Snow White and The Seven Dwarfs

Alkisah, di sebuah negeri yang aman sentosa, ada seorang ratu yang tengah menyelesaikan jahitan bajunya. Sang ratu sedang membuat baju untuk anak yang sedang dikandungnya. Dari langit turun butiran-butiran salju menambah semangat sang ratu untuk segera menyelesaikan jahitan bajunya. Tiba-tiba, jarum menusuk jari sang ratu. Sang ratu kaget, darah mengucur dari jari sang ratu. Sang ratu berharap, "jadikan anakku seputih salju, semerah darah, dan sehitam kayu eboni".

Tak lama kemudian, sang anak yang didambakan sang raja dan sang ratu lahir ke dunia. Cantik dan manis. Mereka menamakannya "snow white", karena sang anak putih seperti salju.

Beberapa tahun kemudian, sang raja kembali menikah dengan seorang wanita cantik, tetapi wanita cantik yang dinikahi oleh sang raja ini mempunyai sifat yang buruk. Wanita yang kini menjadi ibu tiri sang putri salju ini memiliki cermin ajaib yang mengetahui semua hal di dunia, termasuk tentang kecantikan wanita sedunia.

Sang ratu bertanya kepada cermin ajaib, "wahai cermin, siapakah wanita yang paling cantik di dunia ini?"
Cermin tersebut menjawab, "tentu engkau sang ratu, engkau wanita paling cantik di dunia ini"

Tahun berganti tahun, putri salju tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kulitnya seputih salju, bibirnya merah semerah darah, dan rambutnya hitam seperti kayu eboni.

Sang ratu bertanya kepada cermin ajaib, "wahai cermin, siapakah wanita paling cantik di dunia ini?"
Cermin ajaib menjawab, "engkau wanita paling cantik di dunia ini sang ratu, tapi ada wanita lain yang jauh lebih cantik darimu, snow white".

Sang ratu marah. Bagaimana bisa ada wanita yang melebihi kecantikanku. Hatinya mulai muncul bibit-bibit dengki. Hati yang sudah terlalu kotor ini pun kemudian mulai menyusun strategi untuk menyingkirkan anak dirinya tersebut. Ya, untuk memenangkan ambisinya menjadi wanita tercantik di dunia.

Sang ratu kemudian memanggil seseorang untuk membawa putri salju ke hutan. Sang ratu berkata, "bawalah dia ke hutan, habisi dia, dan bawakan hatinya untukku".

Kemudian, putri salju diajak ke tengah hutan. Saat hendak dibunuh, putri salju berkata, "jangan bunuh aku, biarkan aku hidup di sini".

Pembunuh bayaran tersebut merasa kasihan kepada putri salju, ditinggalkannya putri salju di tengah hutan. Lalu, dia membunuh seekor babi hutan dan diambillah hati babi tersebut untuk sang ratu.

Putri salju ketakutan, dia mulai kelaparan dan lelah. Tak lama kemudian, dia melihat sebuah gubuk tua di tengah hutan. Dihampirinya gubug tersebut, ternyata di sana tersedia tujuh buah kasur yang sangat nyaman. Dilihat pula di atas meja, tersedia berbagai macam buah-buahan. Putri salju yang lapar akhirnya memakan semua buah yang ada di atas meja. Badannya yang lelah pun langsung ia sandarkan di kasur kecil di gubug tersebut.

Menjelang malam, tujuh orang kurcaci masuk ke dalam gubug tersebut. Amat kaget mereka, rumah kotor, makanan di meja habis, dan kasur mereka pun kotor. Lalu, mereka menemukan seorang putri cantik sedang tidur di salah satu kasur terbesar mereka. Kurcaci tersebut terpukau dengan kecantikan putri salju, karena iba mereka membiarkan putri tidur di gubug mereka.

Keesokan paginya, putri salju bangun. Kegetlah ia melihat ada 7 orang makhluk kerdil berada di sekelilingnya. Putri salju bertanya, "siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini?" salah satu dari ketujuh kurcaci tersebut menjawab, "kami tujuh kurcaci dan ini rumah kami".

Kemudian putri salju menceritakan mengapa ia bisa sampai di gubug kurcaci. Putri salju pun bercerita tentang kejamnya ibu tirinya.

Sang kurcaci memberi nasehat, "kamu boleh tinggal di sini, tapi kamu harus membersihkan rumah kami. Dan jangan sampai ada tamu yang singgah di rumah ini. Tetaplah di rumah dan jangan kemana-mana sampai kami semua tiba"

Di istana, sang ratu yang jahat kembali bertanya kepada cermin ajaibnya, "wahai cermin ajaib, siapa wanita yang paling cantik?"
Cermin ajaib menjawab, "engkau wanita paling cantik ratuku, tapi ada wanita lain yang lebih cantik darimu, ia tinggal bersama tujuh kurcaci di tengah hutan".

Sang ratu geram, ia lalu mencari tahu siapa wanita cantik yang dimaksud cermin ajaib tersebut. Ia lalu menuju hutan, dicarinya rumah kurcaci dan betapa kaget nya ia saat ia tahu bahwa wanita cantik yang dimaksud cermin ajaib tersebut adalah anak tirinya.

Sang ratu kembali ke istana, ia menyusun strategi untuk kembali menyingkirkan putri salju.

Tak lama kemudian, sang ratu kembali ke tengah hutan. Kali ini ia menyamar sebagai nenek tua dan ia membawa sekeranjang apel merah yang segar. Ia menuju dekat ke gubug kurcaci. Ia pura-pura terjatuh untuk mengelabui putri salju. Sang ratu merintih kesakitan. Putri salju yang mendengar dari dalam gubug berkata, "sungguh kasihan engkau nek, tapi maaf pemilik rumah ini melarangmu untuk meninggalkan rumahnya meski cuma sebentar".

Nenek tersebut menjawab," tolong cu, nenek sudah tak kuat lagi"
Nenek tersebut kemudian merayu putri salju untuk keluar dari rumahnya.



Putri salju merasa iba, dia keluar dari gubug kurcaci dan menolong nenek tua tersebut. Kemudian putri salju mengajak nenek tersebut ke rumah kurcaci, mereka berbincang-bincang akrab. Sang nenek hendak pulang, sebelum pulang sang nenek mengucapkan rasa terima kasihnya dan memberikannya apel merah yang segar kepada putri salju. Saat putri salju memakannnya, kemudian ia merasa pusing. Tangan dan kakinya gemetar dan kemudian dia terjatuh.

Betapa kagetnya tujuh kurcaci tersebut ketika mereka pulang dan menemukan putri salju tidur di lantai. Kemudian mereka bersedih, tapi salah satu di antara mereka berkata, "Putri tidak mati, dia hanya tertidur".

Tujuh kurcaci tersebut membawa putri salju yang tertidur ke sebuah bukit di hutan tersebut. Satu per satu dari mereka bergantian menjaga sang putri siang dan malam. Hingga salah satu dari ketujuh kurcaci tersebut menaruh hati pada sang putri.

Kurcaci tersebut mulai jatuh cinta pada putri salju, dipegangnya tangan putri salju yang masih tetap halus dan putih. Lalu, ia berkata, "Putri, meski aku bertubuh kerdil seperti ini, tapi aku ingin engkau tahu bahwa aku sungguh mencintaimu".

Seketika itu, tubuh kerdil si kurcaci berubah menjadi seorang pangeran tampan. Pangeran tersebut menyentuh pipi sang putri, dan ajaib. Putri tidur siuman, wajah cerah. Ia melihat seorang pangeran tampan di depannya. Sang putri lalu mengucapkan rasa terima kasihnya ke Pangeran tersebut. Tapi, pangeran menyangkal bahwa sebenarnya dialah yang harus berterima kasih pada sang putri. Karena sang pangeran telah kembali ke wujudnya yang sebenarnya setelah dia dikutuk oleh seorang wanita jahat, yang ternyata wanita tersebut adalah ibu tiri putri salju.

#tantanganpekanketiga
#onedayonepost

Comments

Popular posts from this blog

Review: Masker Beras Series Byvazo

5 Area dalam Metode Montessori

Spot Foto Ciamik di Wana Wisata Sreni