Daerah Kekuasaan Kucing

Yang di rumah pelihara kucing atau ada kucing yang sering menjajah rumah pasti sebel banget kalau menemukan kucing sedang BAK sembarangan. Selain bau pesing, pastinya pipisnya si kucing bikin najis.

Lalu, apakah semua kucing akan berperilaku yang sama?

Ternyata tidak semua kucing memiliki kebiasaan BAK sembarang. Kucing jantan memiliki kecenderungan untuk melakukan BAK sembarangan. Atau kalau dalam istilah dinamakan spraying.



Spraying merupakan salah satu cara kucing untuk menandai daerah kekuasaannya, biasanya kucing menyemprotkan air kencingnya di suatu tempat dalam volume air kencing yang amat sedikit dibanding dengan BAK kucing sesungguhnya. Spraying ini hanya dilakukan oleh kucing jantan dalam rangka menandai wilayah kekuasaannya dari para kucing jantan lainnya.

Baca Juga : Tentang Kucing


Bagaimana jika ternyata salah satu bagian rumah menjadi daerah kekuasaan kucing?

Bagi yang memelihara kucing di rumah, terutama kucing jantan, harus ekstra waspada pada najis jika sewaktu-waktu salah satu bagian rumah menjadi tempat spraying si kucing. Biasanya kucing yang melakukan spraying merupakan kucing dewasa, jika kucing masih kitten (usia di bawah 1 tahun), kucing hanya melakukan BAK sembarang jika tidak diajarkan BAK di tempatnya sedini mungkin.

Jika mempunyai kucing jantan yang sudah dewasa, harap diperhatikan bagian rumah dan perabot yang biasanya digunakan kucing untuk melampiaskan fitrah kekucingannya tersebut. Biasanya kucing akan melakukan spraying di pintu almari, tembok rumah yang menurutnya strategis, bahkan kucing juga melakukan spraying di kendaraan pribadi.

Mengetahui Obyek Spraying Kucing

Aroma yang ditimbulkan tentunya akan sangat mengganggu kenyamanan kita, dan kita pun harus tahu bagian mana yang sering dijadikan obyek spraying si kucing. 

Jika kita sudah mengetahui obyek spraying kucing, kita harus dengan sigap membersikannya. Selain untuk menghilangkan najis, membersihkan bekas spraying kucing juga bertujuan untuk mencegah agar kucing tidak lagi melakukan hal yang sama di tempat tersebut.

Membersihkan Bekas Spraying ala Saya

Membersihkan bekas spraying kucing tentunya harus memperhatikan cara membersihkan najis. Meski tidak seberat najis mugholadoh, tetap membersihkan najis kucing harus sempurna. Caranya pun hampir sama dengan membersihkan najis pada umumnya.

Pertama, bersihkan najis bekas spraying kucing. Biasanya bekas spraying hanya sedikit, dan karena jangkauan spraying kucing cukup luas dan terkadang kasat mata, membersihkannya tentu saja dengan  perkiraan luas spraying si kucing. Media yang paling simpel digunakan adalah dengan tisu, meski tak ramah lingkungan. Selain simpel, dengan tisu maka kita tidak perlu lagi membersihkan najis jika membersihkannya menggunakan kain.

Kedua, guyur dengan air. Untuk tempat bersih dan suci, gunakan air yang bersih dan mensucikan. Dan jangan lupa setelah itu keringkan. 

Ketiga, untuk mencegah kucing tidak melakukan spraying lagi. Gunakan pewangi sampai bau pesing bekas spraying kucing hilang. Meski kita sudah tidak mencium bau pesing, kucing tetap bisa mencium bekas sprayingnya. Kita bisa menggunakan beberapa pewangi. Biasanya saya menggunakan karbol, pemutih, dan terakhir saat mengepel saya gunakan cairan pewangi lantai. Dan jika kondisi lantai sudah kering, biasanya saya semprotkan parfum ruangan ke bagian bekas spraying kucing.

Bagaimana pun spaying merupakan salah satu fitrah kehewanan kucing yang alami dalam rangka mempertahankan fitrahnya sebagai kucing. Dengan spraying kucing memiliki kemampuan alami dalam mempertahankan diri dan daerah kekuasaannya. 

Bagi para pemilik kucing, spraying juga bisa diartikan kucing jantan sudah mengalami fase kucing dewasa. Biasanya kucing akan mengalami fase spraying yang pertama kalinya pada umur sekitar 9-12 bulan. Dengan spraying inilah kucing akan tumbuh dan berkembang sebagai kucing peralihan dari kitten menjadi kucing adult (atau dalam fase manusia dinamakan fase remaja). Pada fase inilah kucing jantan juga bersiap mencari kucing betina untuk melakukan perkawinan.

Meskipun kondisi seperti ini sangat menjengkelkan para pemilik kucing. Ketahuilah bahwa memukul kucing sangat dibenci Rasulullah. Maka dari itu, bagi yang sedang memelihara kucing, peliharalah kucingmu sebaik mungkin dan berikan kasih sayang kepada kucing karena bagaimanapun kucing juga memerlukan kasih sayang dari pemiliknya.


Comments

Popular posts from this blog

Wardah Aloe Vera Gel : Satu Gel untuk Semua Kebutuhan

Review: Masker Beras Series Byvazo

Wardah Everyday Fruity Sheer Lip Balm