Ngeblog dan Berpikir Kritis, Adakah Hubungannya?

Gambar
Terkadang saya sering memikirkan bagaimana cara agar tetap produktif dalam membuat postingan di blog. Apalagi saat buntu dalam memikirkan ide untuk konten, bisa lebih dari seminggu tidak update dan inilah yang membuat malas untuk menulis kembali.Tapi, kalau blog yang sudah dibuat ini tak ada isinya. Lantas, hampir mirip dengan rumah tak lagi dihuni kali ya? Ya, jangan sampai dihuni sarang laba-laba deh ya.Salah satu yang paling sulit dalam membuat postingan di blog adalah memikirkan tema yang akan dibuat. Bagi pemilik blog yang sudah memiliki 1 niche mungkin agak ringan kali ya untuk menentukan satu postingan yang akan dibuat, meski kadang juga pasti mengalami writers block juga.Tetapi, bagi yang masih memiliki niche campuran, membuat postingan di blog pastinya membutuhkan postingan yang fresh. Nah, salah satunya adalah dengan mengungkapkan opini berdasarkan hal yang kita sukai.Beropini bukanlah perkara yang mudah. Dengan beropini berarti melatih kita untuk berpikir kritis pada salah …

Jurnal Fasilitator : Memahami Gaya Belajar Anak

Late post banget ini nih. Sebenernya materi ini sudah selesai bulan kemarin, tapi baru sempet saya tuliskan sekarang.



Memahami Gaya Belajar Anak

Menjadi materi paling dagdigdug selama 4 materi kemarin. Selain banyak kejadian unik yang sebenarnya tantangan kali ini butuh mengeksplor lebih lanjut agar tak memiliki kesimpulan yang keliru mengenai gaya belajar anak. Dan yang paling penting sebelum mengenali gaya belajar anak, kita harus mengenali gaya belajar kita sendiri.

Dengan mengenali gaya belajar kita sendiri, maka secara tak langsung kita belajar memahami diri sendiri (materi matrikulasi nih). Sehingga ketika kita memahami gaya belajar anak tidak akan menemukan kesulitan yang berarti.

Kondisi Kelas

Di kelas kami belum semuanya memiliki anak. Ada yang memahami gaya belajar sendiri, bahkan ada yang memahami gaya belajar pasangannya. Eaaa.. 

Dan banyak hal menarik yang ditemukan ketika aliran rasa dikumpulkan. Ada yang tercyduk karena selama ini menganggap gaya belajar anak A,dan banyak juga yang telah menginspirasi teman-teman lainnya.



Peer Group pun menjadi rame. Karena peer group juga menjadi sarana sharing antar peserta, sehingga dalam menjalani tantangan ini peserta lain bisa saling membantu dan menyemangati teman-temannya yang lain.


Meski beberapa peserta yang semula mendapatkan badge OP gagal karena gagal setor, tapi beberapa yang lain berhasil memperoleh badge OP untuk yang pertama kalinya. 

Karena bener banget nih bahwa ketika mendapat tantangan harus ada target yang harus dicapai.


Meski yang mengapresiasi tulisan teman tidak sebanyak sebelumnya. Saya mengapresiasi beberapa yang sudah setor ungkapan apresiasinya.

Dan untuk menentukan peserta teraktif selama materi keempat ini, saya memerlukan bantuan ketua kelas yang selalu sigap mengontrol jalannya peergroup.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko Perlengkapan Bayi di Shopee

Review: Masker Beras Series Byvazo

Scadix, Obat Scabies Kucing