daerah penghasil tembakau terbaik. Dan sekarang pun saya lihat di daerah Demak juga terdapat ladang tembakau.

Dalam proses penjualan tembakau, daun tembakau yang akan dijual harus dikeringkan dengan sinar matahari terlebih dahulu kemudian dirajang kecil-kecil baru kemudian dijual. Apakah petani tembakau di Indonesia memiliki tingkat kemakmuran yang tinggi?

Meski di Indonesia rokok dijual tidak semahal harga rokok di negara-negara maju. Tapi harga rokok di Indonesia cukup membuat ekonomi keluarga menjadi kalang kabut. Rokok dengan harga paling murah Rp 15.000,00 per bungkus cukup untuk membeli lauk bergizi dalam sehari. Untuk masyarakat kalangan atas, mungkin tak masalah dengan harga rokok yang makin melambung. Tapi untuk masyarakat kelas bawah, berhenti merokok adalah salah satu jalan menyelamatkan keadaan ekonomi keluarga.

Tembakau sebagai bahan baku rokok pun tak lantas dibeli dengan harga tinggi. Dimana rokok sebagai salah satu penyumbang pajak terbesar di Indonesia hanya dibeli dengan harga ala kadarnya. Hingga petani-petani tembakau pun tak mampu mencicipi nikmatnya kemakmuran.

Tembakau sebagai bahan utama pembuatan rokok dan cerutu ini memiliki banyak pecandu. Indonesia terkenal dengan perokok dengan jumlah terbanyak di dunia. Prevalensi perokok yang terus meningkat setiap tahun ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga dari jumlah penduduk di Indonesia merupakan perokok aktif. Dimana prevalensi perokok dewasa (lebih dari umur 15 tahun) merupakan terbesar di dunia.

Seperti yang kita ketahui bahwa merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar adanya penyakit-penyakit tidak menular. Seperti kanker paru,  jantung, impotensi, bahkan bisa menyebabkan kematian. Bukan hanya perokok aktif saja yang menanggung dampaknya. Perokok pasif malah lebih besar harus menanggung dampak dari menghirup asap rokok.
Bayi dan balita yang berada dalam lingkungan keluarga dengan asap rokok pun memiliki risiko tinggi terkena penyakit saluran pernapasan. Selain karena masih berkembangnya sistem imunitas tubuhnya, benda di rumah yang terpapar oleh asap rokok (third hand smoke) pun turut andil dalam hal ini.

Jangan ngaku keren, jika Anda adalah perokok

Dampak merokok selain membahayakan kesehatan pun seringkali dianggap sebagai kerugian finansial terbesar. Penyakit akibat merokok sudah terlalu banyak. Bahkan wacana jaminan kesehatan di Indonesia sudah tidak lagi menerima penyakit akibat merokok, sehingga pasien harus membayar menggunakan uang pribadinya sendiri. Pun jumlah uang yang telah dikeluarkan untuk membeli rokok dalam sebulan, anggap saja harga rokok yang dibeli seharga Rp 15.000,00
Selama sebulan : 30 x Rp 15.000,00 = Rp 450.000,00
Selama setahun : 12 x Rp 450.000,00 = Rp 5.400.000,00
Lumayan kan, jika tiap tahun bisa save uang sebanyak 5,4 juta. Dana yang digunakan untuk merokok bisa dialokasikan ke dalam hal lain. Seperti peningkatan gizi keluarga ataupun untuk investasi pendidikan anak. Cukup dengan membeli protein hewani setiap hari dan untuk jatah bayar SPP anak tiap bulan. Hingga tiap ada uang yang terbuang sia-sia. Dan semua itu belum termasuk biaya pengobatan akibat dampak rokok. Sungguh luar biasa kerugian yang akan kita alami.



Jadi, tinggal kita pilih mau hidup lebih sehat dan sejahtera atau membuang uang demi kenikmatan sesaat?

#onedayonepost
#nonfiksi

Merajut Mimpi

Impian menjadi salah satu rencana jangka panjang seseorang.

Source: hillsidechurch.org


Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik di hari esoknya. Mempunyai mimpi-mimpi yang baik menjadi salah satu hal yang ingin dicita-citakan. Tak harus yang membuat orang tercengang dengan mimpi-mimpinya. Bahkan untuk seorang ibu yang memiliki anak balita menginginkan bahwa anak balitanya bisa mandiri, sekedar bisa makan sendiri.

Seperti Firman Allah SWT
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18).

Dan juga dalam sebuah hadist
"Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Memiliki mimpi memang banyak sekali cara yang ditempuh, salah satunya adalah dengan berusaha dan tak lupa berdoa kepada Allah. Beberapa cara yang akan mengantarkan saya pada mimpi-mimpi saya:
1. Menulis mimpi walaupun mimpinya termasuk hal yang kecil, saya membuktikan saat kuliah. Saya menuliskan ingin mendapat beasiswa unggulan. Alhamdulillah Allah mengabulkan. Meski pada saat itu saya ingin setelah lulus langsung bekerja.
2. Berikhtiar, berusaha semaksimal mungkin dalam menggapai mimpi
3. Berdoa kepada Allah SWT

Memiliki banyak mimpi adalah hak setiap orang. Saya selalu bermimpi agar kehidupan saya menjadi lebih baik. Tentunya harus dibarengi dengan kemampuan diri agar hasil tak terlalu mengecewakan buat diri.

Di tahun 2018 ke depan, saya ingin merajut mimpi dengan dukungan keluarga kecil saya.

1. Menjadi ibu kebanggaan keluarga
Salah satu tagline Institut Ibu Profesional ini selalu saya genggam. Meski saya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga saya harus menjadi kebanggaan keluarga. Mulai mengikuti perkuliahan di Ibu Profesional yang sekarang ini sudah melewati setengah dari kuliah bunda sayang. Menerapkan ilmunya untuk selanjutnya saya aplikasikan di kehidupan sehari-hari saya.
Selain itu juga saya menerapkan ilmu berumah tangga ala Rasulullah, bahwa

"Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya." (HR. Abu Dawud)

2. Berkontribusi dalam sebuah buku antologi
Saya masih pemula di bidang kepenulisan. Mulai belajar menulis dari 'nol' saat pertama kali masuk di One Day One Post. Mulai belajar konsistensi menulis hingga sekarang mulai belajar peningkatan kualitas menulis.
Memang untuk sekarang saya masih berusaha meningkatkan kualitas menulis dan belum bergabung di komunitas menulis lain. Masih berusaha ingin masuk ke dalam odopfor99days dari Institut Ibu Profesional yang telah melahirkan buku-buku antologi. Berusaha semaksimal mungkin dalam peningkatan kualitas menulis, mulai dari EYD dan mengurangi bahasa gaul yang sering saya gunakan saat menulis di media sosial.

3. Memberikan kebermanfaatan
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Memberikan kebermanfaatan bagi orang lain menjadi salah satu impian saya di tahun mendatang. Ilmu yang saya peroleh tidak akan saya lepaskan sia-sia. Menjadi dosen tamu di sebuah stikes di kabupaten Kudus menjadi salah satu hal yang paling saya tunggu-tunggu. Dimana saya bisa melepaskan diri dari kepenatan rumah, juga sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri saya. Mulai mentransfer ilmu yang saya peroleh ke adik-adik mahasiswa menjadi poin kunci saya. Sederhana, dan hanya itu yang bisa saya lakukan.

4. Belajar Bahasa Inggris
Bahasa Inggris menjadi sesuatu yang saya takutkan setiap saya mengapply beasiswa. Kemampuan berbahasa Inggris saya yang pas-pasan menjadi alasan maju mundur saya setiap ada kesempatan mendaftar beasiswa. Mulai belajar bahasa Inggris from zero to hero di Sekolah Inggris yang diadakan secara online. Meski butuh waktu saya optimis 2-3 tahun lagi skor IELTS saya bisa mencapai batas minimum  seperti yang dipersyaratkan oleh lembaga penyedia beasiswa. Bukan hal yang muluk-muluk, saya hanya ingin meneruskan pendidikan doktor saya di dalam negeri, karena alasan klise masih bisa dekat dengan suami.

Mengakhiri di tahun ini dengan sebuah renungan dan mengawali di tahun depan dengan sebuah mimpi dan bacaan basmallah.

#resolusi2018
#nonfiksi
#onedayonepost

Pesta Baratan Jepara

Ratu Kalinyamat dalam Pesta Baratan

Pesta Baratan merupakan salah satu tradisi masyarakat Jepara untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Pesta Baratan ini sendiri biasa dilaksanakan pada malam tanggal 15 Syaban (nisfu syaban). Akan tetapi, tak hanya pesta baratan saja yang dilaksanakan untuk menyambut bulan Ramadhan di tanggal 15 syaban ini, adanya sholat tasbih berjamaah di masjid dan mushola pun dilaksanakan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Karena tanggal 15 Syaban pun bertepatan dengan adanya sholat tasbih berjamaah, biasanya pesta baratan ini dilaksanakan sebelum atau sesudah tanggal 15 syaban.

Baratan ini sendiri berasal dari kata baraah, yang mempunyai arti berkah atau keselamatan.

Acara ini dilaksanakan di desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, dimulai dengan doa bersama di masjid Al Makmur desa Kriyan, dilanjutkan dengan arak-arakan keliling kampung. Arak-arakan biasa diikuti oleh ratusan orang, yang terdiri dari pasukan sapu jagat, Ratu Kalinyamat, dayang, pasukan lampion, obor, puli, penabur bunga, tayub, wali kutub, pasukan Ratu Kalinyamat, prajurit Arya Panangsang, dan saka pariwisata.

Prajurit Ratu Kalinyamat

Pada malam nisfu syaban, biasa masyarakat Kalinyamatan membersihkan dan menghias masjid dan mushola dengan menyalakan lampion, yang terkenal dengan nama impes. Tak hanya masjid dan mushola saja yang dihias, rumah-rumah pun dihias dengan menggunakan impes.

Pada malam tanggal 15 syaban ini merupakan pergantian lembar catatan amal manusia  menjelang bulan Ramadhan, dan lembar catatan ini harus diisi lebih baik pada bulan Ramadhan. Maka dari itu, anak-anak dan remaja ikut membawa obor dan impes keliling kampung, dengan harapan seluruh amal catatan warga kampung menjadi lebih baik.

Dalam membawa obor dan impes keliling kampung, biasa anak-anak meneriakkan yel-yel atau sholawatan. Dan ada hal yang paling menarik, yaitu saat impes temannya terbakar, saat itulah keliling kampung dengan impes berakhir dan anak-anak bisa kembali pulang. Yel yang sering dikumandangkan adalah "tong-tong jik..."


Impes


Salah satu ciri khas dari pesta baratan adalah impes. Sejenis lampion sederhana, biasa terbuat dari kertas minyak berwarna-warni dan hanya muncul di pesta baratan saja. Impes dinyalakan memakai lilin dengan  tongkat/kayu untuk pemegangnya.

Penari lampion dengan impes

Puli

Salah satu ciri khas lagi dari pesta baratan adalah adanya makanan khas yang bernama puli. Konon kata puli berasal dari kata af'uli yang berarti maafkanlah.

Puli berasal dari beras ketan yang ditumbuk, dan dimakan bersama kelapa parut.

Para pembawa puli


YANG MUDA, SAATNYA BERWIRAUSAHA, SAATNYA BERAMAL


Sembilan dari pintu rezeki yang dibukakan Allah kepada umatNya adalah melalui bidang perniagaan. Maka tak salah jika seseorang yang melakakan kegiatan perniagaan ini atau lebih bisa disebut dengan pedagang memiliki rezeki yang lebih daripada seseorang yang bekerja di sektor lain.
Akan tetapi, rezeki yang kita peroleh dari bidang perniagaan ini bukanlah rezeki yang diperoleh dari cara yang menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain karena laba yang diinginkan besar. Tetapi rezeki yang diperoleh adalah rezeki yang halal.
Dalam suatu Hadist disebutkan:
Pedagang yang jujur amanatnya kelak di hari kiamat bersama-sama para Nabi, Shiddiqin & Syuhada”. (HR.Tirmidzi&Ibnu Majah)
Dalam sejarah para shahabat terdahulu sarat akan peran para pengusaha muslim yang dengan hartanya membantu perjuangan dan dakwah Islam. Bahkan bukan sesuatu yang aneh bila seorang pengusaha sukses di kalangan muslim, ia juga seorang ulama yang faqih dalam urusan agama dan politisi ulung yang piawai dalam mengurusi umat, seperti Abdurahman bin Auf r.a atau Utsman bin Affan r.a.
Bukan hanya Shahabat Nabi saja yang bergelut dibidang perniagaan. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun piawai dalam menggeluti bidang ini. Bahkan beliau termasuk pengusaha sukses yang dikenang sepanjang zaman.
Usaha Rasulullah ini bahkan dimulai saat usia beliau masih sangat belia, saat beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Di usia yang masih sangat belia inilah beliau diajarkan segala macam cara berdagang yang baik. Tentunya dengan menggunakan cara yang halal.
Dari pengalaman Rasulullah inilah yang menjadikan pribadi Rasulullah tangguh, bermental juang yang tinggi. Mental-mental inilah yang kita perlukan untuk menjadikan diri kita bermental pejuang yang tinggi seperti Rasulullah. Tentu saja mental seperti ini diperlukan jika kita ingin menjadikan diri kita sebagai pengusaha yang tangguh. Karena jika mental seperti ini tidak dimiliki oleh seorang pengusaha muda seperti kita ini, maka jika kita mendirikan sebuah usaha, maka usaha yang kita jalankan akan seperti mental kita. Mudah hancur dan akhirnya pailit. Jika mental kita tidak kuat seperti baja, maka untuk memulai usaha yang kesekian kalinya pun akan susah. Karena mindset kita sudah lemah, sehingga untuk memulainya ada perasaan takut gagal untuk usaha ini.
Padahal….
Dengan berwirausaha seperti ini, maka sebagian harta yang kita punya dapat kita infakkan untuk umat kita. Dengan berwirausaha, maka uang hasil usaha kita menjadi lebih. Apalagi usaha dengan omset yang besar. Penghasilan yang kita punyai inilah yang sebagian bisa kita infakkan untuk kemajuan umat kita agar bertambah lebih baik. Sehingga Islam di mata dunia ini kokoh dan maju dengan kebangkitan pengusaha mudanya yang dari sekarang melai bangkit.
Umat kita sungguh merindukan kehadiran pengusaha muda muslim yang berani menyuarakan perubahan. Perubahan menuju kehidupan dimana seluruh tatanannaya dibangun diatas fondasi yang selalu mengajak umat pada ketaatan kepada Sang Khaliq. Kehidupan dimana setiap orang bisa hidup layak dan sejahtera. Kehidupan yang memberikan peluang setiap orang untuk mengembangkan diri di berbagai bidang. Dan kehidupan yang akan membebaskan kita dari berhala kapitalisme-materialisme-sekulerisme yang kini menjerat kita.
Kita tahu bahwa sekarang, zaman sudah menuju zaman akhir. Banyak kondisi-kondisi umat Islam yang perlu kita ubah. Ghozwul Fikr atau yang biasa kita sebut dengan perang pemikiran. Perang pemikiran inilah yang obyeknya lebih ditujukan kepada kaum muslim muda, yang tentu jika muslim mudanya sudah terimbas pengaruh Ghozwul Fikr ini, maka akan berakibat pada kelanjutan muslim di masa mendatang.
Seperti kata Bung Karno, “Berikan saya sepuluh pemuda, maka saya bisa merubah dunia”.
Hal ini sama jika para muslim mudanya sudah terjangkiti virus-virus akibat Ghozwul Fikr, maka untuk berubah pun menjadi hal yang sulit. Hal pertama yang perlu kita wujudkan adalah merubah mindset para muslim muda untuk tetap berjuang di agama Allah.
Perjuangan ini tentu saja bukan perjuangan yang mudah. Butuh banyak bekal untuk menangkal hal ini. Salah satunya adalah dengan dana yang kita punya. Mustahil, jika kita mengadakan suatu kajian besar yang bisa menarik masa kaum muda muslim yang banyak dengan dana nol rupiah. Tentu saja kegiatan kajian ini tidak akan jalan dengan dana yang hanya nol rupiah. Berbeda dengan kajian yang berdana besar dan mengundang ustadz ternama, tentu kajian yang seperti ini, akan mengundang banyak orang yang ingin ikut mengaji di dalamnya.
Dana yang banyak, tidak bisa didapatkan jika tidak ada seseorang yang mempunyai penghasilan dan jiwa sosial yang tinggi untuk menyumbangkan sebagian uangnya tersebut.
Paling tidak jika seseorang sudah mulai berwirausaha, maka sebagian uang yang kita peroleh wajib kita zakatkan. dan untuk memenuhi sunnah Rasul pun harus kita infakkan. Infak yang biasa disumbangkan kepada lembaga yang mengurusi masalah infak ini pasti akan diserahkan kepada obyek yang tepat, misalnya untuk membantu membangun masjid atau mushola, ataupun untuk menyelenggarakan pengajian. Hal ini tentunya berguna untuk memajukan Islam di masa depan. Masa depan tidak ditentukan pada saat masa depan itu datang. Akan tetapi, masa depan ditentukan, pada saat sekarang juga. Kita pun juga, untuk meraih surga Allah tidak bisa ditempuh dengan cara yang instan, butuh perjuangan dan tenaga ekstra keras untuk mewujudkannya. Perjuangan untuk merubah kaum muslim menjadi yang lebih baik pun tidak bisa ditempuh dengan cara yang instan. Butuh perngorbanan yang dibutuhkan. Salah satunya adalah dengan uang yang kita punya. Jika kita memiliki banyak uang, maka kita tidak tanggung-tanggung untuk menginfakkan sebagian dana kita demi kemajuan Islam di masa mendatang. Memperoleh uang pun bukan perkara yang mudah dan cepat, karena tidak semua pekerjaan memperoleh hasil yang bisa digunakan untuk infak.
Untuk itulah, mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan “Fastabiqul Khoirot”.

Kerja Keras itu Ibadah

Bekerja keras, sejatinya adalah bagian dari ibadah kepadaNya. Bekerja keras merupakan salah satu sunnah Nabi. Orang yang bekerja keras demi kelangsungan hidup diri sendiri dan keluarga, bukan semata-mata mengais pundi-pundi uang, tapi juga tengah melakoni titah Ilahi dan saran Rasul yang mulia. Dan hal tersebut tentunya bernilai pahala.
            Dan setiap mereka mendapatkan derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tidak dirugikan”(QS. Al Ahqaaf(46):19)
            Dan tiap-tiap orang memperoleh derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (Al An’aam”132)
            Maka tak aneh, bila Nabi dan istrinya, Khadijah, kelak menjadi pengusaha yang sukses. Semua itu bukan semata-mata bekerja. Tapi diniatkan sebagai ibadah. Mereka berdua bahu-membahu menjalin kerjasama bisnis yang apik. Mereka berdua bekerja keras dalam berbisnis. Hal inilah yang kemudian ditiru dan digugu para sahabat Nabi.
            Sejarah mencatat banyak sekali sahabat Rasullulah yang kemudian terkenal sukses sebagai pengusaha muslim. Abu Bakar, Abdurrahman bin Auf, Ustman bin Affan, dan lain-lainnya adalah nama-nama yang lekat dengan kesuksesan.
            Tips Bekerja keras:
1.      Niatkan yang Kuat dan Lurus
Tanamkanlah di dalam lubuk hati bahwa bekerja keras bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri saja, tapi juga untuk orang lain, keluarga, dan lain-lainnya. Niat yang baik adalah separuh dari keberhasilan dari kerja keras yang telah kita lakukan. Niatkan kerja keras kita sebagai implementasi mengikuti titahNya.
2.      Mulailah dari Hal-Hal Kecil yang Kita Sukai
3.      “Ibda binafsik” (Mulailah dari diri sendiri)
Demikian kata pepatah bijak Arab. Karena itulah segala hal yang kita lakukan, mulailah dari diri sendiri. Bukan dari orang lain. Misalnya, jika kita seorang pimpinan perusahaan, kita mesti mencontohkan kerja yang baik kepada bawahan dari diri sendiri, bukan sekadar memerintah.
4.      Carilah Sumber-Sumber Rezeki yang Baik dan Halal
Yakni sumber rezeki yang tidak diharamkan syariat.
5.      Pantang Menyerah
Bila kegagalan menerpa diri kita sendiri, anggaplah itu sebagai salah satu ujian yang menguatkan diri kita menjadi pribadi yang kain kuat. Yang akan menjadikan pribadi yang tahan banting dan tidak cengeng. Sebab, suatu saat, kegagalan tersebut akan menjadi ilmu yang berharga bagi diri kita sendiri.
6.      Rajin Ibadah dan Berdoa
Semua yang kita cari adalah milikNya. Semua atas kehendak dan kekuasaanNya. Sukses atau tidaknya itu tergantung yang di atas. Karen aitulah, selepas bekerja keras, berdoalah kepadaNya. Mintalah secuil rahmatNya.
             Selama kerja keras yang kita lakukan itu baik dan bermanfaat, niscaya reward yang kita dapatkan bukanlah sekadar prestasi duniawi semata, tapi kelak akan memperoleh prestasi di akhirat yang dipertimbangkan Allah sebagai catatan amal baik. Sebab, kerja keras itu adalah ibadah. Dan kerja keras adalah salah satu tugas kita sebagai khalifah di bumi.