Tampilkan postingan dengan label Coretanku. Tampilkan semua postingan

Tambah Bacaan Bareng RCO

Dengan membaca banyak wawasan yang bisa diperoleh. Meskipun dengan membaca memiliki banyak keuntungan, tetapi ternyata tak semua orang suka membaca. Selain karena tak adanya minat membaca, waktu untuk membaca pun seperti tak ada karena banyaknya aktivitas yang dilakukan.

Agar membaca bisa menjadi sebuah kebiasaan, tentu saja diperlukan sebuah tantangan agar tetap konsisten dalam membaca. Nah, salah satu yang saya ikuti adalah Reading Challenge ODOP. Setelah batch kemarin tidak ikut, kali ini saya ikut agar bacaan saya di tahun ini semakin meningkat.



RCO kali ini adalah RCO ketiga yang saya ikuti. Kesannya adalah ikut RCO itu bikin nagih. Tapi ada beberapa hal yang kadang bikin pengen nyerahin duluan.

Hal pertama yang bikin saya nyaris melambaikan bendera putih adalah tantangan membaca dan tantangan menulisnya. Tantangan membacanya sungguh sedap. Baca biografi, sejarah, dan buku bahasa Inggris menjadi hal yang saya bingung mau baca buku apa. Karena sebelumnya, RCO pun ada tantangan tersebut. 

Tantangan menulisnya pun cukup berat bagi saya. Karena diharuskan menuliskan nonfiksi dan fiksi dalam satu level. Bikin cerpen dan bikin puisi itu sungguh satu hal yang menguras pikiran dan perut saya saat mencari ide.

Yang paling saya suka adalah tantangan awal dan akhir yang menurut saya cukup santai. Terlebih ketika tantangan karya penerima nobel, saya jadi tahu penulis-penulis yang dapat nobel.

Saran ke depan semoga RCO makin bervariasi tantangannya. Tantangannya ganti yang lain aja yang lebih menantang.

Flash Fiction : Rencana



Tangannya menggenggam erat. Ingin ditinjunya tembok putih di hadapannya. Rahangnya tak sanggup menahan amarahnya yang memuncak.

" Kita tak bisa berdiam diri saja di sini. Lihatlah harga sembako mulai mencekik leher. Bagaimana mungkin rakyat kecil bisa bertahan hidup jika kondisinya seperti ini?", kata Roy kepada Musa.

"Lalu, apa yang akan kau lakukan Roy? Demo lagi?", tanya Roy.

"Mau bagaimana mana lagi? Mungkin dengan demo akan sedikit membuka mata hati para petinggi negara. Tapi tak hanya kita atau melibatkan universitas kita saja. Kita harus koordinasi dengan BEM SI untuk menggalang massa lebih banyak lagi. Dengan begitu sedikit banyak akan memperkuat tuntutan kita kepada pemerintah," terang Roy.

Musa, sebagai ketua BEM fakultas pun mulai menghubungi koordinator BEM SI untuk mengutarakan niatnya menggalang aksi menuntut kestabilan ekonomi masyarakat. Niatnya disetujui dan mereka akan melakukan koordinasi dengan lembaga BEM di seluruh Indonesia.

"Roy, tuntutan kita disetujui. Para ketua BEM lainnya juga sudah resah dengan keadaan ini. Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan ketua BEM yang lainnya. Semoga berjalan lancar", jelas Musa.

"Oke, nanti akan aku siapkan beberapa draf tuntutan untuk didiskusikan dengan ketua BEM yang lain. Semoga aksi kita nantinya bisa didengar oleh pemerintah," kata Roy. 

#TugasLevel2
#onedayonepost
#readingchallengeodop

Pejuang Literasi dari Tuban

Menulis menjadi sebuah rutinitas yang saya jalani setahunan ini. Bukan berarti saya memiliki latar belakang pendidikan bahasa. Bahkan di saat bangku sekolah, nilai bahasaku menjadi nilai terburuk di rapor. Meskipun begitu, entah mengapa menulis menjadi semacam mood booster dan disinilah saya mulai banyak belajar mengenai dunia kepenulisan. 

Perkenalkan, saya Alif Kiky Listiyati. Banyak yang memanggilnya dengan Alif ataupun Kiki. Menulis menjadi salah satu mengisi waktu luang ketika kegiatan domestik rumah sudah terselesaikan dan jika anak mengijinkan.

Untuk memperdalam ilmu mengenai kepenulisan inilah saya mengikuti komunitas One Day One Post. Banyak orang yang menginspirasi di komunitas ini. Salah satunya adalah mbak Hiday Nur.



Sosok Inspirator 

Mbak Hiday, begitu sapaannya. Saya mengenalnya pertama kali di komunitas ODOP. Memang belum pernah bertemu secara langsung dengan mbak Hiday, tapi entah mengapa saya mengenalnya sebagai sosok intelektual sejati, berwibawa, dan selalu berorientasi pada visi misinya.

Terlebih ketika kopdar ODOP di Jogja, meski saya hanya menonton di live IG dan agak samar-samar, mbak Hiday sungguh karismatik dan apa yang dibicarakan mbak Hiday sungguh membuatku terpukau. Sosok idolaku banget ini.. 😍

Selain itu, saya tertarik dengan beberapa postingan di blog mbak Hiday yang menceritakan tentang pengalaman hidupnya yang bisa dijadikan pemacu saya untuk terus maju. Dengan beragam aktivitas sebagai seorang istri dan ibu pastinya harus diperlukan manajemen waktu yang baik untuk selalu produktif dimanapun. Dan inilah yang sebenarnya ingin aku ketahui resepnya. 😁

Sosok Pembelajar Sejati

Mengenal sosok mbak Hiday seperti tak ada lelahnya untuk belajar. Dan ini menjadi pemacu saya untuk terus menerus belajar dengan siapapun, meskipun dengan dia yang masih muda. Karena bagaimanapun ilmu bisa didapatkan dimana saja dan dari siapa saja.

Sebagai pejuang LPDP pun mbak Hiday sudah membuktikan, bahwa meski sudah menjadi seorang ibu dan istri, seorang wanita harus memiliki pendidikan yang tinggi. Karena bagaimanapun, seorang ibu merupakan madrasah pertama dari anaknya. Dan menuntut ilmu tidak dibatasi oleh umur dan menjadi sebuah kewajiban bagi para muslim-muslimah sepanjang hidupnya.


Sosok Wanita Produktif

Beragam aktivitas harian yang sudah dijalani mbak Hiday, tak membuat beliau patah arang untuk selalu produktif dimanapun. Aktif di FLP, ODOP, sudah menghasilkan banyak antologi dan buku solo menjadi sebuah coretan yang akan selalu dikenang sepanjang masa.

Selain produktif di bidang kepenulisan, mbak Hiday juga selalu memberi semangat bagi para penerus bangsa yang ingin melanjutkan pendidikan dengan beasiswa LPDP.  Pejuang beasiswa pasti pengen ya tips dan triknya untuk lolos beasiswa LPDP😁. Ini nih bukunya, "Awardee Stories".



Usaha tidak akan mengkhianati hasil

Mungkin inilah ungkapan yang tepat untuk mbak Hiday. Dengan kerja keras yang sudah beliau lakukan, hasil yang diperoleh membuatku selalu terkesima. Selain memiliki banyak karya yang sudah dibukukan, mbak Hiday juga sudah diberikan hasil berkeliling dunia. Mulai dari Singapore, Malaysia, hingga Eropa. Sungguh pengalaman yang luar biasa karena di sana mbak Hiday bukan sekedar jalan-jalan ala artis ibu kota, tetapi banyak pengalaman yang beliau bagikan dan diambil dari perjalanannya tersebut.

Bermanfaat Bagi Sesama

Dengan segudang aktivitas yang dilakukan mbak Hiday secara rutin tak membuatnya cukup sampai di sini. Beberapa program yang beliau canangkan membuat saya takjub dan saya acungi 4 jempol bahwa

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Mbak Hiday sudah memiliki ilmu tak hanya untuk dirinya sendiri. Tapi beliau memiliki visi misi yang jelas untuk menularkan ilmunya diberbagai forum online, seperti NAC (Nulis Aja Community) yang sudah beliau bentuk. Ataupun Sanggar Caraka yang sebentar lagi akan di-launching di tanggal 15 Februari 2019, tetapi sudah banyak kegiatan, seperti Sinau PUEBI.



Meski baru mengenalnya di dunia maya, semoga saya bisa dipertemukan dengan mbak Hiday suatu hari nanti.

Keluarga Bahagia Dimulai dari Ibu Bahagia

Bahagia merupakan sebuah kata yang paling diidam-idamkan sebagian besar manusia. Bahagia diyakini menjadi kunci meraih kesuksesan dalam hidup. Ketika hidup bahagia, maka berbagai rintangan dalam mengarungi kehidupan menjadi semakin mudah.



Merubah Diri Sendiri Menjadi Lebih Baik


Ketika status mulai berganti, dari yang semula single berubah menjadi seorang istri, otomatis peran sebagai perempuan menjadi semakin bertambah. Kini, tak hanya bertanggungjawab pada diri sendiri, tetapi sudah ada imam yang wajib dipatuhi selama tak bertentangan dengan agama. Pun ketika amanah yang diberikan oleh Allah sudah dilahirkan, peran sebagai ibu juga tak kalah pentingnya.


Ketika saya mengalami semacam kebimbangan karena tak memiliki ilmu sebelum menikah, mulailah saya mencari sumber ilmu yang mudah diakses. Salah satu sumber yang saya gunakan saat itu adalah buku. Karena kurang akses dalam mendapatkan buku, selanjutnya saya pun mulai mencari beragam grup diskusi di media sosial mengenai pengembangan diri dan keluarga. Hingga kemudian saya menemukan sebuah postingan mengenai kelulusan matrikulasi Institut Ibu Profesional.




Dari sinilah dimulai saya menuntut ilmu dengan memahami diri sendiri hingga menemukan peran yang diberikan Allah kepada saya.


For things to change, I must change first


Dari sini saya mulai sadar, bahwa untuk menjadi keluarga yang bahagia harus dimulai dari diri sendiri ke arah yang lebih baik. Bukan hanya untuk kebaikan saya sendiri, tetapi untuk kebaikan keluarga kecil saya yang utama. Dengan adanya perubahan kecil semoga dapat memberikan dampak yang lebih besar.


Mungkin terlihat sepele, tetapi dalam realitanya harus dapat direalisasikan. Dengan mengerjakannya sedikit demi sedikit diharapkan saya mendapatkan fokus untuk menyelesaikan satu tahap tantangan. One bite a time akan membantu pikiran dan tenaga menjadi semakin maksimal dalam menyelesaikan satu tantangan, sehingga dapat menghindarkan dari mengerjakan yang kurang penting dan tidak dibutuhkan.

Inner Child itu Pasti Ada

Dalam mendidik anak terkadang terasa yang lalu seperti kembali pada diri ini. Secara tak langsung ada rasa ingin memperlakukan anak seperti yang saya alami dulu. Bukan tak mampu mengendalikan, tetapi harus dicegah terlebih dahulu.

Memaafkan masa lalu, memang masih menjadi PR bagi saya. Mengikhlaskan memang membutuhkan waktu dan hingga sekarang pun saya masih belajar memaafkan dan mengikhlaskan masa lalu.

Komunikasi dengan Pasangan

Dilahirkan dan dididik dari orang tua yang berbeda terkadang menimbulkan sedikit ketidakharmonisan sebuah hubungan. Karena FoE (Frame of Experience) dan FoR (Frame of Reference) kami berbeda, tentu saja komunikasi menjadi tantangan pertama setelah ijab qobul terlaksana. Bukan tak ingin menghindarinya, tetapi dengan memperbaiki komunikasi akan menjadikan hubungan menjadi semakin erat dan terhindar dari kesalahpahaman saat berkomunikasi.

Memahami Anggota Keluarga

Kesempurnaan dalam (ber) keluarga adalah PENERIMAAN atas keunikan anggotanya, yaitu pasangan dan anak-anak yang dilahirkan 
(Dodik Mariyanto)

Perbedaan yang ada bukanlah hal yang perlu dihindari. Sebaliknya, dengan menerima segala ciri khas anggota keluarga dapat menjadikan satu hal yang membuat keluarga menjadi bahagia. Bisa karena kerjasama dengan para anggota keluarga yang lain, hingga untuk menyelesaikan sebuah project keluarga.

Me Time

Terkadang ada beberapa ibu yang mengeluhkan waktu 24 jamnya kurang untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Tetapi dengan mengatur  waktu yang baik akan memaksimalkan pekerjaan yang ada. Bahkan dengan mengatur waktu akan membuat ibu mempunyai waktu untuk me time.

Secara tak langsung, me time menjadi waktu relaksasi bagi ibu secara maksimal. Tak perlu waktu yang banyak, hanya beberapa menit pun bisa menjadi me time, sehingga ketika melakukan aktivitas selanjutnya menjadi semakin berkualitas dan maksimal.

Terkadang saya pun melakukan me time cenderung keblabasan. Terlebih saya mengambil me time ketika anak dan suami sedang beristirahat. Meski ketika me time menjadi waktu paling bahagia bagi saya, tetapi harus saya perhatikan lagi waktunya, sehingga pekerjaan selanjutnya tidak terbengkalai.

Bahagia itu Harus

Kebahagiaan seorang ibu akan menular kepada anggota keluarga yang lain. Ibu merupakan jiwa bagi anggota keluarganya. Ketika ibu tidak bahagia, maka anggota keluarga lain akan terkena dampaknya. Meski secara tak langsung, emosi dalam keluarga menjadi terganggu. Efeknya akan mengacaukan seluruh aktivitas para anggota keluarga.

Dengan ibu yang selalu berbahagia, keluarga akan berbahagia dalam kehidupannya. Caranya cukup dengan mantra dasar ibu profesional:

banyak main bareng, banyak ngobrol bareng, banyak beraktivitas bareng keluarga

Terima kasih banyak Ibu Profesional yang telah mengajarkan saya bagaimana bahagia itu sebenarnya. Dengan saya yang selalu bahagia telah sedikit menularkan kebahagiaan kepada pasangan dan seorang putra kami. Semoga kebahagiaan kami akan menular ke lingkup yang lebih besar lagi.

Happy anniversary Ibu Profesional Asia, semoga semakin sukses dan menularkan kebahagiaan untuk ibu-ibu di seluruh Asia.



Resolusi 2019 (Part 2) : Impian



Impian bagi saya bukanlah sebuah khayalan belaka, tetapi sebuah pengharapan terhadap sesuatu yang ingin dicapai. Dengan adanya impian inilah hidup menjadi lebih bersemangat, ingin lebih baik dari yang lalu, dan lebih bermanfaat di kehidupan.

Beberapa orang pastinya memiliki impian yang ingin dicapai. Bukan hanya dengan ongkang-ongkang kaki, tetapi juga disertai dengan berbagai usaha yang tak mudah. Begitu pula denganku yang juga memiliki impian yang ingin dicapai di tahun 2019.

1. Hamil
Impian ini sebenarnya saya inginkan di tahun ini. Tetapi ternyata Allah berkehendak lain, ternyata banyak hal yang perlu dipertimbangkan dimatangkan terlebih dahulu di tahun ini. Semoga tahun depan, amanah itu akan datang kepadaku lagi 

2. Liburan Gratis Keluar Jawa
Liburan menjadi salah satu me time dan pelepas lelah dengan aktivitas sehari-hari. Saya pun demikian, ingin liburan tapi liburan gratis. Selain bisa menghemat pengeluaran keluarga juga ingin menikmati waktu bersama keluarga lebih lama.

3. Sehat Badan dan Rohani
Kesehatan menjadi modal dasar untuk melakukan berbagai aktivitas. Saat tubuh sehat, maka untuk melakukan bermacam-macam aktivitas akan terasa ringan dan menyenangkan. Di tahun 2019, saya ingin memiliki tubuh yang lebih sehat dengan pikiran yang bebas dari stres.

Nah, itulah impianku di tahun 2019. Bagaimana denganmu?

Resolusi 2019 (Part 1): Kepenulisan

Hal yang paling tidak pernah saya bayangkan adalah bahwa saya bisa menulis. Ya, ini karena dulunya nilai bahasa saya selalu pas-pasan dan saya tidak menonjol di bidang jurnalistik. Tetapi ternyata hal tersebut malah menjadikan diri saya terbelenggu dengan hal yang ternyata menjadi salah satu potensi diri saya.

Mulai belajar menulis sejak 15 bulan yang lalu dan di tahun 2018 menjadi tonggak bahwa ternyata tulisan saya tak jelek-jelek amat. 😁 Meski begitu saya tetap harus belajar, karena menulis menurut saya sebagian besar adalah karena kebiasaan.

Mungkin dikarenakan saya tidak pernah menganggarkan biaya untuk belajar menulis, saya berusaha mencari beberapa komunitas menulis secara cuma-cuma untuk memperoleh ilmu tentang kepenulisan. Selain menambah ilmu, tentunya juga menambah saudara. Dan dari sinilah perjalanan menulis saya dimulai dengan beberapa pencapaian yang melebihi rencana resolusi saya di tahun ini.



Bahwa hidup itu harus ada peningkatan, maka di tahun ini saya membuat beberapa resolusi khusus di bidang kepenulisan saya dengan mempertimbangkan beberapa hal seperti ini

1. Buku Solo Terbit
Di tahun ini saya ikut bergabung dalam sebuah  komunitas menulis buku solo secara gratis. Ya, ini karena saya memiliki impian menulis buku solo saya. Selain itu, juga karena saya tak memiliki biaya untuk mengikuti kelas berbayar. Sebenarnya tahun ini harus sudah selesai, tetapi karena draf tulisan saya corrupt, alhasil saya harus mengulang dengan ide tulisan berbeda yang semoga menjadi tambah baik.

Mencoba memulai menuliskan draf kembali dan mengubah ide tulisan yang sudah saya kerjakan pun saya lakukan. Mungkin karena kurang baca dan sedikit kebingungan dengan gaya tulisan saya yang kurang cocok saat menulis buku. 😁

Sekarang masih menambah bacaan dan ketika ada promo buku mulai mengoleksi beberapa buku yang relevan dengan tema yang saya kuasai. Meskipun terkadang membaca buku nonfiksi sangat berat, tapi kalau dinikmati semoga bisa menambah referensi saat menulis buku solo.

2. Buku Antologi Bertambah
Di tahun ini Alhamdulillah saya telah menulis antologi dengan 4 buah antologi yang sudah terbit. Harapannya, meskipun ternyata saya kadang agak mandeg ide saat menulis antologi, semoga di tahun depan masih bisa ikut menjadi salah satu kontributor antologi populer.

3. Ngeblog
Di tahun ini ternyata saya pindah domain. Ini karena menurutku sangat asyik jadi seorang blogger. Meskipun beberapa tulisan merupakan hasil challenge ataupun beberapa review ala-ala saya (beberapa produk dapat gratis dari web penyedia produk gratis) tapi cukup membuat saya bahagia.

Terlebih ketika beberapa postingan artikel saya ada yang menduduki laman pertama Google. Ini menjadi hal yang menurut saya wah saat masih berusaha terus belajar menulis.

Selain itu, dalam ngeblog ini terkadang saya mengikuti lomba blog, meski banyak gagalnya dan hanya 1 yang menjadi pemenang utama. Sangat cukuplah untuk banyak belajar dari para blogger keren yang menjadi pemenang.

Memperbanyak blogwalking juga menjadi sarana saya untuk belajar lebih dari seni ngeblog. Karena ternyata sisi lain dari blog tidak hanya dilihat dari kenyamanan saat membaca blog orang lain. Tetapi juga bagaimana mengkombinasikan tulisan dengan beberapa gambar relevan. Dan mulailah saya belajar fotografi dan edit foto.

Karena dalam ngeblog merupakan sebuah seni, tak hanya ketrampilan saya. Saya akan terus konsisten ngeblog di tahun depan. Dengan harapan pencapaian tahun ini bisa saya lampaui di tahun depan.

4. Content Writer
Menjadi content writer bukan menjadi salah satu profesi tambahan yang saya bayangkan. Tetapi mumpung ada lowongan dan saya ingin banyak belajar banyak mengenai dunia artikel. Di bulan Mei tahun ini saya mulai terjun di dunia ini. Alhamdulilah saya cukup menikmati proses ini. Mungkin karena saya tipe visual jadi lebih banyak mendukung saya menjadi seorang content writer. Harapannya di tahun depan pengennya penghasilan dari sini nambah terus tiap bulannya. Hahaha

5. Masuk Koran
Di tahun ini saya ada keinginan untuk menulis artikel di surat kabar. Tapi entah mengapa harapan tersebut tak terlaksana. Mungkin karena terlalu banyak nulis jadi butuh refreshing. Tapi pengen sekali-kali masukin artikel ke surat kabar sih. Hal pertama yang baru saya lakukan adalah membaca rubrik artikel di koran, mempelajarinya, dan mungkin kalau sudah ada ide saya akan menuliskannya dan mulai mengirimkannya. Hihihi


Karena impian harus ditulis supaya tak lupa. Tulisan juga menjadi sebuah doa hamba kepadaNya.

Yuk, mulai tulis apa resolusimu di tahun depan.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan Saat Mati Lampu


Sumber: atmago.com

Mati lampu atau listrik mati merupakan sebuah kondisi yang tidak dapat diprediksi, kecuali kalau kondisi tersebut karena adanya pemadaman karena biasanya sudah ada pemberitahuan. Kalau mati listriknya di pagi hingga sore hari mungkin banyak kegiatan yang bisa dilakukan, tetapi kalau mati di malam hari, enaknya ya dibawa tidur. Hahaha

Jika sebagian besar pekerjaan rumah tangga dibantu dengan listrik, tapi ternyata listriknya padam mungkin agak merepotkan ya. Tapi jangan khawatir, karena kegiatan berikut ini bisa kita lakukan saat mati lampu. 

1. Tidur
Kegiatan paling mudah dan nyaman saat mati lampu adalah tidur. Terutama ketika malam hari, saat listrik mati dan kita tidur maka tak akan terasa, kecuali karena gerah. Selain itu, saat kondisi gelap juga dapat membuat tidur semakin lelap dan berkualitas.

2. Ngemil
Kalau mati listriknya pas pagi hari, paling enak dipakai untuk ngemil. Apalagi jika hujan turun. Selain bisa menghangatkan badan, ngemil juga sedikit akan mengurangi tingkat kestresan kita.

3. Nulis
Meskipun mati lampu, jangan sampai kehilangan waktu berharga untuk menuangkan ide. Daripada bengong atau ngelamun tak jelas, mending segala sesuatu yang ada di pikiran kita dituangkan dalam bentuk tulisan.

4. Membaca
Khusus di pagi hari, saat listrik padam menyerang bisa digunakan untuk membaca. Selain mengurangi waktu yang terbuang sia-sia, membaca pastinya juga akan menambah ilmu.

5. Main Game
Bagi yang smartphonenya full baterai, main game bisa menjadi alternatif pengisi waktu saat mati lampu. Tapi terkadang main game bisa bikin baterai boros jadi harus dihemat penggunaannya.

6. Ngobrol
Paling gampang dan jika ada temennya,ngobrol paling asyik jadi pengisi waktu kosong. Tetapi jangan sampai ghibah ya. Selain tak terasa, ngobrol juga bisa menjadi sarana memahami pasangan/keluarga. Ngobrol juga bisa meningkatkan bonding antar keluarga. 😄

Ini kegiatan yang aku lakuin saat listrik mati. Kalau kamu biasanya ngapain? 

Resolusi 2019, Perlukah?

Sumber Gambar: liputan6.com


Mencatat setiap tujuan yang akan diraih di tahun mendatang bukanlah sebuah ego dan ambisi semata. Tetapi juga tentang impian dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Dengan mencatat setiap impian di masa mendatang juga tak hanya keinginan semata, tetapi juga diperlukan ikhtiar dan doa kepadaNya.

Resolusi menjadi salah satu impian yang perlu ditulis dan direalisasikan. Ditulis karena ingatan manusia banyak kekurangannya dan direalisasikan karena untuk menjemput impian bukan dengan menopang dagu.

Untuk itu, untuk merancang sebuah resolusi diperlukan kriteria agar sesuai dan tepat target. Kalau saya lebih memakai istilah SMART.

S- Spesific: dalam menuliskan resolusi ke depan diperlukan hal yang spesifik yang perlu ditulis dan direalisasikan. Contohnya nih, kita pengen tahun depan punya rumah sendiri. Hal spesifik yang perlu ditulis adalah lokasi rumah, beli tunai/KPR, serta luas rumah dan halaman.

M- Measurable: atau dapat diukur. Lihat lagi resolusinya, apakah bisa diukur atau tidak. Contoh yang bisa diukur: rumah yang diinginkan luas berapa, harganya berapa.

A- Achievable: artinya kita kudu bisa merealisasikannya, jangan hanya menunggu anugerah turun dari langit. Perlu usaha keras dan doa. Jangan karena ingin punya rumah hanya membayangkan dapat hadiah rumah.

R- Realistic. Dalam menuliskan resolusi harus realistis dong ya. Jangan karena uang mepet dan pengen rumah sendiri, ingin rumah yang mewah dengan lantai sebanyak 7. 

T- Timely: Nah, inilah yang penting. Terkadang kita bikin daftar resolusi tanpa diberi waktunya. Dengan ada waktu yang terukur kita jadi tahu dan semakin bersemangat. Selain itu jadi indikator keberhasilan dan bahan evaluasi untuk membuat resolusi di tahun berikutnya.

Sudahkah membuat resolusi 2019?

Waspada Bencana

Berbagai macam bencana melanda berbagai wilayah di Indonesia. Membuat hati trenyuh ketika mendengar beberapa kabar dari saudara sesama warga negara Indonesia. Meskipun beragam suku dan kebudayaan tak membuat rasa berduka cita menyelimuti kesedihan di seluruh wilayah Indonesia.

Meskipun begitu, tetaplah wilayah lain di Indonesia harus mewaspadai adanya bencana lain yang melanda Indonesia. Memang tidak semua bencana dapat dicegah dan diantisipasi oleh manusia. Karena bencana merupakan hak Yang Maha Kuasa untuk menunjukkan kekuasaannya. Tetapi beberapa perlengkapan dan kewaspadaan bisa dilakukan untuk mengantisipasi beberapa kemungkinan yang terjadi.

Beragam simulasi tentang kebencanaan sering diselenggarakan pemerintah untuk mengajak masyarakat Indonesia tetap tenang dan waspada ketika bencana datang. Simulasi seperti ini biasanya dilakukan di beberapa daerah yang rawan terkena musibah bencana. 

Selain itu, tetap waspada dan bersikap tenang bisa membuat diri dan keluarga tak panik ketika bencana tersebut datang tiba-tiba.





Sumber Gambar: Ibu Profesional

Kegiatan di Waktu Luang



Waktu luang merupakan waktu yang paling banyak ditunggu orang yang mengaku dirinya sibuk. Waktu luang bisa hanya dalam hitungan menit saja. Sebagian orang memanfaatkannya dengan me time agar pikirannya kembali fresh. Beberapa melakukannya untuk menghabiskan waktu, sebagian yang lain memanfaatkannya untuk menyegarkan pikiran.

Beberapa kegiatan bisa dilakukan dan banyak macamnya. Mungkin kegiatan di bawah ini bisa menjadi kegiatan pengisi waktu luangmu:

1. Baca Buku
Meski terlihat seperti orang pintar, membaca buku cukup efektif untuk menyegarkan pikiran. Membaca buku fiksi bisa menjadi alternatif bagi yang tak suka membaca diktat kuliah. 😂

2. Olahraga
Sekedar push up atau senam aerobik di kamar bisa menjadi penghilang rasa stres di kala luang. Selain itu, olahraga juga menyegarkan tubuh dan bisa menurunkan berat badan berlebih.

3. Beribadah
Dengan beribadah, maka rasa syukur akan semakin tinggi. Penghambaan diri kepadaNya akan tercurah dan diri akan menjadi lebih tenang.

4. Stalking Social Media
Bagi yang tak punya kerjaan stalking menjadi salah satu aktivitas yang ternyata banyak menghabiskan waktu. Rencana hanya membuka beranda, tau-tau ada di laman profil orang. 😂

5. Streaming / Youtube-an
Hiburannya orang visual audio ya nonton. Bisa nonton film, nonton channel youtuber atau sekedar melepas lelah dengan menonton video parodi.

6. Menulis
Menulis menjadi salah satu cara saya menghabiskan waktu luang ketika anak tidur atau bermain. Meski terkadang tulisan saya agak nyeleneh, tapi cukup membuat saya lega.

Kalau kamu, cara menghabiskan waktu luang ngapain hayo? Makan atau tidur sepuasnya? 😁😁

Ketika Marketplace Menebar Racun



Berbelanja menjadi sebuah aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Terlebih jika ada promosi yang membuat laper mata. Apalagi diskonnya di awal bulan. Penghematan dan menahan diri menjadi satu-satunya kunci agar tak kalap.

9.9 dimana tanggal 9 di bulan 9. Banyak marketplace yang menawarkan berbagai macam diskon yang membuat mata berbintang-bintang. Terlebih jika barang yang didiskon merupakan barang yang diincar-incar selama ini. Huft..

Beragam barang mulai didiskon. Dari peralatan rumah tangga, elektronik, fashion, skincare, hingga printilan anak kecil-kecil. Dan yang bikin lapar mata adalah ketika diskon yang ditawarkan mencapai 99%. Wah, hanya dengan harga 1% kita bisa mendapat barang yang diinginkan. 

Hanya saja karena jangkauan wilayah yang tidak dekat, mau tak mau harus membayar ongkos kirim sebagai kompensasinya. Meskipun ada marketplace yang menyediakan program gratis ongkir atau subsidi ongkir.

Hari pelanggan nasional mungkin menjadi momentum sempurna bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan atau menghabiskan stok barangnya. Tak hanya penjualan online saja yang mengadakan diskon besar-besaran, toko ataupun jasa juga menawarkan diskon cuci gudang yang cukup membuat kantong tipis.

Bagaimana pun, banyaknya diskon yang menjadi racun ini tetaplah diri sendiri harus mampu menahannya. Setidaknya menahan untuk tidak mengklik beli ataupun menahan untuk tidak melihat promonya.

Kata Siapa Menulis itu Berat?


me·nu·lis v 1 membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya): anak-anak sedang belajar ~; melukis baginya merupakan kesenangan yang dimulai sebelum ia belajar ~; 2 melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan: ~ roman (cerita), mengarang cerita; ~surat membuat surat; berkirim surat; 3 menggambar; melukis: ~ gambar pemandangan; 4 membatik (kain): lebih mudah mencetak daripada ~ kain;

Menulis merupakan sebuah kegiatan, yang mana bisa dilakukan oleh semua orang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Berbagai macam tujuan dilakukan orang dengan menulis.

Berkomunikasi dengan Menulis

Jika di zaman dahulu dengan berkomunikasi jarak jauh membutuhkan pesan surat. Kini hanya dengan mengetikkan tuts keyboard, lahirlah sebuah komunikasi tertulis yang cepat.

Dengan menulis, komunikasi yang semula susah diungkapkan melalui kata-kata menjadi mudah dengan cara ditulis. Bahkan sebagian pujangga cinta mengungkapkan isi hatinya melalui puisi yang ditulisnya di selembar kertas.

Menulis untuk Menuangkan Ide

Menulis juga merupakan rangkaian dari sebuah jawaban yang diberikan atas berbagai pertanyaan ataupun kompetisi. Dengan menulis, kita menjadi tahu ide seseorang yang dituliskannya melalui kata-kata.

Meskipun sederhana, banyak ide menarik yang kita dapatkan dari sebuah tulisan. Bahkan melalui sebuah cerita kita pun dapat menuangkan ide yang bisa dipetik hikmahnya oleh pembaca.



Menulis bukan menjadi sesuatu yang berat. Dimana kita alami sendiri, mulai dari awal memasuki bangku sekolah kita sudah diajarkan berbagai macam bentuk huruf. Mulai dari huruf abjad hingga huruf hijaiyyah.

Proses menulis memanglah instan, dimulai dari mengenal huruf, menuliskannya, hingga membentuk sebuah rangkaian kata, kalimat, dan paragraf.

Meskipun jika dahulunya menulis hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban sebagai pelajar. Menulis kini merupakan sebuah aktivitas untuk meluapkan segala emosi dan ide melalui rangkaian aksara yang tersambung.

Karena menulis itu tak mudah. Hanya berbekal pulpen dan kertas ataupun jempol untuk mengetikkan huruf per huruf di layar keyboard. Tuangkan segala apa yang ada di pikiranmu dan jadilah sebuah tulisan.

Daerah Kekuasaan Kucing

Yang di rumah pelihara kucing atau ada kucing yang sering menjajah rumah pasti sebel banget kalau menemukan kucing sedang BAK sembarangan. Selain bau pesing, pastinya pipisnya si kucing bikin najis.

Lalu, apakah semua kucing akan berperilaku yang sama?

Ternyata tidak semua kucing memiliki kebiasaan BAK sembarang. Kucing jantan memiliki kecenderungan untuk melakukan BAK sembarangan. Atau kalau dalam istilah dinamakan spraying.



Spraying merupakan salah satu cara kucing untuk menandai daerah kekuasaannya, biasanya kucing menyemprotkan air kencingnya di suatu tempat dalam volume air kencing yang amat sedikit dibanding dengan BAK kucing sesungguhnya. Spraying ini hanya dilakukan oleh kucing jantan dalam rangka menandai wilayah kekuasaannya dari para kucing jantan lainnya.

Baca Juga : Tentang Kucing


Bagaimana jika ternyata salah satu bagian rumah menjadi daerah kekuasaan kucing?

Bagi yang memelihara kucing di rumah, terutama kucing jantan, harus ekstra waspada pada najis jika sewaktu-waktu salah satu bagian rumah menjadi tempat spraying si kucing. Biasanya kucing yang melakukan spraying merupakan kucing dewasa, jika kucing masih kitten (usia di bawah 1 tahun), kucing hanya melakukan BAK sembarang jika tidak diajarkan BAK di tempatnya sedini mungkin.

Jika mempunyai kucing jantan yang sudah dewasa, harap diperhatikan bagian rumah dan perabot yang biasanya digunakan kucing untuk melampiaskan fitrah kekucingannya tersebut. Biasanya kucing akan melakukan spraying di pintu almari, tembok rumah yang menurutnya strategis, bahkan kucing juga melakukan spraying di kendaraan pribadi.

Mengetahui Obyek Spraying Kucing

Aroma yang ditimbulkan tentunya akan sangat mengganggu kenyamanan kita, dan kita pun harus tahu bagian mana yang sering dijadikan obyek spraying si kucing. 

Jika kita sudah mengetahui obyek spraying kucing, kita harus dengan sigap membersikannya. Selain untuk menghilangkan najis, membersihkan bekas spraying kucing juga bertujuan untuk mencegah agar kucing tidak lagi melakukan hal yang sama di tempat tersebut.

Membersihkan Bekas Spraying ala Saya

Membersihkan bekas spraying kucing tentunya harus memperhatikan cara membersihkan najis. Meski tidak seberat najis mugholadoh, tetap membersihkan najis kucing harus sempurna. Caranya pun hampir sama dengan membersihkan najis pada umumnya.

Pertama, bersihkan najis bekas spraying kucing. Biasanya bekas spraying hanya sedikit, dan karena jangkauan spraying kucing cukup luas dan terkadang kasat mata, membersihkannya tentu saja dengan  perkiraan luas spraying si kucing. Media yang paling simpel digunakan adalah dengan tisu, meski tak ramah lingkungan. Selain simpel, dengan tisu maka kita tidak perlu lagi membersihkan najis jika membersihkannya menggunakan kain.

Kedua, guyur dengan air. Untuk tempat bersih dan suci, gunakan air yang bersih dan mensucikan. Dan jangan lupa setelah itu keringkan. 

Ketiga, untuk mencegah kucing tidak melakukan spraying lagi. Gunakan pewangi sampai bau pesing bekas spraying kucing hilang. Meski kita sudah tidak mencium bau pesing, kucing tetap bisa mencium bekas sprayingnya. Kita bisa menggunakan beberapa pewangi. Biasanya saya menggunakan karbol, pemutih, dan terakhir saat mengepel saya gunakan cairan pewangi lantai. Dan jika kondisi lantai sudah kering, biasanya saya semprotkan parfum ruangan ke bagian bekas spraying kucing.

Bagaimana pun spaying merupakan salah satu fitrah kehewanan kucing yang alami dalam rangka mempertahankan fitrahnya sebagai kucing. Dengan spraying kucing memiliki kemampuan alami dalam mempertahankan diri dan daerah kekuasaannya. 

Bagi para pemilik kucing, spraying juga bisa diartikan kucing jantan sudah mengalami fase kucing dewasa. Biasanya kucing akan mengalami fase spraying yang pertama kalinya pada umur sekitar 9-12 bulan. Dengan spraying inilah kucing akan tumbuh dan berkembang sebagai kucing peralihan dari kitten menjadi kucing adult (atau dalam fase manusia dinamakan fase remaja). Pada fase inilah kucing jantan juga bersiap mencari kucing betina untuk melakukan perkawinan.

Meskipun kondisi seperti ini sangat menjengkelkan para pemilik kucing. Ketahuilah bahwa memukul kucing sangat dibenci Rasulullah. Maka dari itu, bagi yang sedang memelihara kucing, peliharalah kucingmu sebaik mungkin dan berikan kasih sayang kepada kucing karena bagaimanapun kucing juga memerlukan kasih sayang dari pemiliknya.


Pembelajaran dengan Metode Andragogi



Pembelajaran dengan metode andragogi erat kaitannya dengan metode belajar orang dewasa. Seperti arti kata secara harfiah, andro berarti orang dewasa dan agagos yang berarti memimpin. Sehingga dapat diartikan sebagai seni dan ilmu yang membantu orang dewasa belajar.

Diagnosa Kebutuhan Belajar (Learning Needs)

Sebagai seorang yang sudah berkembang menjadi orang dewasa, kita harus bisa mendiagnosa kebutuhan belajar kita. Apa yang sebenarnya kita butuhkan. Sehingga tidak semua yang menarik untuk dipelajari, menarik pula untuk kita pelajari. Selain agar tidak terjadi tsunami informasi karena berbagai ilmu yang telah dipelajari, juga agar kita bisa menjadi seorang ahli di bidang ilmu yang menarik bagi kita.

Dalam kelas bunda sayang, sudah terdapat kurikulum yang tersedia. Kita tinggal mempelajari dan mengaplikasikan ilmu yang ada. Sehingga proses pembelajaran dalam satu kurikulum menjadi terarah.

Merumuskan Tujuan Belajar

Dalam setiap pembelajaran kita harus mempunyai tujuan untuk apa kita belajar. Sehingga ilmu yang kita dapatkan bisa kita terima, aplikasikan, bahkan dapat kita tularkan ke orang lain. Sehingga ilmu yang kita peroleh menjadi ilmu yang bermanfaat.

Dalam kelas bunda sayang, sudah dijelaskan tujuan awal dalam belajar, yaitu untuk mendidik anak lebih baik. Sehingga urusan kita dengan anak menjadi beres.

Juga tujuan belajar di masing-masing materi sudah dijelaskan secara rinci. Seperti di materi "Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak". 

Mengidentifikasi resources (baik dalam hal manusia maupun material) dalam belajar

Dalam setiap pembelajaran, kita harus mengetahui sumber daya apa yang harus kita siapkan. Seperti waktu yang kita miliki, akses menuju ilmu yang akan kita dapatkan (jika luring, bagaimana transportasi menuju sumber ilmu, jika daring bagaimana medianya, apakah kita bisa mengaksesnya).

Selain itu, kita juga harus siap dengan material yang kita gunakan dalam sistem pembelajaran andragogi. Perlu buku catatankah? Atau bisa dengan catatan yang tersemat dalam gawai.

Dalam kelas bunda sayang sudah dipaparkan sejak awal bahwa yang saya ikuti adalah kelas daring. Sehingga pemanfaatan gawai harus dimaksimalkan, terlebih lagi dalam hal data internet. Yang paling menguras data internet kartu saya adalah saat harus mengunduh file yang lumayan menyedot kuota data internet saya.

Memilih dan Mengimplementasikan Strategi Belajar

Dalam menyerap ilmu yang sudah dimiliki tidak semua orang memiliki cara belajar yang sama. Ada yang bertipe kinestetik, visual, ataupun auditori. Mengimplementasikan strategi belajar tentu saja harus disesuaikan dengan gaya belajar kita. Selain ilmu dapat terserap sempurna, juga akan mempermudah kita dalam hal menyerap ilmu. Sehingga saat kita belajar mata kita terus berbinar-binar karena mengetahui sesuatu yang terkadang dianggap sulit ternyata mudah.

Karena saya cenderung bertipe visual. Pembelajaran melalui diskusi whatsapp sangat membantu saya dalam mengetahui lebih lanjut tentang fitrah seksualitas anak. Terlebih lagi ketika tantangan kali ini membuat review, membuat saya makin berbinar-binar. Karena salah satu cara belajar saya adalah dengan membaca dan menuliskannya kembali menggunakan kata-kata saya sendiri.

Mengevaluasi Hasil Belajar

Setiap proses akan menghasilkan sebuah hasil. Entah itu memuaskan atau kurang. Baik hasil yang memuaskan atau tidak, baiknya kita harus senantiasa mengevaluasinya lebih lanjut.

Hampir sama dengan tantangan level 11 ini. Ada hasil yang lulus tantangan, ada pula yang gagal. Alhamdulillah, kali ini saya berhasil.


Bagaimanapun juga, hasil tidak akan mengkhianati sebuah proses. Apapun metode pembelajaran yang dipelajari, baik metode andragogi, pedagogi, ataupun heutagogi semuanya memiliki plus minusnya.

Sumber:
padepokanmargosari.com

Tidying - Komono

Menurutku, beberes yang paling butuh tenaga ekstra setelah beberes pakaian adalah beberes komono. Bukan lagi tentang suka-tidak sukanya dengan pernak-pernik. Tapi, karena pernak-pernik di rumah banyak banget. 

Saking banyaknya, terkadang sampai menyatukan dua benda yang berbeda dalam satu wadah. Alhasil saat memerlukan benda tersebut harus mengacak-acak ruang penyimpanannya.

Baca juga: Buku Konmari

Satu-satunya yang harus saya lakukan adalah membereskan pernak-pernik tersebut berdasarkan kategorinya dan menyimpannya di tempat yang berbeda.

Dan dari sekian banyak pernak-pernik yang saya miliki, saya hanya berhasil di empat kategori. Sementara yang lain seperti bros dan VCD alhamdulillah sudah stay di tempatnya.

1. Skincare dan Make Up
Di bagian ini, saya memberikan dua tempat yang berbeda. Karena make up jarang di pakai saya sendirikan dengan produk skincare.



2. Kabel
Kabel ini yang biasanya paling susah rapi,  terutama kabel charger hp yang setiap hari harus dipakai. Meski sudah memiliki rumah sendiri, tetap saja kabel-kabel ini selalu berantakan.



3. Alat Tulis
Alat tulis menjadi momok bagi keluarga saya. Terlebih sering hilangnya pulpen di rumah. Entah ketlingsut ataupun diambil anak dan dilempar entah kemana. Jadi, setiap pagi, suami sering menanyakan dimana pulpennya. Dan sekarang untuk tempat pulpen semuanya saya taruh di kaleng.



4. Piring dan Gelas
Sebenarnya bagian dapur ini yang paling kompleks. Tak hanya dengan piring dan gelas, perkakas memasak, ataupun letak kompor. Tapi bagaimana managemen penyimpanan bumbu dan bahan makanan. Jadi, saya fokus dulu pada bagian piring dan gelas karena digunakan sehari-hari.


Seperti inilah hasil konmari saya di bagian pernak-pernik ini. Ada kalanya malas akan menambah beban tenaga di kemudian harinya, untuk itu jangan tunda pekerjaanmu meski hanya sedikit. 

RCO Makin Keren



RCO atau Reading Challenge ODOP merupakan sebuah program dari komunitas ODOP untuk membiasakan para anggotanya memiliki kebiasaan membaca. Ya, karena untuk menulis pun kita harus banyak-banyak membaca, bisa sebagai referensi, bisa juga sebagai penambah ilmu kita di bidang kepenulisan.

Baca juga : Kesan RCO #2

Dan di hari ini adalah hari terakhir RCO #3, dimana RCO kedua yang saya ikuti setelah RCO #2. 

Baca juga: Ikut RCO Lagi

Sebenarnya, dulunya saya suka baca, terutama baca novel. Tapi semenjak punya anak jadi seperti tak punya banyak waktu untuk membaca. Gimana mau baca, lha buku yang dipunya itu-itu aja. Hehe

Setelah ikut ODOP, mata saya kembali berbinar-binar karena menemukan apa yang aku ingin lakukan sejak dulu. Dan saat itu, aku ikut RCO #2 dan lulus. Yeey...

Setelah RCO #2, tak disangka dengan cepat muncullah RCO #3. Dan tak kusangka ternyata pesertanya membludak. Sampai berlembar-lembar pije RCO merekap. Karena adanya seleksi alam, pesertapun berguguran.

Ada yang menarik di RCO #3 kali ini, target membaca per harinya lumayan menguras waktu dan pikiran, minimal 40 halaman per hari. Dan ketika lagi tak semangat membaca agak berat. Apalagi kalau buku yang dibaca buku nonfiksi, butuh konsentrasi dan perhatian khusus untuk menyelesaikan target harian ini.

Tantangan awal hingga tantangan ketiga menurutku lumayan mudah. Dibanding dengan RCO #2 kemarin yang tantangannya bikin sakit perut. Apalagi dulu tak punya banyak buku dan belum unduh aplikasi i-pusnas. 

Yang paling mengejutkan dari RCO #3 ini adalah tantangan terakhirnya. Bikin puisi dari buku biografi yang dibaca. Berat banget ini, coba kalau aku jadi Dilan, bikin puisi semenit pasti jadi. Sayang aku bukan Dilan, bikin puisi pun harus semedi 2 hari dulu baru publish di facebook. Ya, meski dengan kualitas puisi yang tak ada bagus-bagusnya juga. 😢

Tantangan yang bikin sakit kepala adalah membaca buku bahasa Asing. WOW BGT ini. Karena di rumah sekarang yang aku punya cuman buku bekas zaman kuliah. Yowes, yang kubaca mau tak mau buku itu. Dengan tebal 400an halaman, baca buku ini butuh konsentrasi tinggi. Untungnya saya sudah sedikit tahu isi bukunya, jadi tak terlalu susah saat diminta membuat tantangan resume buku. 😁

RCO kali ini emang bener-bener TOP MARKOTOP deh. Tantangan tiap level sudah berjenjang. Dari level rendah hingga ke level tertingginya.

Semoga dengan RCO kedua kalinya ini membuatku tak berhenti membaca, meskipun sudah selesai programnya.

Sukses terus buat RCO...

I'm a Moslem, I'm not a Terrorist

Mendengar berita pengeboman di Surabaya pasti sangatlah miris. Banyak nyawa yang teregang tak mengerti apa-apa, kerusakan materiil dan kerusakan non materiil.



Entah mengapa, tak hanya di Indonesia saja, di negera lain pun kaum muslim juga merasakan. Bahwa pelaku pengeboman a.ka. seseorang yang beragama islam dianggap sebagai teroris yang membahayakan.

Padahal sebenarnya, islam adalah agama perdamaian. Dengan orang yang paham islam secara benar akan membawanya kepada toleransi antar umat beragama.

Hampir sama seperti yang dilakukan Rasulullah. Rasulullah selalu mengajarkan kepada kita untuk berbuat baik kepada semua orang. Bahkan kepada orang yang menghina Rasulullah, Rasulullah tetap berbuat baik kepadanya.

Saat orang mengaku ingin melalukan jihad dengan mengebom apakah sudah dibenarkan? 

Tentu saja, tindakan seperti ini bukanlah tindakan yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim. Kita tidak hidup di wilayah yang sedang terjadi peperangan, seperti di Palestina. Seharusnya kita tetap menjunjung tinggi islam sebagai agama perdamaian dan semangat persatuan untuk menghargai umat beragama lain.

Islam merupakan agama keselamatan. Agama yang akan membawa seseorang selamat di dunia dan di akhirat. Saat seseorang mengaku muslim. Maka, harus tetap meneladani sifat Rasulullah. Bukan bertindak radikal ataupun melalukan pengrusakan pada tempat ibadah agama lain.

Mengajarkan kepada Anak Arti Islam secara Sempurna

Perilaku anak, merupakan cerminan dari pendidikan orangtua kepada anak. Rumah menjadi pendidikan pertama kepada anak sebelum anak menerima pendidikan di luar rumah.

Jadi, pondasi utama yang harus diajarkan kepada anak adalah tentang aqidah anak. Anak ditumbuhkan fitrah keimanannya, sehingga kecintaan anak dan semangat anak terhadap keimanannya dapat terus dipupuk. 

Fitrah keimanan anak harus dipupuk saat usia 0-7 tahun. Di awal kehidupannya, menyusui merupakan cara menumbuhkan fitrah keimanan anak pertama di dalam hidupnya. 

Pengenalan terhadap Allah sebagai Tuhannya menjadi kunci bahwa anak paham aqidah yang lurus, sehingga saat waktunya anak wajib melalukan ibadah, tidak ada lagi paksaan dari dalam dirinya. Ibadah yang anak laksanakan bukan karena untuk sekedar menggugurkan kewajiban ataupun malah karena takut dimarahi oleh orangtua.

Hingga saat berusia aqil baligh (sekitar 15 tahun), anak sudah matang fitrah keimanannya. Dan sudah tidak terjadi kegalauan dari dalam dirinya untuk meyakini agama yang dianut.

Bahkan saat usia aqil baligh ini, anak sudah benar-benar paham yang baik dan yang buruk. Sehingga, tak ada lagi yang namanya anak muda ikut-ikutan dalam kegiatan radikal.

Muslim, bukanlah Seorang Teroris

Saat saya membaca beberapa karya fiksi  ataupun menonton film (sebut saja film 'Khan') yang bercerita tentang kehidupan muslim di negara yang minoritas. Saya terenyuh saat banyaknya masyarakat di luar sana yang masih menganggap orang islam merupakan orang yang berbahaya. 

Seseorang yang mengaku islam tetapi masih bertindak radikal, menurut saya bukanlah seorang muslim. Seorang muslim yang paham dengan agama yang dianut, akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan menjunjung tinggi Rasulullah sebagai panutannya.

#odopbicaraterorisme
#onedayonepost
#islambukanteroris
#terorisbukanislam
#odoperbicara

Life Story-nya Amelia PH

Berbicara masalah blog, ada banyak alasan orang membuat blog. Bisa karena ingin berbagi, curcol, ataupun untuk meraup rupiah. Salah satu diantara banyak blog yang sudah saya kunjungi adalah setiap blog ada kemungkinan orang untuk mengungkapkan isi hatinya, bisa dengan menulisnya secara tersurat ataupun menuliskannya secara tersirat.

Pertama kali, membuat blog Mbak Amel aku kira isi blog mbak Amel seputar kehidupan mbak Amel, yang bisa dilihat di tajuk blognya 'life story'. Tapi setelah menelusurinya lebih jauh, ternyata tak hanya ku temukan mbak Amel yang sebenarnya, tapi karya fiksi yang sederhana dan enak dibaca. Ini karena saya belum kenal mbak Amel (peace mbak, kita kenalan dulu ✌). Tahu mbak Amel pun setelah mbak Amel salah masuk kamar ke kelas non fiksi ✌ dan baru sekarang bisa ngepoin blognya.

Tampilan blog khas default blogger pun paling ku suka (karena blogku pun memakai tema bawaan dari blogger). Selain tak perlu mencari-cari tema dan menghabiskan banyak waktu untuk mengganti tema, tampilan blog seperti ini sangat ramah dibuka. Warna biru pada tema blognya mbak Amel pun setidaknya bisa kita tebak seperti apa isi blognya mbak Arin. Hanya saja karena saya bukan psikolog apalagi peramal. Jadi saya hanya bisa menyimpulkan mbak Amel ini suka ketenangan seperti birunya laut. Ini terlihat dari isi blognya yang tidak banyak menimbulkan pro dan kontra saat membaca.

Dan dari blog ini, saya baru tahu kalau ternyata mbak Amel adalah seorang pelajar yang semangat juang menulisnya sangat tinggi. Dari awal tahun ini, mbak Amel tetap produktif menulis. Meski saya tahu, tugas pelajar sangatlah berat. Dan apalagi sekarang ditambah mbak Amel ikut RCO. Paket komplit rasanya.

Semoga tetap semangat menulis ya mbak Amel. Teruslah menulis hingga nanti kau bisa memperlihatkan karya-karya yang kau tulis pada anak cucumu

Aku Ingin Jadi Penulis

Dulu, aku tak yakin akan menuliskan sesuatu yang ada di dalam pikiran dan benakku. Bagiku, menulis itu rasanya seperti terjun ke laut. Menyeramkan.
Dulu, saat pelajaran bahasa Indonesia, pelajaran ini menurutku lebih sulit dari matematika. Dimana aku tak dapat menemukan jawabannya 100% benar. Bagiku lulus ujian nasional bahasa Indonesia dengan mendapatkan nilai 7 adalah sebuah kebanggaan bagiku.

Lemahnya saya di bidang linguistik membuatku tak mempunyai nyali dalam menulis. Dalam menulis jawaban ujian di bagian esay pun aku jawab dengan singkat, padat, dan tidak bertele-tele. Membuatku merasa minder jika nantinya aku mempunyai cita-cita sebagai penulis.

Tahun demi tahun terlewati, hingga saat aku masuk bangku perkuliahan. Menulis semacam menjadi ladang pencarian uang bagiku. Mencari ide melalui proposal, hingga menuliskannya dan ternyata didanai membuatku bersemangat saat itu. Hingga kemudian saat aku dibelikan laptop, aku berazzam bahwa laptopnya nanti akan aku gunakan untuk mencari uang. Namun sayang, umur laptopku tak sepanjang yang aku harapkan.

Setahun terakhir ini, aku mencoba mengikuti tes bakat di temubakat.com hingga kemudian hasilnya adalah salah satu kelebihanku di bidang journalist. Yang mana salah satu contohnya adalah penulis. 

Baca juga: Bakatku

Ya, hingga kemudian aku memutuskan untuk menulis apa yang ada dipikiran dan apa yang aku rasa di salah satu media sosial kepunyaanku. Karena kemampuan menulisku masih rendah, aku berusaha memperbaiki setiap tulisanku. Hingga kemudian aku bertemu dengan salah satu komunitas yang keren abiss. One day one post namanya. Sempat berpikiran untuk menyerah di awal. Tapi balik lagi ke niat dan komitmen awal untuk belajar, hingga akhirnya aku bisa lulus walau dengan merangkak.

Aku yang lemah pada imajinasi dan khayalan membuatku langsung memilih tanpa memikirkan lebih dalam lagi dalam memilih kelas lanjutan. Ya, saat itu aku hanya ingin belajar nonfiksi. Karena pilihan inilah yang 'aku banget'.

Selain di ODOP, akupun mulai ikut kelas-kelas menulis lainnya. Hingga kemudian lahirlah beberapa antologi, yang di dalamnya tentunya ada karyaku.


Siapa Aku?

Aku, sebuah kata yang mungkin paling sering aku ucapkan setiap hari. 
Aku, menjadi kata yang selalu menghubungkan antara bahasa persatuan Indonesia dan bahasa ibuku.
Aku, ternyata aku baru mengenalnya setelah lahir anak pertama.

Ya, karena untuk mencari siapa aku bukanlah perkara yang mudah.

 Zaman kecil yang tanpa beban, membuatku hanya mengenali rasa senang dan sedih. Saat itu aku pun tak tahu, siapa aku yang sebenarnya?

Lanjut ke masa remaja pun, aku hanya seorang perempuan alay di zamannya. Saat ngetik sms tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan mengetik suku kata 'nya' berubah menjadi 'x'. Sungguh masa muda yang sangatlah lebay.

Di masa peralihan menuju kedewasaan pun aku masih mencari jati diriku yang sebenarnya. Aku hanya tahu nama lengkapku Alif Kiky Listiyati, yang lebih sering dipanggil Kiki dan terkadang dipanggil Alif atau Alif Kiky. Dan dari namapun sampai sekarang aku belum tahu makna di balik namaku yang sekarang.

Baru setelah aku memiliki seorang putra, aku baru tahu siapa aku yang sebenarnya.

Baca juga : Potensi Diri

Di balik semua apa yang ada dalam diriku yang sebenarnya. Aku hanyalah seorang istri dan seorang ibu yang masih tercengkeram dengan inner child yang sering membuatku tersiksa. Sebuah perjuangan berat agar aku dapat melepaskannya dan tak akan menengok lagi ke belakang. Aku dengan segala kekurangan yang bukan dengan caraku menutupi, tapi aku harus mencari kelebihan diriku.

Masih teringat dengan kata-kata seorang psikiater saat aku tes kejiwaan untuk keperluan pembuatan NIDN. Saat itu beliau bilang bahwa diriku mempunyai kelebihan dan kelebihanku tertutup dengan kekurangan yang membuatku tak bisa berjalan ke depan. Disarankan untuk konseling, tapi entah mengapa aku tak menjalankan sarannya itu. Yang ada dibenakku, aku harus melakukan perubahan diri, mengenali diri, dan menyelesaikan semua yang membelenggu diri ini. 

Dan sekarang, aku hanyalah seorang wanita yang sedang memperbaiki diri. Memulai dari mengenali aku, menggali apa potensiku, menyadari kelemahanku. Karena tak ada manusia yang sempurna, yang ada hanyalah manusia yang mau memperbaiki diri dihadapanNya.