Spot Foto Ciamik di Wana Wisata Sreni



Kata 'wana' dalam bahasa Jawa berarti hutan. Ya, hutan wisata Sreni. Terletak di jalan Sreni Indah desa Bategede kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara. Berada di lereng gunung Muria, wana wisata Sreni merupakan tempat yang sejuk dan nyaman untuk berekreasi.

Wana Wisata Sreni, merupakan hutan lindung yang didominasi oleh pohon pinus yang usianya cukup tua. Terlihat saat angin berhembus, pohon akan ikut bergoyang. Dan wisatawan diharapkan untuk berwaspada karena dimungkinkan adanya pohon yang runtuh.

Akses menuju Sreni sangatlah mudah. Bisa melewati Perempatan Mayong menuju desa Datar-desa Bandung-desa Bategede. Melewati jalur ini sangatnya nyaman, jalan sudah beraspal dengan baik. Dan panorama yang disajikan sangatlah indah. Sebagian besar di kedua sisi jalan merupakan rumah warga, yang kemudian ada ladang dan pepohonan, sehingga tampak sedang berada di suatu bukit.



 Yang kedua adalah melewati perempatan Nalumsari, tinggal mengikuti papan penunjuk jalan sampailah di Sreni. Untuk jalur ini pun sudah beraspal dengan baik. Hanya saja untuk menikmati panorama bukit dan pegunungan kurang didapatkan saat melewati jalur ini.

Memasuki gerbang wana wisata Sreni dikenakan retribusi sebesar lima ribu rupiah. Menurut saya, cukup mahal dibanding wisata alam pegunungan lain yang berada di Jepara yang hanya dibandrol per motor 3-5 ribu rupiah. Ini kali kedua saya berwisata ke Sreni dalam setahun ini, berbeda dengan yang kali pertama tidak dikenakan retribusi.

Retribusi dikenakan karena tempat wisata ini sudah diperbaiki, ada beberapa rumah pohon dan beberapa spot foto yang instagramable. Selain itu, di sini kita bisa berkemah, ada pemandian  Sendang Joyo Kusumo dan ada tempat berziarah ke makam Mbah Surgi Wali. Sayangnya, kali ini saya tidak sampai ke Sendang Joyo Kusumo karena jalan licin dan lumayan jauh.

Beberapa spot foto yang di Wana Wisata Sreni:

1. Bukit Cinta

Spot ini ada di sebelah kiri saat memasuki gerbang masuk. Spot foto yang instagramable dan bisa digunakan untuk foto keluarga.


2. Rumah Pohon
Ada beberapa rumah pohon di sini. Sekitar 5 rumah pohon yang tangga menuju ke atas cukup tinggi menurut saya. Untuk yang membawa anak pun harus ekstra hati-hati karena sebagian tidak ada pegangan tangan. Dan di rumah pohon harus ekstra waspada untuk yang mengajak anak ke atas, karena penghalang hanya di atasnya saja dan tidak bisa digunakan bersandar untuk anak. Kesemua rumah pohon ini ada batas maksimal yang diperbolehkan naik, yaitu untuk tiga orang saja.



3. Gardu Cinta


Spot ini yang paling banyak dicari. Bertuliskan I (heart) U merupakan spot foto paling menarik, apalagi di belakangnya nampak sebuah bukit dan lereng yang pemandangannya TOP.




4. Tulisan di pohon
Berada di gerbang masuk, banyak tulisan kayu yang ditempel di pohon-pohon pinus yang isinya tentang anak muda masa kini. Bisa digunakan untuk berfoto, tulisannya terlihat jelas dan colorful.

#onedayonepost
#nonfiksi

Comments

  1. Sekarang Sudah bnyak hutan pinus yang disulap mnjadi tempat wisata ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul mbak dew. Cuma terkadang di hutan gak ada fasilitasnya, tapi tetep aja pengunjungnya banyak. Hehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Masker Beras Series Byvazo

5 Area dalam Metode Montessori