Bingkisan 1 - TBM Amanah PKBM Generasi Juara

Pekan 1 kali ini kakak cukup antusias dengan materi yang diberikan. Selain karena sudah terbiasa, juga aktivitas motoriknya membuat tenaganya tersalurkan. Maklum, karena anaknya cenderung kinestetik.

Nah, repotnya jika harus live dan kakak sedang full energinya. Jika umumnya anak bisa diajak duduk sejenak, kakak harus sambil beraktivitas. Jadi, saya sambungkan audionya ke speaker bluetooth agar kakak juga bisa mendengarkan. 

Untuk bingkisannya sendiri, kakak cukup antusias karena berhubungan dengan dapur. Di daerah sini memang masih tabu jika laki-laki harus memasak di dapur. Tapi saya sudah biasakan anak untuk berada di dapur. Meski sekedar ngobrol bareng. 

Biasanya kakak paling antusias untuk kegiatan mengulek. Salah satu favorit kegiatannya adalah mengulek ketumbar.



Pada bingkisan pertama kali ini adalah untuk memotong sayuran. Kakak sendiri sering memotong frozen food sejak usia 3 tahun. Saya sengaja membuat pisau agak tumpul agar tidak melukai kakak saat memotong makanannya. 




Untuk sayurannya sendiri, kebetulan sayurannya agak keras. Jadi, kakak agak kesulitan untuk memotong, karena pisaunya juga gak begitu tajam. Nah, jadilah kemudian memotong terong yang sudah saya kupas kulitnya terlebih dahulu. Meski begitu, untuk memotong sosis kakak sudah cukup 'fabolous, fabolous', seperti yang dikatakan Jarjit.



Lanjut untuk memetik sayuran juga cukup ahli si kakak. Biasanya saya sering mengajak kakak untuk memetik kangkung dan disimpan di kulkas. Tapi kali ini yang dipetik adalah bayam dan semuanya diselesaikan kakak dengan baik. Meski bisa memetik sayur satu per satu, kakak memiliki cara alternatif untuk bisa memisahkan daun dan batangnya dengan cepat. Katanya sih biar gak terlalu lama, apalagi jika sayurannya cukup banyak untum dipetik.



Memang, untuk aktivitas di dapur harus dengan pengawasan orangtua. Meski begitu, banyak hal yang bisa dipelajari anak saat membantu orangtuanya di dapur.

Tak hanya untuk melatik motorik halus anak. Di dapur, anak juga bisa belajar mengenai matematika hingga belajar bentuk dan warna.

Yang terpenting, anak dalam keadaan yang aman. Sehingga anak bisa terhindar dari kecelakaan yang bisa terjadi di dapur.

Tidak ada komentar