Menyikapi Beauty Hacks yang Sedang Tren

Gambar
Di zaman yang serba modern ini, penggunaan teknologi bisa digunakan oleh siapapun. Hanya saja, terkadang banyak disinformasi dari beragam postingan yang tersebar di media sosial.Kemudahan dalam melakukan posting, tanpa ada filter untuk menyaring apapun seringkali menjadikan postingan tersebut trending. Apalagi jika hal yang dilakukan menghasilkan dampak bagi dirinya sendiri. Bukan tak mungkin hal tersebut ditiru oleh orang lain. Hal ini juga berlaku di dunia kecantikan. Banyak hacks di bidang kecantikan yang populer dan ternyata juga diikuti oleh yang lain. Hanya saja, tidak semua hacks yang ada bisa menimbulkan dampak yang baik di kulit wajah kita.Beberapa Contoh Beauty HacksKemudahan mengakses teknologi memunculkan banyak beauty hacks yang dilakukan oleh beauty enthusiast. Biasanya lebih banyak tersebar di Instagram maupun TikTok. Nah, beberapa beauty hacks yang populer di antaranya.Oil plugsBeberapa akhir ini populer dengan hacks mengenai oil plugs. Caranya adalah dengan menggunaka…

Bukan di Zaman Kegelapan

Apa yang terjadi jika hak-hak wanita tak ada yang memperjuangkan? Pastinya seorang wanita akan sulit berkembang dan bahkan akan terkungkung dalam rumah. Hal ini tentunya akan membuat kita sebagai seorang wanita merasa tidak bebas dan sulit untuk mengekspresikan diri.

Saya bersyukur berada di zaman sekarang ini yang memberikan kesempatan seorang wanita untuk memperoleh hak yang sama dengan seorang pria. Jika dulu sebelum Rasulullah lahir, anak yang terlahir perempuan harus dibunuh, sekarang sudah tidak ada lagi. Inilah nikmat hidup menjadi seorang wanita yang dulunya dianggap tidak berguna.

Pun saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Dulu, wanita tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan dan hanya menjadi 'kanca wingking'. Berkah perjuangan RA Kartini untuk mengubah paradigma seorang wanita, saya merasa bersyukur bisa mengenyam pendidikan dan belajar hingga sekarang.

Merdeka Mendidik Anak

Pendidikan sejatinya menjadi lampu penerang untuk melenyapkan kebodohan. Tak hanya bisa didapatkan dengan duduk di bangku pendidikan formal saja, tetapi pendidikan sejatinya dimulai di dalam rumah.



Pendidikan anak pertama kali dimulai sejak dalam kandungan. Dilanjutkan dengan menuntun anak menemukan misi hidupnya. Tentunya hal ini bukanlah hal yang ringan, apalagi jika ibunya sendiri belum menemukan misi dalam hidupnya.

Jika beberapa orang menyebutkan bahwa mendidik anak itu mudah. Hal itu tidak bagi saya. Mendidik anak ibarat kata bercocok tanam. Jika tidak dirawat dengan baik, maka pertumbuhannya pun tidak maksimal. 

Saya sendiri merasa beruntung sekarang ini. Banyak media dan platform yang membantu untuk belajar lagi bagaimana mendidik anak, hingga untuk bekal ilmu pengetahuan agar anak tidak kebingungan saat belajar. Misalnya, untuk mencari inspirasi ide main atau untuk mencari referensi eksperimen sederhana.

Merdeka Belajar

Sebagai seorang yang memiliki gaya belajar visual, saya sangat terbantu dengan beragam media online yang bisa diakses secara gratis. Bahkan, untuk bisa belajar dengan ahlinya tidak perlu mengeluarkan biaya. Hal ini tentunya sangat membantu saya yang bukanlah seorang working mom. Meski begitu, hal tersebut tidak saya sia-siakan atau saya jadikan momen untuk daftar tapi hanya sekedar daftar dan tidak dipelajari.

Untuk materi pembelajaran daring, saya lebih memilih apa yang sedang ingin saya kuasai ataupun yang sedang saya butuhkan saat ini. Terkadang memang bingung dalam memilihnya, tapi saya usahakan untuk tidak 'latah' dalam mempelajari suatu hal karena kemampuan otak saya pun terbatas.

Merdeka Mengembangkan Diri

Memang saya terlambat dalam mengenali diri sendiri. Meski begitu, hal ini bukan menjadi penghalang saya untuk tetap belajar dan terus berkembang.

Beragam platform digital mudah diakses, apalagi sudah banyak komunitas yang mendukung kita untuk tetap berkreasi. Seperti, grup support media sosial.

Adanya grup ini menjadikan saya lebih bersemangat dalam mempublikasikan ide ataupun karya saya. Selain itu, saya menjadi lebih banyak mendapatkan ilmu dengan berganung di grup tersebut.

Terlebih, blog yang sekarang menjadi platform yang menarik saya untuk tetap produktif menjadi magnet tersendiri bagi saya untuk terus menulis. Meski tulisan saya masih jauh di bawah para profesional, saya tetap memiliki target untuk mengembangkan kualitas postingan dari setiap yang saya tulis.

Begitu pula dengan media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter bisa menjadi penjalin silaturahim dengan banyak orang.

Kalau kamu, apa makna merdeka menurut definisimu ?



Komentar

  1. Woah inpiring sekali kaka, merdeka menurut aku, its fre doing something to useful for other people as woman

    BalasHapus
  2. merdeka menurut aku sih bisa melakukan passion dengan segala kebebasan tapi ada batasan, tanpa ada kekangan dari orang lain

    BalasHapus
  3. Sangat menginspirasi tulisannya kak, selain merdeka dari penjajahan kita pun merdeka dalam melakukan hal positif yang sesuai aturan yang berlaku. Terimakasih sharingnya mba

    BalasHapus
  4. Aku setuju banget, kak. Kalau ada yang berusaha merepresi hak perempuan, suruh aja balik ke Zaman kegelapan yak. Perempuan pun merdeka jadi bebas berekspresi dan punya hak yang sama dengan manusia lain

    BalasHapus
  5. Pengertian merderka semakin kesini rasanya semakin luas ya kak,

    Buat aku definisi merdeka adalah kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko Perlengkapan Bayi di Shopee

Review: Masker Beras Series Byvazo

Wardah White Secret Series, Skincare Aman dan Halal