Menyikapi Beauty Hacks yang Sedang Tren

Gambar
Di zaman yang serba modern ini, penggunaan teknologi bisa digunakan oleh siapapun. Hanya saja, terkadang banyak disinformasi dari beragam postingan yang tersebar di media sosial.Kemudahan dalam melakukan posting, tanpa ada filter untuk menyaring apapun seringkali menjadikan postingan tersebut trending. Apalagi jika hal yang dilakukan menghasilkan dampak bagi dirinya sendiri. Bukan tak mungkin hal tersebut ditiru oleh orang lain. Hal ini juga berlaku di dunia kecantikan. Banyak hacks di bidang kecantikan yang populer dan ternyata juga diikuti oleh yang lain. Hanya saja, tidak semua hacks yang ada bisa menimbulkan dampak yang baik di kulit wajah kita.Beberapa Contoh Beauty HacksKemudahan mengakses teknologi memunculkan banyak beauty hacks yang dilakukan oleh beauty enthusiast. Biasanya lebih banyak tersebar di Instagram maupun TikTok. Nah, beberapa beauty hacks yang populer di antaranya.Oil plugsBeberapa akhir ini populer dengan hacks mengenai oil plugs. Caranya adalah dengan menggunaka…

Bijak dan Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital



Di zaman yang sekarang ini, seringkali kita mendengar pemberitaan mengenai kasus remaja yang terkena pidana akibat tindakan absurd-nya. Mungkin terdengar menggelikan bagi kita. Tetapi, justru aktivitas tersebut membuat para remaja tertantang untuk melakukan hal yang sama, hanya untuk membuat trending dan popularitas semata.

Selain karena adanya krisis idealisme remaja, perkembangan teknologi juga menjadi alasan untuk tetap tampil eksis. Apalagi, sekarang sudah banyak media sosial yang bisa digunakan sebagai ajang untuk tampil lebih populer. Kondisi ini tentunya perlu diluruskan. Apalagi kini banyak predator seks yang mengancam generasi muda melalui dunia digital.

Tanggal 14 Agustus 2020 lalu, saya berkesempatan mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Webinar ini mengusung tema "Mengisi Kemerdekaan dengan Postingan Positif" dengan narasumber, Kang Maman Suherman, Teh Ani Berta, dan Mbak Amy Kamila.



Media Sosial di Indonesia
Indonesia menjadi negara keempat dunia yang pengguna internetnya terbesar di dunia. Hal inilah juga yang mendasari kenaikan pertumbuhan media sosial dengan signifikan setiap tahunnya. 
Lemahnya literasi digital masyarakat Indonesia secara tak langsung berpengaruh pada masyarakat. 

Penggunaan media sosial di Indonesia sendiri sangat dipengaruhi oleh postingan para warga net yang cukup bebas dan sulit terkendalikan. Maka tak heran, banyak kasus pelecehan seksual, kecelakaan, hingga bunuh diri akibat penggunaan media sosial yang tak terkendali.

Maka dari itu, penguatan pengetahuan dan kemampuan literasi diperlukan untuk membudayakan postingan positif untuk Indonesia yang lebih maju. Hal ini tentunya harus dimulai dari diri sendiri sebagai upaya mengisi kemerdekaan Indonesia yang sudah susah payah diperjuangkan oleh para pahlawan nasional.

Cara Membuat Postingan Positif


Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan membuat postingan yang positif. Dengan adanya postingan positif yang telah kita buat, secara tidak langsung akan membuat orang lain terpengaruh dan bisa merasakan hal positif yang sudah kita ungkapkan.

Membuat postingan positif bukanlah hal yang sulit. Dengan mengasah daya kreativitas yang kita miliki sesuai dengan minat diri akan menghasilkan suatu karya yang unik. Dengan inilah kita bisa menjadi kreator yang membumikan semangat positif pada para audiensnya. Nah, berikut ini langkah yang bisa digunakan untuk membuat postingan positif.

1. Ide

Postingan yang positif tentunya harus dimulai dengan sebuah ide. Ide ini sendiri bisa didapatkan darimana pun. Jika masih buntu menemukan ide, cara paling mudahnya adalah dengan melihat yang ada di sekeliling dan adanya konflik atau masalah.

2. Alasan

Untuk membuat suatu postingan yang positif, pastinya kita membutuhkan alasan mengapa konten tersebut dibuat. Sebaiknya, untuk membuat postingan tersebut kita memulai dengan kebermanfaatan dari postingan yang dibuat.

3. Alur

Dalam membuat suatu postingan, ada baiknya untuk tidak memikirkan benar/salah ataupun akan trending/tidak. Yang terpenting dalam membuat postingan adalah selesai dan pembuat bertanggung jawab atas postingan yang sudah dibuat.

4. Media

Postingan yang dibuat sebaiknya sudah ditetapkan akan dipublikasi di media sosial mana.

Tips Membumikan Postingan Positif


Perkembangan media sosial yang sangat pesat di Indonesia membuat banyak penggunanya menjadi terlena dengan sikap konsumtifnya. Hal ini membuat perilaku sedentary menjadi gaya hidup sehari-hari dan menjadi kurang produktif dalam mengembangkan ide.

Padahal dengan waktu yang dimiliki, seharusnya bisa menjadi peluang untuk menggali ide dan dikembangkan menjadi sebuah postingan. Nah, agar waktu yang dimiliki tidak sia-sia, niat untuk menjadi lebih produktif harus dimantapkan. Dan jika perlu mencari komunitas untuk mengembangkan diri.

Maraknya postingan yang tidak bertanggungjawab ini juga memicu penyebaran berita bohong di masyarakat. Bahkan, ketika mendekati waktu pemilu, adanya berita bohong mudah sekali menyebar. Agar tidak termakan provokasi, ada baiknya untuk mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

Membumikan postingan positif juga diperlukan untuk mengawal informasi yang beredar di masyarakat. Sepatutnya untuk memberikan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan ada baiknya dilengkapi dengan sumber yang dapat dipercaya.

Postingan positif juga lebih banyak dikaitkan dengan memberikan edukasi pada masyarakat. Terlebih sekarang media sosial banyak dijadikan acuan informasi terpercaya dari masyarakat. Agar tidak menimbulkan bias informasi, sebaiknya postingan yang dibuat memuat unsur edukasi dan tidak menyesatkan masyarakat.

Untuk membuat postingan yang edukatif, kita bisa ambil yang sesuai dengan minat kita sendiri. Misalnya, memberikan tutorial, tips, ataupun refleksi ilmu yang pernah didapatkan. Selain itu, jika kita mendapatkan suatu ilmu darimana pun, kita bisa memberikan wawasan yang sudah diperoleh kepada masyarakat.

Darurat Literasi 


Minimnya postingan positif yang ditemukan di media sosial menjadi pertanda rendahnya kemampuan literasi. Terlebih, minat baca di Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Padahal, sejarah Indonesia mencatat Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan bangsa Indonesia mampu menginspirasi negara lain dalam bidang peningkatan pendidikan.

Untuk meningkatkan kemampuan literasi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara ini kemudian bisa disingkat dengan 5R:

1. Read 

Dengan membaca, wawasan kita menjadi lebih berkembang dan untuk bisa membuat postingan positif juga menjadi lebih banyak ide. Bahkan, Rasulullah diperintahkan untuk membaca dulu sebelum berdakwah kepada kaumnya.

2. Research

Melakukan riset perlu dilakukan untuk membuat postingan yang berkualitas. Melakukan riset bisa dilakukan dengan hal yang kecil, seperti membuat polling.

3. Reliable

Dalam membuat postingan diusahakan untuk tidak membuat sedikit kesalahan. Untuk itulah harus banyak membaca dan melakukan riset.

4. Reflecting

Membaca, wawancara, ataupun berdiskusi bisa memperkaya sudut pandang. Inilah yang diperlukan untuk membuat postingan positif dari berbagai sudut pandang, sehingga bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

5. wRite

Jika sudah memiliki ide, maka tulislah.

Membuat postingan positif sebenarnya bisa dilakukan oleh siapapun. Buatlah ide dari lingkungan sekitar dan bagikan kepada pendengar, agar bisa lebih bermanfaat untuk orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko Perlengkapan Bayi di Shopee

Review: Masker Beras Series Byvazo

Wardah White Secret Series, Skincare Aman dan Halal