Menyikapi Beauty Hacks yang Sedang Tren

Gambar
Di zaman yang serba modern ini, penggunaan teknologi bisa digunakan oleh siapapun. Hanya saja, terkadang banyak disinformasi dari beragam postingan yang tersebar di media sosial.Kemudahan dalam melakukan posting, tanpa ada filter untuk menyaring apapun seringkali menjadikan postingan tersebut trending. Apalagi jika hal yang dilakukan menghasilkan dampak bagi dirinya sendiri. Bukan tak mungkin hal tersebut ditiru oleh orang lain. Hal ini juga berlaku di dunia kecantikan. Banyak hacks di bidang kecantikan yang populer dan ternyata juga diikuti oleh yang lain. Hanya saja, tidak semua hacks yang ada bisa menimbulkan dampak yang baik di kulit wajah kita.Beberapa Contoh Beauty HacksKemudahan mengakses teknologi memunculkan banyak beauty hacks yang dilakukan oleh beauty enthusiast. Biasanya lebih banyak tersebar di Instagram maupun TikTok. Nah, beberapa beauty hacks yang populer di antaranya.Oil plugsBeberapa akhir ini populer dengan hacks mengenai oil plugs. Caranya adalah dengan menggunaka…

Upaya Pelestarian Hutan Melalui Adopsi Hutan



Di saat musim kemarau biasanya kita akan disuguhkan dengan berita kebakaran hutan yang menimbulkan bencana polusi udara hingga ke negara tetangga. Selain dapat menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan, kebakaran hutan juga mengancam kelangsungan populasi flora dan fauna yang ada. Tentunya, hal ini perlu ditangani secara bersama-sama agar keanekaragaman hayati yang ada di hutan tetap lestari.

Saya pun merasa miris terhadap kebakaran hutan yang setiap tahunnya melanda hutan-hutan di Indonesia. Parahnya, kondisi ini juga dirasakan oleh penghuni hutan tersebut. 

Ditayangkan di channel YouTube Panji Petualang, Panji yang merupakan seorang pecinta reptil pernah melakukan vlogging di sebuah hutan yang tidak disebutkan nama daerahnya. Di hutan tersebut ternyata ada sumber api yang membakar pepohonan dan daun-daun kering yang ada di tanah. 

Mirisnya, meskipun secara langsung yang terdampak ada flora tersebut, ternyata fauna yang ada di hutan tersebut pun terkena dampaknya. Dalam vlog tersebut ada ular yang dehidrasi karena kondisi yang teramat panas, ditambah di hutan tersebut sumber air sangat jarang dengan kondisi daerah yang sudah mengalami kekeringan.

Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi kita untuk bisa melestarikan flora dan fauna yang ada di hutan. Adopsi hutan menjadi salah satu cara kita untuk bergotong royong mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya.

Hutan, Aset Kehidupan

Di tahun 2019 menjadi tahun yang kelam bagi hutan Indonesia. Adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir melanda di seluruh hutan di Indonesia. Dilansir dari liputan6.com, hutan yang terbakar di seluruh wilayah Indonesia mencapai 857 hektar.

Kejadian ini tentunya menjadi pembelajaran bagi kita. Apalagi hutan memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Penyebab karhutla sendiri diduga karena cuaca yang sangat panas. Selain itu, ulah manusia yang sengaja membakar hutan juga menjadi pemicunya.

Proses deforestasi banyak terjadi, karena lahan yang semakin sempit. Tak hanya untuk membuka pemukiman masyarakat, sebagian besar malah dipakai untuk perluasan perkebunan. Ah, andai mereka tahu dampak yang terjadi.

Tak hanya untuk menyimpan cadangan air dan membuat bumi hijau saja, keberadaan hutan diperlukan. Lebih jauh dari itu, dalam hutan tersimpan beragam flora dan fauna yang sangat kaya. 

Karena adanya deforestasi inilah, populasinya menjadi semakin menurun. Tak hanya karena diburu, beberapa mati karena tidak mampu hidup karena peristiwa karhutla ini. Beberapa spesies bahkan terancam punah. Miris memang, tapi inilah yang terjadi. Jika kita tidak menjaga hutan sejak sekarang ini, spesies tersebut tidak dapat bertahan hidup dan akhirnya anak cucu kita hanya bisa memandanginya melalui gambar.

Adopsi Hutan, Cara untuk Menjaga Kelestariannya

Manusia hidup di muka bumi merupakan seorang khalifah. Tak hanya untuk memimpin diri sendiri saja, tetapi juga harus menjaga kelestarian alamnya.

Dokumentasi Pribadi (Wana Wisata Sreni, Jepara)

Memang banyak cara yang bisa kita lakukan. Salah satu caranya adalah dengan menjaga hutan agar tetap hijau. Selain bisa membuat bumi tetap hijau dan terhindar dari pemanasan global, menjaga hutan juga sama artinya dengan menjaga berbagai flora dan fauna yang hidup di dalamnya.

Meski kita tidak bertempat tinggal di sekitar ataupun dekat dengan hutan, kita pun bisa ikut menjaga kelestariannya dengan cara adopsi hutan.

Adopsi hutan merupakan suatu bentuk gotong royong untuk menjaga hutan beserta seluruh keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. 

Hutan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun masyarakat yang berada di sekitar hutan. Tetapi, kita juga memiliki peran yang penting dalam menjaga kelestariannya.

Beragam cara bisa kita lakukan untuk bergotong-royong melestarikan hutan. Terlebih pada tanggal 7 Agustus kemarin merupakan Hari Hutan Indonesia, dimana kita sebagai warga negara Indonesia perlu bergotong-royong dalam menjaga hutan dan isinya.

Dengan bersama-sama melakukan adopsi hutan, maka kita semua telah bergotong-royong dalam upaya pelestarian hutan. Bukan hanya kita saja yang akan memperoleh manfaatnya, tetapi kita juga turut berupaya dalam menjaga populasi flora dan fauna yang ada di dalam hutan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko Perlengkapan Bayi di Shopee

Review: Masker Beras Series Byvazo

Wardah White Secret Series, Skincare Aman dan Halal