RCO Makin Keren



RCO atau Reading Challenge ODOP merupakan sebuah program dari komunitas ODOP untuk membiasakan para anggotanya memiliki kebiasaan membaca. Ya, karena untuk menulis pun kita harus banyak-banyak membaca, bisa sebagai referensi, bisa juga sebagai penambah ilmu kita di bidang kepenulisan.

Baca juga : Kesan RCO #2

Dan di hari ini adalah hari terakhir RCO #3, dimana RCO kedua yang saya ikuti setelah RCO #2. 

Baca juga: Ikut RCO Lagi

Sebenarnya, dulunya saya suka baca, terutama baca novel. Tapi semenjak punya anak jadi seperti tak punya banyak waktu untuk membaca. Gimana mau baca, lha buku yang dipunya itu-itu aja. Hehe

Setelah ikut ODOP, mata saya kembali berbinar-binar karena menemukan apa yang aku ingin lakukan sejak dulu. Dan saat itu, aku ikut RCO #2 dan lulus. Yeey...

Setelah RCO #2, tak disangka dengan cepat muncullah RCO #3. Dan tak kusangka ternyata pesertanya membludak. Sampai berlembar-lembar pije RCO merekap. Karena adanya seleksi alam, pesertapun berguguran.

Ada yang menarik di RCO #3 kali ini, target membaca per harinya lumayan menguras waktu dan pikiran, minimal 40 halaman per hari. Dan ketika lagi tak semangat membaca agak berat. Apalagi kalau buku yang dibaca buku nonfiksi, butuh konsentrasi dan perhatian khusus untuk menyelesaikan target harian ini.

Tantangan awal hingga tantangan ketiga menurutku lumayan mudah. Dibanding dengan RCO #2 kemarin yang tantangannya bikin sakit perut. Apalagi dulu tak punya banyak buku dan belum unduh aplikasi i-pusnas. 

Yang paling mengejutkan dari RCO #3 ini adalah tantangan terakhirnya. Bikin puisi dari buku biografi yang dibaca. Berat banget ini, coba kalau aku jadi Dilan, bikin puisi semenit pasti jadi. Sayang aku bukan Dilan, bikin puisi pun harus semedi 2 hari dulu baru publish di facebook. Ya, meski dengan kualitas puisi yang tak ada bagus-bagusnya juga. 😢

Tantangan yang bikin sakit kepala adalah membaca buku bahasa Asing. WOW BGT ini. Karena di rumah sekarang yang aku punya cuman buku bekas zaman kuliah. Yowes, yang kubaca mau tak mau buku itu. Dengan tebal 400an halaman, baca buku ini butuh konsentrasi tinggi. Untungnya saya sudah sedikit tahu isi bukunya, jadi tak terlalu susah saat diminta membuat tantangan resume buku. 😁

RCO kali ini emang bener-bener TOP MARKOTOP deh. Tantangan tiap level sudah berjenjang. Dari level rendah hingga ke level tertingginya.

Semoga dengan RCO kedua kalinya ini membuatku tak berhenti membaca, meskipun sudah selesai programnya.

Sukses terus buat RCO...

Comments

  1. Semoga masih bisa bertemu di RCO 4 ya mbak 😂

    ReplyDelete
  2. Aamiiin. Emang itu outputnya ya Mbak: Rajin baca tanpa ditantang2 lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak. Harusnya lebih lama lagi ini programnya. Biar bisa jadi kebiasaan 😁

      Delete
  3. Ini namanya nggk bersyukur mbak....masa pengen jadi Dilan wkwkwkwk....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tak mungkin juga lah aku jadi Dilan. 😣 Aku berjilbab sedang dia bercelana 🙊

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review: Masker Beras Series Byvazo

5 Area dalam Metode Montessori

Spot Foto Ciamik di Wana Wisata Sreni