Diam di Rumah Bikin Mager, Coba Aktivitas Berikut



Sudah hampir 2 bulan diberlakukan pembatasan sosial yang berakibat diliburkannya sekolah dan bekerja harus dari rumah. Bagi yang suka berada di luar rumah, tentu saja hal ini akan membuat jenuh saat berada di rumah.

Meski anjuran dari pemerintah itu baik , kita masih bisa melakukan beberapa hal yang bermanfaat dari dalam rumah. Misalnya bekerja ataupun belajar secara online.

Tetapi, jika aktivitas yang dijalani tidak sepadat biasanya dan masih banyak waktu luang. Maka, ada beberapa aktivitas agar tidak bosan di rumah.

Beribadah


Hal pertama yang perlu ditingkatkan saat berada di rumah adalah ibadah. Karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang kaya pahala. Memperbanyak ibadah, apalagi sekarang dianjurkan untuk beribadah di rumah tidak akan mengurangi khusyuknya ibadah di masjid atau musholla .

Mengembangkan Hobi


Jika saat hari biasa, hobi tidak dapat dikembangkan, saat seperti ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan hobi. Apalagi jika hobi yang dikembangkan bisa menghasilkan uang, sungguh nikmat bukan?

Ikut Kelas Online


Agar semakin produktif, mengikuti beberapa kelas online bisa menjadi alternatif kegiatan yang dilakukan dari dalam rumah saja. Sekarang banyak lembaga yang membuat kelas online, bahkan beberapa bisa diakses secara gratis.

Beraktivitas dengan Keluarga


Agar semakin dekat dengan keluarga, manfaatkan untuk melakukan aktivitas bersama-sama keluarga. Selain dapat mempererat bonding, juga dapat menjadi pengisi waktu Ramadhan.

Kalau kamu, ada tipsnya lagi gak?

Tampil Cantik Saat Diam di Rumah




Pernahkah berpikir bahwa di rumah saja membuat bosan? Apalagi jika biasanya harus bekerja di luar rumah yang menuntut tampil menarik.

Nah, jika hal tersebut terjadi pada kita, bisa nih saat masa pandemi covid-19 ini kita mulai merawat diri di rumah. Selain bisa menjadi aktivitas yang menghibur diri, merawat diri juga sekaligus untuk memanjakan diri sendiri.

Agar perawatan wajah di rumah menjadi rangkaian perawatan diri yang menyenangkan, ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk diperhatikan:

Jangan Lupa Gunakan Sunscreen


Meski harus berdiam diri di rumah bukan berarti harus men-skip penggunaan sunscreen ya dear? 

Berada di rumah sinar UV A masih tetap bisa masuk ke dalam rumah melalui ventilasi, jendela, dan pintu rumah. Tak menggunakan sunscreen berarti perlindungan dari sinar UV A akan berdampak pada kulit wajah. Dampak yang paling mengerikan adalah terjadinya penuaan dini ataupun bertambahnya keriput di wajah.

Jangan Malas untuk Menggunakan Masker


Meskipun menggunakan masker sedikit menyulitkan. Ternyata menggunakan masker bisa jadi relaksasi untuk diri sendiri.

Pilih jenis masker yang sesuai kebutuhan. Jika ingin menghidrasi kulit, pilih sheet mask. Jika ingin membersihkan wajah bisa pilih jenis clay mask atau peel off.

Selain bisa membeli masker di toko. Membuat masker sendiri juga bisa menjadi sebuah ide untuk mengisi aktivitas saat PSBB ini.

Double Cleansing Tak Boleh Ketinggalan


Meski tidak menggunakan make up tebal saat di dalam rumah, jangan lupa untuk melakukan double cleansing. Hal ini karena sebelumnya sudah menggunakan sunscreen saat pagi hingga sore, sehingga residu yang ada di kulit wajah Tidka akan menutupi pori-pori wajah yang berdampak timbulnya jerawat.





Jangan Diskriminasi Pasien Covid-19



Mungkin dari kita sering mendengar adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap pasien positif covid-19. Hal ini tentu saja akan berdampak menurunnya kekurangpercayaan diri dari pasien covid-19 yang tentu saja akan berdampak pada menurunnya imunitas tubuh pasien. Padahal salah satu penyembuhan yang efektif dari penyakit ini adalah imunitas tubuh yang kuat.

Tak hanya pasien yang masih hidup saja yang banyak mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari masyarakat di sekitarnya. Bahkan, pasien yang sudah meninggal pun banyak yang ditentang pemakamannya di TPU sekitar warga.

Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Meskipun pasien covid-19 yang sudah meninggal dikebumikan dengan cara yang sesuai dengan pedoman kesehatan, masyarakat banyak yang masih khawatir virusnya akan menyebar di sekitar pemukiman masyarakat.

Lalu bagaimana jika para tenaga kesehatan yang terkena dampak covid-19 ini?

Ternyata banyak masyarakat yang masih menganggap covid-19 merupakan penyakit yang berbahaya, sehingga pasiennya harus dijauhi bahkan perlu diusir dari pemukimannya. 

Kurangnya pengetahuan dan sosialisasi di masyarakat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan diskriminasi pasien covid-19. selain menimbulkan dampak ketakutan di masyarakat, ada pula yang menganggap sepele penyakit yang satu ini. Padahal sudah jelas bahwa penyakit ini sangat cepat penularannya meski angka CFRnya lebih rendah dibandingkan dengan SARS ataupun flu burung.

Pandemi Covid-19 Saat Ramadhan



Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu oleh umat Islam se-dunia. Tak hanya karena kenikmatan saat bulan Ramadhan tidak bisa disamakan dengan buka -bulan lainnya.

Tak hanya bisa berlama-lama bermunajat denganNya, bulan Ramadhan juga sarana menjadi lebih baik dan berbuat baik kepada sesama.

Tetapi ternyata Ramadhan ini harus diselimuti dengan virus yang sudah mendunia. Ya, itulah covid-19 yang merupakan penyakit yang penularannya sudah mendunia.

Jika pada Ramadhan sebelumnya tarawih, buka bersama, dan kajian menjadi agenda rutin yang sangat dinanti. Kini aktivitas tersebut agak susah untuk dinikmati.

Adanya himbauan untuk tetap diam di rumah menjadi salah satu pencegahan yang dianggap efektif untuk menanggulangi pandemi ini. Memang tidak semuanya patuh, tetapi setidaknya diri ini sudah berusaha untuk menahan diri agar tidak keluar rumah

Lantas, bagaimana dengan beribadah di rumah ? Apakah esensi dari Ramadhan tetap terjaga?

Sebisa mungkin ibadah dilakukan di rumah. Perbanyak dzikir ataupun tilawah di rumah. Sinari rumah dengan tilawah Al-Quran yang akan membuat keluarga menjadi tenang.

Tambah Penghasilan Saat Pandemi Covid-19



Meski perekonomian saat pandemi covid-19 mulai goyah, kita tetap harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Terlebih saat Ramadhan dan menjelang lebaran ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

Untuk menambah penghasilan sehari-hari, ada beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan hanya di rumah saja. Yuk intip pekerjaan tambahan saat pandemi covid-19.

  1. Jual Pulsa


Meski harus diam di rumah, komunikasi harus tetep jalan dong ya. Nah, untuk mengakomodir kebutuhan komunikasi pastinya butuh pulsa dan paket data. Kita bisa nih memanfaatkan kondisi ini untuk menambah penghasilan dari hasil jual pulsa.

2. Jual Online


Menjelang lebaran pastinya baju lebaran banyak diburu masyarakat. Momen ini memang selalu ada di tiap tahunnya. Pusat perbelanjaan pastinya akan penuh sesak dengan orang yang ingin pakai baju baru.

Tetapi kondisi ini tentunya berbeda dengan tahun lalu. Kita bisa memanfaatkan dengan berjualan baju secara online agar kebutuhan baju baru lebaran terpenuhi.

3. Manfaatkan Medsos


Medsos seperti Instagram dan YouTube banyak yang menghasilkan uang. Saat Ramadhan kita bisa membuat konten menarik yang akan menambah followers dan subscribers. Dengan adanya penambahan followers dan subscribers inilah yang nantinya akan menambah penghasilan kita saat masa ini.

4. Katering dan Kue Kering


Bagi yang suka memasak dan baking, ramadhan bisa jadi penghasil pundi-pundi uang. Selain bisa menciptakan makanan untuk berbuka puasa, bagi yang suka baking juga bisa menerima pesanan kue kering untuk lebaran.

Mengapa Muncul Pandemi Covid-19?

Pandemi merupakan suatu kejadian penyakit yang secara meluas penyebarannya dan menjangkiti masyarakat secara global. Kondisi ini tentu saja menimbulkan berbagai dampak, terutama di sekitar wilayah penderita.

Nah, kini dunia sedang digemparkan oleh satu virus yang konon katanya berasal dari kelelawar dan hewan buas lain yang dikonsumsi dalam kondisi hidup di Wuhan, Cina. 

Covid-19 namanya..



Penyakit yang muncul dan mewabah di Cina akhir tahun 2019 ini ternyata sudah menyebar ke seluruh wilayah dunia. Bahkan beberapa negara menerapkan kebijakan untuk menutup wilayahnya.

Penyebarannya yang sangat cepat tak lain karena transmisi penyakit covid-19 bisa terjadi karena kontak langsung. Apalagi beberapa penderitanya tidak mengalami gejala tapi bisa menularkan yang membuat banyak penderita covid-19 menyebar ke seluruh dunia.

Selain itu, kondisi tubuh manusia yang berbeda daya tahan tubuhnya juga mempengaruhi masuknya mikroorganisme ini ke dalam tubuh. Ditambah dengan perilaku yang kurang sehat menyebabkan penularan penyakit terus menerus terjadi dan tanpa mengenal status.

Meski beberapa kebijakan pemerintah digalakkan. Ternyata banyak masyarakat yang beranggapan bahwa penyakit ini sangat sepele dan dianggap sebelah mata. Hingga banyak pula diskriminasi pada penderita yang membuat banyak orang enggan berkata jujur mengenai kondisinya.

Meski orang lanjut usia merupakan golongan yang rentan terhadap penyakit ini, ternyata justru paramedis lah yang menjadi kelompok risiko tinggi tertular penyakit. Selain karena ketidakjujuran pasien, faktor APD juga menjadi penyebabnya.

Agar pandemi segera berlalu, mari bersama-sama untuk tidak egois dan mementingkan kepentingan sendiri tanpa melihat orang lain.

Cegah Covid-19 dengan Aiken Hand Sanitizer



Siapa yang menyangka jika covid-19 merupakan penyakit yang penularannya sangat cepat. Bahkan penyakit ini hampir seluruh negara di bumi sudah terjangkit dan beberapa negara harus menutup wilayahnya.

Tak hanya melalui droplet, covid-19 juga bisa ditularkan melalui sentuhan ataupun barang yang pernah disentuh oleh penderita. Parahnya, beberapa penderita tidak menampakkan gejalanya dan terlihat seperti orang yang sehat. 

Nah, untuk memutus rantai penularan penyakit ini, pemerintah menetapkan kebijakan sesuai dengan wilayahnya. Beberapa wilayah menerapkan kebijakan lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hingga presiden pun menginstruksikan kepada masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Selain itu, cara efektif untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Hanya saja saat berada di luar rumah, mencuci dengan sabun agak sulit dilakukan. Sehingga diperlukan hand sanitizer agar tangan tetap higienis.

Hanya saja karena permintaan yang meningkat, harga hand sanitizer cukup mahal di pasaran. Tetapi, tak perlu khawatir karena ada hand sanitizer yang masih terjangkau di kantong.



Aiken Hand Sanitizer


Produk hand sanitizer yang diproduksi oleh PT Unza Vitalis. Produk ini diklaim dapat membunuh mikroorganisme, seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, Pseudomonas aerugiosa, Salmonella thypimurium, dan Staphylococcus aureus.



Selain itu, formula dari hand sanitizer ini juga ramah di telapak tangan, cepat kering, dan tidak lengket.

Dengan kandungan bahan aktif 70% alkohol inilah yang membuat hand sanitizer ini cocok digunakan sehari-hari. Selain alkohol, kandungan dari hand sanitizer ini adalah air, propylene glycol, dan glycerin.

Terbuat dari bahan plastik yang ringan, untuk ukuran 50 ml ini membuat hand sanitizer Aiken mudah dibawa kemanapun, termasuk untuk disimpan di dalam kantong. Selain itu, tutup botolnya yang flip top juga membuat isinya aman sehingga gelnya tidak akan mudah keluar.

Bagi yang suka hand sanitizer tanpa aroma, Aiken sangat cocok karena tak ada tambahan bahan lain yang akan membuat tangan gatal. Selain itu, formulanya yang cepat kering juga akan membantu melakukan aktivitas lain setelah menggunakannya.

Saya sendiri mendapatkan produk Aiken Hand Sanitizer ini di official store Wipro Unza (Shopee). Untuk kemasan 50 ml, bisa dibeli dengan harga Rp9.999 saja.