Menyikapi Beauty Hacks yang Sedang Tren

Gambar
Di zaman yang serba modern ini, penggunaan teknologi bisa digunakan oleh siapapun. Hanya saja, terkadang banyak disinformasi dari beragam postingan yang tersebar di media sosial.Kemudahan dalam melakukan posting, tanpa ada filter untuk menyaring apapun seringkali menjadikan postingan tersebut trending. Apalagi jika hal yang dilakukan menghasilkan dampak bagi dirinya sendiri. Bukan tak mungkin hal tersebut ditiru oleh orang lain. Hal ini juga berlaku di dunia kecantikan. Banyak hacks di bidang kecantikan yang populer dan ternyata juga diikuti oleh yang lain. Hanya saja, tidak semua hacks yang ada bisa menimbulkan dampak yang baik di kulit wajah kita.Beberapa Contoh Beauty HacksKemudahan mengakses teknologi memunculkan banyak beauty hacks yang dilakukan oleh beauty enthusiast. Biasanya lebih banyak tersebar di Instagram maupun TikTok. Nah, beberapa beauty hacks yang populer di antaranya.Oil plugsBeberapa akhir ini populer dengan hacks mengenai oil plugs. Caranya adalah dengan menggunaka…

Jurnal Fasilitator : Semua Anak Adalah Bintang

Bahwasanya anak memiliki potensinya masing-masing. Tugas orang tua hanyalah mendampingi dan mengamati segala aktivitas yang membuat anak berbinar-binar.



Di materi ke-7, kami belajar mengenal potensi anak. Memang tak mudah dalam menemukan bintangnya anak. Terlebih 17 hari merupakan waktu yang cukup singkat untuk mengobservasinya. Meskipun begitu, proses masih tetap berjalan. Sedikit ada kebingungan dengan aktivitas anak yang berbinar, maka hal tersebut adalah wajar.

Rolling Fasil

Hal pertama yang saya lalui adalah adanya rolling fasil. Ya, dulunya saya di kelas Banyumas Raya dan sekarang berada di kelas Aceh-Sumatera Utara-Batam. Reaksi pertama saya pastinya kaget karena jumlah mahasiswi 71 orang yang berlalu berkali lipat dibandingkan dengan kelas lama yang tak sampai 30 orang. Kedua karena waktu perkenalan kelas sangatlah singkat, butuh ekstra mengenali perangkat dari kedua kelas yang belum dimerger. Alhamdulillah, dibantu dengan mbak Fanny (ketua kelas Batam) dan mbak Sri (sekretaris Aceh-Sumut) semuanya berjalan lancar.

Selanjutnya, perkenalan dan pengenalan CoC bunsay saya ulang kembali sebelum perkuliahan level 7 dimulai. Mulanya pengenalan CoC jarang ada tanggapan dari mahasiswinya. Ternyata setelah level 7 berakhir banyak yang tidak paham CoC level 7, jadi sebagian ada yang keluar karena 3x berturut-turut tak lolos tantangan dan sekarang butuh ekstra lagi agar yang sudah 2x berturut-turut dan 4x lost tantangan bisa diminimalisir.

Mengenai Tantangan Level 7


Tantangan ke-7 mengenai potensi bakat anak memang membutuhkan waktu yang tidaklah Singkat. Meski begitu banyak yang lolos di tantangan kali ini.

Selain itu, peer group ternyata merata ramai semua. Sebelumnya kelas Aceh peer groupnya cukup sepi, setelah digabung dengan kelas Batam Alhamdulillah ramai kembali.

Tak hanya peer group, beberapa mahasiswi juga aktif dalam diskusi grup utama dan peer group. Tentunya diskusi dari grup inilah yang membuat banyak peserta mendapat pencerahan dari temannya, sehingga banyak yang lulus di tantangan kali ini. Selain itu, beberapa apresiasi banyak dari teman-temannya. Hal ini sangatlah penting, karena selain belajar bersama anak, juga belajar dari postingan teman.


Tantangan level 7 ini memanglah tak mudah. Tetapi selagi ada niat pasti ada jalan.



Komentar

  1. numpang promote ya min ^^

    Bosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
    hanya di D*E*W*A*P*K
    dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
    dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko Perlengkapan Bayi di Shopee

Review: Masker Beras Series Byvazo

Wardah White Secret Series, Skincare Aman dan Halal