Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Stop Pneumonia untuk Indonesia Sehat

 


Kesehatan menjadi pilar utama untuk kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, tidak semua masyarakat menyadari pentingnya kesehatan. 


Kesadaran individu menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan derajat kesehatan. Jika individu memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap suatu masalah kesehatan akan menjadi dasar dirinya dalam berperilaku lebih sehat.




Pneumonia,


Siapa yang tak mengenal salah satu masalah kesehatan ini? Penyebab utama kematian balita di dunia ini membunuh 1,4 juta balita di dunia tiap tahunnya. Angka ini sangatlah besar, mengingat pneumonia tidak hanya ditemukan kasusnya di negara berkembang saja.


Parahnya lagi, setiap menit ditemukan balita dengan kasus pneumonia baru. Jika tidak diatasi diperkirakan pada tahun 2030 kasus pneumonia di dunia menjadi bisa menjangkiti 11 juta balita di dunia.


Tentunya, hal ini harus menjadi perhatian bagi kita. Apalagi penyakit ini menyebabkan 15% dari seluruh kematian balita. 


Apakah yang dimaksud dengan pneumonia?


Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Steptococcus pneumoniae. Bakteri ini menjadi penyebab utama terjadinya pneumonia pada manusia. Selain itu, pneumonia juga disebabkan oleh virus Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dan virus syncytial pernapasan.


Pneumonia menyebabkan jaringan paru-paru terinfeksi. Hal ini dikarenakan alveoli atau kantong udara paru-paru terisi nanah atau cairan yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Karena tidak adanya oksigen yang masuk inilah yang menyebabkan sel darah kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian.


Bagaimana penularan pneumonia?


Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang bisa ditularkan melalui udara atau airborne disease. Penyakit ini ditularkan melalui droplet ataupun benda yang terkena percikan droplet. Secara tidak langsung, penularannya terkadang tidak disadari oleh masyarakat awam.


Apa saja penyebab pneumonia?


Pada dasarnya, penyebab utama dari kasus pneumonia adalah kondisi lingkungan. Beberapa penyebab terjadinya pneumonia pada balita diantaranya:


  • Lingkungan kumuh


Lingkungan yang kumuh menjadi salah satu penyebab terjadinya pneumonia pada balita. Selain itu, lingkungan yang kumuh juga bisa menyebabkan berbagai penyakit menular lainnya.


  • Imunitas tubuh anak


Pada dasarnya, imunitas anak akan meningkat seiring bertambahnya usia. Inilah mengapa bayi atau balita rentan sekali tertular penyakit. 


Inilah mengapa imunisasi penting dilakukan untuk melindungi anak dari ancaman penyakit. Tak hanya untuk melindungi dirinya sendiri, program imunisasi juga penting untuk meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok.


  • Perilaku pengasuhan


Ternyata perilaku pengasuhan juga menjadi penyebab anak bisa terinfeksi bakteri pneumonia. Anak yang tidak diasuh dengan baik, terlebih jika anak terus dibiarkan bermain di luar juga menjadi salah satu risiko anak bisa terpapar penyebab penyakit pneumonia.


  • Asap rokok


Jangan disepelekan tentang kebiasaan merokok. Selain bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada diri perokok, orang di sekitar juga akan menerima risikonya.


Pernah mendengar bahwa perokok pasif lebih berisiko dibandingkan perokok aktif bukan? Nah, ternyata risiko asap rokok tidak hanya yang masuk ke paru-paru perokok sendiri, tetapi juga asap rokok yang masuk ke pernapasan orang lain. 


Hal ini tidak hanya berlaku pada asap yang terhirup langsung ke pernapasan, tetapi residu dari asap rokok ternyata bisa menempel ke berbagai perabot yang ada di sekitar, termasuk tembok. Inilah yang sering dinamakan dengan third hand smoke. Kondisi ini juga bisa memicu risiko berbagai masalah kesehatan.


Asap rokok tak hanya berbahaya bagi orang dewasa saja. Bayi dan balita juga menjadi salah satu kelompok berisiko dari bahaya asap rokok. Salah satunya menjadi penyebab terpaparnya mikroorganisme penyebab pneumonia.


Bagaimana cara pencegahannya?


Berdasarkan data Riskesdas 2018, Indonesia mengalami kenaikan angka pneumonia yang ada di masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari angka prevalensi pneumonia yang meningkatkan dari tahun 2013 ke tahun 2018, sebesar 2.0


Data Riskesdas 2018


Tentunya, kondisi ini tidak bisa disepelekan. Meskipun pneumonia menjadi penyebab utama kematian balita, angka kejadian pneumonia di Indonesia bisa dicegah.


Pencegahan pneumonia yang paling tepat dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Tentunya harus diimbangi dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk makan makanan bergizi seimbang, olahraga, hingga menjaga lingkungan di sekitar rumah.


Seluruh anggota keluarga tentunya harus kompak agar kesehatan seluruh keluarga bisa terjaga. Apalagi jika dalam satu rumah terdapat bayi, balita, ataupun lansia yang masih rentan terpapar penyakit. Tentunya upaya ini harus ditingkatkan agar kesehatan seluruh anggota keluarga bisa terjaga.


Selain menjalankan PHBS, beberapa cara pencegahan lain juga perlu ditingkatkan. Hal ini tak hanya dapat bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat untuk seluruh anggota keluarga dan sekitarnya. Agar pneumonia bisa dicegah, berikut beberapa langkah tambahan yang perlu untuk dilakukan.


  • Vaksinasi


Vaksinasi pneumokokus menjadi salah satu cara untuk mencegah pneumonia. Vaksinasi ini sudah bisa dilakukan sejak bayi hingga dewasa. Ada baiknya sebelum melakukan vaksinasi ini berkonsultasi dengan dokter untuk waktu yang tepat.


Dengan melakukan vaksinasi, maka kekebalan tubuh terhadap penyakit pneumonia menjadi lebih baik. Hal ini menjadi salah satu upaya pencegahan primer yang cukup efektif untuk menekan risiko terjangkitnya pneumonia.


Meski begitu, cara pencegahan pneumonia ini hanya bisa dilakukan untuk masyarakat yang memiliki cukup biaya dalam mengakses pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan vaksinasi pneumokokus tidak dicover oleh pemerintah.


  • Pemberian informasi kesehatan 


Peningkatan pengetahuan masyarakat perlu diupayakan agar masyarakat menjadi lebih sadar tentang bahaya pneumonia pada balita. Caranya adalah dengan adanya promosi kesehatan.


Upaya promosi kesehatan bisa dilakukan dengan banyak hal. Terlebih sekarang sudah banyak media yang bisa diakses masyarakat. Tak hanya dengan penyuluhan kesehatan saja pencegahan pneumonia bisa dilakukan. 


Penggunaan media sosial untuk kampanye perlindungan anak dan pencegahan pneumonia bisa dilakukan. Misalnya saja dengan membuat poster, infografis, ataupun video yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai pneumonia.


  • Perubahan perilaku


Cara terbaik untuk mencegah pneumonia pada anak adalah dengan mengubah perilaku menjadi lebih sehat. Cara ini memang tidak bisa dilakukan dengan singkat. Setidaknya masyarakat memerlukan waktu 3 bulan untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik.


Berhenti merokok, menjadi salah satu perilaku yang perlu diubah karena menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Proses untuk tidak merokok memang sebenarnya bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, jika hal tersebut dilakukan dengan sadar dan dukungan sekitar, maka bukan tak mungkin mengubah perilaku untuk tidak lagi merokok bisa dilakukan.


Dengan melakukan beragam upaya pencegahan pneumonia bisa menurunkan angka kematian balita yang ada di dunia. Yuk, bersama-sama lindungi anak Indonesia agar tetap sehat.



Upaya Pencegahan Covid-19 dengan Clarity Air Disinfektan

Di masa pandemi seperti ini kesehatan tubuh perlu dijaga, agar imunitas tidak menurun. Terlebih covid-19 kini merupakan penyakit yang menular melalui udara (airborne disease) yang sangat cepat, karena yang dulunya menular melalui droplet bisa terbang terbawa angin.

Di rumah sendiri ada bayi yang imunitasnya masih berkembang, tentunya saya tidak boleh sembarang dalam menjaga kesehatan. Tetap berperilaku hidup bersih dan sehat (PBHS) harus diterapkan untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan anggota keluarga yang lain.

Cara Menjaga Kesehatan Saat Pandemi

Di saat pandemi ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar imunitas tak menurun dan terhindar dari serangan penyakit. Apalagi kini musim sudah berganti, tentunya pertahanan tubuh harus dijaga. Beberapa cara ini bisa dilakukan agar tubuh tetap sehat.

1. Olahraga

Olahraga menjadi salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh. Agar tubuh tetap bugar dan sehat, setidaknya harus melakukan olahraga seminggu 2-3 kali dengan durasi per sesi 30 menit.

2. Istirahat cukup

Tidur yang cukup dapat menjaga emosi menjadi lebih stabil. Setidaknya membutuhkan waktu minimal 6 jam dalam sehari.

3. Konsumsi makanan sehat

Makan makanan bergizi akan membuat tubuh tetap sehat. Gunakan pedoman piring sehat dari Kemenkes ya?

4.Menjaga kebersihan lingkungan

Karena covid-19 merupakan jenis airborne disease, maka kebersihan lingkungan perlu dijaga. Bersihkan rumah secara teratur setiap hari dan jangan lupa untuk selalu disinfeksi peralatan rumah yang sering dipegang.

5. Minum suplemen

Jika dirasa ingin membutuhkan tambahan nutrisi, kita bisa meminum suplemen tambahan. Untuk menambah daya tahan tubuh bisa minum suplemen yang mengandung vitamin D, zinc, vitamin A, dan vitamin C.

6. Berpikir positif

Berpikir positif dan tetap optimis dalam meningkatkan sistem imun. Jadi, jangan suka suudzon ya? Hehe

7.Menerapkan protokol kesehatan

Terapkan protokol kesehatan saat keluar dari rumah. Akan lebih baik jika menahan diri untuk tetap di rumah.

8.Menggunakan air disinfektan

Air disinfektan dapat membunuh kuman yang ada di udara. Tentunya hal ini sangat penting untuk mencegah penularan covid-19.

Cara Mencegah Penularan Covid-19

Tentunya ketika ada yang memiliki risiko tinggi covid-19, upaya pencegahan penularan covid-19 tentunya harus dilakukan dengan ketat. Sebagai pedomannya, berikut cara yang bisa dilakukan.

1. Bersihkan badan setelah keluar rumah

Ketika keluar dari rumah, ada baiknya untuk segera mandi dan berganti pakaian dengan yang bersih.

2. Terapkan etika batuk

Jika sedang mengalami batuk, ada baiknya untuk menerapkan etika batuk di rumah. Tetap jaga jarak dengan anggota keluarga lain agar tidak menulari ke yang lain.

3. Desinfeksi barang

Jangan lupa untuk mensterilkan barang yang sering dipegang, seperti pegangan pintu.

4. Gunakan air disinfektan

Air desinfektan dapat membunuh kuman yang ada di udara. Secara efektif tentunya akan mencegah penularan covid-19 di dalam rumah.

Pentingnya Menggunakan Air Desinfektan

Air desinfektan akan dengan efektif mencegah penularan penyakit dari udara. Tentunya dengan menggunakan air desinfektan ini perlu mempertimbangkan beberapa kriteria untuk menggunakan air desinfektan.

1. Bukan jenis aerosol

Aerosol akan meningkatkan risiko kuman untuk bertebaran di udara. Hal inilah yang membuat covid-19 menjadi penyakit yang bisa menularkan melalui udara.

2. Bukan dari alkohol

Alkohol perlu dihindari dalam pembuatan air desinfektan. Hal ini dikarenakan alkohol dapat mengeringkan kelenjar mukosa yang dapat meningkatkan risiko terpapar mikroorganisme.

3. Multifungsi

Tentunya, air desinfektan tak hanya bisa digunakan untuk mensterilkan udara saja. Tetapi juga bisa untuk mendesinfeksi peralatan dan sebagai hand sanitizer.

4. Aman

Pastinya produk air desinfektan yang digunakan harus aman untuk seluruh anggota keluarga dan tidak berbahaya saat dihirup. Untuk mengetahuinya, pastikan produk memiliki pH antara 4,6 hingga 5,5 sebagai pH alami kulit.

Untuk bisa mendapatkan produk yang aman, tentunya kita harus selektif dalam memilih produknya. Saya sendiri menemukan produk Clarity Air Disinfektan yang aman dan sudah terdaftar di Kemenkes RI.

Clarity Air Disinfektan

Clarity Air Disinfektan merupakan produk yang mampu melindungi keluarga dari penyebaran penyakit yang berbahaya. Selain itu, produk ini secara aktif mampu melawan bakteri dan kuman penyebab penyakit. Produk ini dibuat oleh profesional yang tentunya sudah bidangnya dan teruji dengan baik.



Untuk kemasannya, sendiri produk ini menggunakan botol spray dengan ukuran 100 ml. Memiliki dominasi warna putih, produk ini terlihat elegan.

Menariknya, bahan pembuatan ini alami dan sudah dibuktikan di beberapa jurnal ilmiah internasional. Produk ini merupakan kombinasi antara medical grade dan food grade yang pastinya aman digunakan oleh semua umur serta aman untuk kulit, rambut, dan saluran pernapasan.

1. Eucalyptus 

Bahan ini ternyata bisa membunuh kuman hingga efektivitas sebesar 99,9%.

2. Melaleuca alternifolia atau tea tree

Secara efektif dapat membunuh kuman

3. Benzalkonium chloride

Biasanya digunakan untuk sterilisasi alat bedah dan aman untuk digunakan.

Produk ini sendiri memiliki beragam keunggulan yang pastinya aman untuk digunakan. Saya sendiri tidak khawatir saat menyemprotkan produk di dalam rumah. Meskipun ada bayi di rumah, produk ini tidak menimbulkan reaksi alergi atau risiko kesehatan lainnya. Selain itu, produk ini memiliki bau khas eucalyptus dan tea tree yang menyegarkan. Kalau punya air diffuser bisa banget menggunakan air desinfektan ini.

Nah, untuk mencegah penularan covid-19 selalu ingat beberapa hal untuk memilih air desinfektan:

1. Jangan hanya mengandalkan cuci tangan atau hand sanitizer, karena hanya 50% secara efektif membunuh kuman

2. Jangan menggunakan obat aerosol, karena bisa memicu kuman terbang dan menjadi airborne.

3.Jangan gunakan produk yang mengandung alkohol, karena mengeringkan mukosa yang berakibat pada tubuh rentan terinfeksi penyakit.

Dengan memperhatikan hal tersebut, saya semakin yakin dengan Clarity Air Disinfektan mampu membunuh kuman dan menjaga keluarga dari terpaparnya infeksi covid-19.




Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental


Tanggal 10 Oktober 2020 apa yang ada di benak kita semua? Hari kelahiran atau justru lagi happening karena ada promo 10.10?

Banyak yang tidak menyadari bahwa di tanggal 10 Oktober adalah hari kesehatan mental dunia. Selama ini kita hanya menyadari bahwa kesehatan hanyalah sebatas tidak mengalami sakit fisik saja. Padahal, kesehatan mental juga menjadi definisi kesehatan secara umum.

Sering kan melihat reaksi korban bullying? Nah, beberapa dampaknya biasanya ada pada kesehatan mentalnya. Terlebih, di masa pandemi seperti ini kondisi psikologis perlu dijaga, apalagi jika harus terkena dampak pandemi.

Pada umumnya, kesehatan mental ini mengacu pada kognitif, perilaku, dan emosi seseorang. Inilah yang membuat orang bisa berpikir, berperilaku, dan merasakan kondisi yang ada di sekitarnya. Bahkan, beberapa orang akan merasakan kesulitan untuk beraktivitas seperti biasa.

Kesehatan mental ini pun sangat penting. Karena jika kesehatan mental seseorang lemah, maka bisa berakibat fatal untuk dirinya. Untuk itulah diperlukan pendidikan dan pendampingan mengenai kesehatan mental.

Yang perlu diketahui bahwa mental seseorang tidaklah sama, meskipun berada di dalam satu atap. Kondisi lingkungan dan psikologis menjadi faktor yang mempengaruhinya. 

Agar kesehatan mental bisa terjaga, kita perlu melakukan berbagai cara seperti berikut ini.

  • Makan makanan bergizi

Agar kesehatan mental tetap terjaga, ada baiknya untuk makan makanan yang bergizi. Gunakan menu Piring Gizi Seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari.

Jika nutrisi sudah terpenuhi, maka tubuh dan pikiran bisa sinkron. Pikiran juga menjadi lebih segar dan mampu bekerja sesuai nalar dan norma yang ada.

  • Olahraga dan melakukan aktivitas fisik

Jangan sepelekan olahraga dan aktivitas fisik. Dengan melakukan aktivitas yang bisa membakar kalori tidak hanya akan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Olahraga dan aktivitas fisik akan membuat pikiran menjadi lebih segar. 

  • Istirahat

Istirahat sejenak akan membuat tubuh menjadi rileks. Ketika tubuh rileks, maka pikiran pun juga akan rileks. Ada baiknya untuk istirahat minimal 7 jam sehari. Jika ternyata aktivitas sangat banyak, setidaknya jangan sampai tidur kurang dari 5 jam sehari. Selain dapat memperlemah kesehatan mental, kekurangan tidur juga bisa menurunkan daya tahan tubuh.

  • Hindari stres

Stres yang berkelanjutan bisa membuat kondisi mental seseorang menjadi lemah. Lakukan coping stres sesuai dengan keinginan dan hal yang disukai.

  • Berpikiran positif

Selalu berpikiran positif dalam hidup bisa membantu kesehatan mental diri. Hindari berpikiran negatif untuk hal-hal di sekitar. Selain akan menguras energimu, emosi juga akan ikut tersulut yang akan membuat terganggunya mental.

  • Ibadah

Menyerahkan semua kepada Allah akan membuat pikiran menjadi lebih tenang. Selain itu, kita juga perlu beribadah kepadaNya. Selain sebagai bentuk penghambaan, dengan beribadah juga dapat membuat daya tahan tubuh meningkat, seperti puasa dan tubuh semakin bugar, seperti sholat.

Kesehatan mental perlu dijaga. Selain untuk menjaga diri dari risiko yang buruk, menjaga kesehatan mental diri juga dapat membuat orang di sekitar menjadi nyaman.


Gerakan Peduli Hipertensi untuk Indonesia Sehat




Hipertensi  merupakan penyakit tidak menular yang kini tak hanya diderita oleh orang lanjut usia saja. Bahkan kini, hipertensi sudah ditemukan kasusnya pada anak. Tak hanya membahayakan bagi diri sendiri, kasus hipertensi pada ibu hamil juga dapat berakibat fatal bagi janin yang dikandung.

Dampak dari hipertensi tak hanya merusak jantung saja, tetapi juga organ lain, seperti ginjal dan otak. Bahkan tekanan darah tinggi juga bisa menyerang seluruh organ tubuh yang memiliki alirah darah.

Kalau dilihat dari komplikasi yang ditimbulkan, pastinya sangat berbahaya untuk tubuh. Bahkan, hipertensi termasuk ke dalam penyakit mematikan di dunia. Hal ini tentunya harus dicegah agar penyakit yang termasuk dalam the silent killer ini tidak dapat menyerang diri kita.

Apakah hipertensi dan mengapa disebut the silent killer?

Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah dalam tubuh lebih dari 140 mmHg (sistolik) dan lebih dari  90 mmHg (diastolik) pada saat istirahat.

Kondisi ini memungkinkan terjadinya komplikasi dan yang paling sering terjadi, kasus hipertensi sering disandingkan dengan kasus diabetes melitus. Bahkan sekarang, penderita hipertensi juga banyak yang juga menderita covid-19.

Penyakit ini termasuk ke dalam global burden of disease. Hal ini karena seluruh negara di dunia memiliki kasus hipertensi. Dan yang perlu kita ketahui bahwa Indonesia termasuk dalam 5 besar jumlah penderita hipertensi di dunia.

Tingginya kasus hipertensi yang ada di dunia ini karena penyakit ini merupakan penyakit yang tidak memiliki gejala. dr Tunggul G. Situmorang, Sp-PD-KGH, Dipl./M.Med.Si selaku narasumber webinar "Fight Hypertension" yang juga President  Indonesian Society of Hypertension (inaSH) menyebutkan bahwa penderita hipertensi yang sudah merasakan gejala biasanya termasuk hipertensi akut dan sudah parah. 

Hal inilah yang kemudian menjadi sebab mengapa hipertensi disebut sebagai "the sillent killer". Akibat terlambatnya deteksi dini hipertensi membuat terlambatnya penanganan hipertensi. Sehingga banyak kasus hipertensi yang sudah parah dan sulit ditangani, sehingga membuat penderitanya meninggal dunia 

Gejala hipertensi yang biasa dialami penderitanya adalah:

1. Sakit kepala

2. Sakit dada

3. Berdebar-debar

4. Letih

5. Penglihatan kabur

6. Tengkuk sakit

7. Sesak nafas

8. Kepala berputar

Kondisi tersebut dipicu karena beragam penyebab. Adapun faktor risiko yang menjadi penyebab terjadinya hipertensi adalah:

1. Konsumsi garam

Konsumsi garam yang berlebihan ternyata bisa memicu hipertensi. Disarankan untuk tidak mengonsumsi garam lebih dari 2.300 mg dalam sehari.

Nah, ternyata konsumsi garam ini sering tidak kita sadari. Misalnya, saja kita mengonsumsi mie instan. Dari beberapa mie instan yang saya lihat, ternyata  kandungan garam (natrium) yang terkandung melebihi setengah dari jumlah AKG (Angka Kecukupan Gizi). Kalau dalam sekali makan kita sudah menghabiskan 2 bungkus mie, tentunya kita harus memikirkan dampak yang akan terjadi bukan?


Informasi nilai gizi pada kemasan mie instan

2. Usia

Dari data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 menunjukkan bahwa semakin tinggi usia seseorang ternyata makin besar probabilitas untuk menderita hipertensi. Selain itu, tren hipertensi berubah saat memasuki usia lanjut. Jika pada usia produktif lebih banyak diderita oleh kaum pria, ternyata setelah memasuki menopause, hipertensi banyak diderita oleh kaum wanita.


Sumber : materi webinar

3. Obesitas

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko seseorang untuk terkena hipertensi. Jadi, ada baiknya untuk segera menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh) ya? Caranya, cukup dengan mengkuadratkan tinggi badan dalam meter dan dibagi dengan berat badan dalam kilogram. Jika hasilnya lebih dari 30, maka termasuk golongan obesitas dan perlu waspada.

4. Genetik

Jika memiliki orangtua yang juga menderita hipertensi, ada baiknya untuk selalu waspada dan sering melakukan pemeriksaan kesehatan.

5. Stres

Jika tubuh dalam kondisi stres akan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Jadi, ada baiknya untuk mengelola stres ya?

Selain kelima faktor risiko di atas, ternyata ada faktor penyulit lain yang meningkatkan risiko hipertensi, yaitu:

1. Merokok dan minum minuman beralkohol

2. Malas gerak

3. Malnutrisi, baik kurang nutrisi maupun kelebihan nutrisi.

Bagaimana cara mendeteksi hipertensi?

Hipertensi termasuk penyakit yang pemeriksaan termasuk yang paling murah dan cepat. Bahkan beberapa organisasi banyak yang sering mengadakan tensi gratis. Kalaupun tidak menemukan yang gratis, setidaknya untuk melakukan tensi tidak perlu membayar lebih dari 5 ribu rupiah.

Hanya saja untuk melakukan pemeriksaan darah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Penggunaan alat

Untuk mengukur tekanan darah digunakan tensimeter. Hanya saja, untuk sekarang ini penggunaan tensimeter raksa tidak direkomendasikan karena hasilnya yang kurang akurat dan bisa mencemari lingkungan.

Untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah direkomendasikan untuk menggunakan tensimeter digital. Dan sekarang ini, sudah banyak macam tensimeter digital yang digunakan untuk pemeriksaan kesehatan. 

Saat kehamilan kemarin pun saya cukup takjub dengan tensimeter yang digunakan. Hanya dengan memasukkan lengan dan hasilnya akan langsung terbaca beberapa saat kemudian. Hal ini tentunya juga sangat membantu petugas kesehatan, karena akan meminimalisir kesalahan, terutama saat pasien yang dilayani cukup banyak.

2. Sebelum melakukan pemeriksaan

Ada baiknya sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah untuk tidak mengonsumsi obat jenis apapun. Selain itu, hindari merokok dan meminum minuman beralkohol. Hal ini dikarenakan tekanan darah yang diperiksa akan cenderung tinggi, sehingga tidak akurat untuk didiagnosa sebagai penyakit hipertensi.

Selain itu, ada baiknya sebelum melakukan pemeriksaan tidak dalam kondisi yang lelah dan sudah tidur cukup pada malam harinya.

3. Saat melakukan pemeriksaan

Saat dilakukan pemeriksaan tekanan darah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Tidak menahan buang air kecil/buang air besar
  • Duduk dengan kondisi rileks dan tidak tegang
  • Tidak mengenakan pakaian yang ketat
  • Tidak diajak ngobrol atau tidak berbicara
  • Ruangan yang digunakan dalam kondisi yang tenang.
Saat dilakukan pemeriksaan, maka akan keluar hasilnya. Pada tanggal 5 Mei 2020 terdapat kesepakatan untuk mendiagnosis hipertensi.

Sumber: materi webinar



Bagaimana cara mencegah hipertensi?


Pencegahan hipertensi bisa dilakukan sejak dini. Pola hidup sehat menjadi kunci untuk terbebas dari hipertensi saat masa tua. 

1. Melakukan aktivitas fisik


Cara paling mudah yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Setidaknya butuh 30 hingga 60 menit dalam 4-7 kali dalam seminggu untuk berolahraga. Hal ini untuk mengurangi risiko obesitas dan menjaga jantung agar risiko hipertensi bisa diminimalisir.

2. Diet seimbang


Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ada baiknya dijaga agar berbagai macam penyakit degeneratif tidak menimbulkan dampak negatif bagi tubuh. Dengan menerapkan menu "Piring Makanku" akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindarkan tubuh dari risiko penyakit hipertensi.

3. Penggunaan obat-obatan


Penderita yang sudah didiagnosa hipertensi ada baiknya untuk mengonsumsi obat anti hipertensi yang sudah diresepkan dokter. Obat-obatan ini untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari tekanan darah tinggi yang diidap. 

Dokter Tunggul D. Situmorang mengatakan jika hipertensi terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya sudah menderita hipertensi untuk tidak diberikan obat anti hipertensi pada trimester pertama. Hal ini untuk mencegah kecacatan ataupun risiko keguguran saat awal kehamilan.

Hanya saja, penggunaan obat-obatan anti hipertensi, ada banyak penderita yang tidak meminum obatnya. Hal ini karena beragam penyebab seperti susah akses obat hingga tidak ada biaya untuk membeli obat.

Lifepack, Solusi untuk Minum Obat dengan Mudah


Perkembangan teknologi semakin mempermudah kita untuk mengakses sesuatu. Seperti untuk menjadi alarm kita saat mengonsumsi obat. 

Lifepack bisa menjadi alternatif pengingat minum obat yang bisa digunakan. Hanya dengan mengunduh aplikasinya di Play Store, kita bisa mendapatkan beragam fitur menarik pada aplikasi.

1. Layanan apotek digital


Dengan adanya layanan apotek digital, kita tidak perlu repot membeli obat ke apotek. Hanya dengan aplikasi Lifepack, kita bisa membeli obat sesuai resep dan bisa langsung diantar ke rumah.

2. Fitur pengingat untuk konsultasi dokter


Aplikasi ini sangat menarik untuk digunakan. Kita akan selalu diingatkan untuk mengunjungi dokter, jika obat sudah habis atau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. 

3. Kotak obat sekali pakai


Kelebihan dari Lifepack adalah kemasan obat yang diberikan. Jika pada umumnya, obat dibungkus dengan menggunakan plastik per obatnya. Lifepack memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk meminum obat.

Sumber : materi webinar


Kotak obat sekali pakai ini diadopsi dari Amerika Serikat untuk memudahkan penderita dalam meminum obat. Konsepnya adalah dengan memasukkan obat sekaligus untuk satu kali minum.

Menariknya, kotak obat dari Lifepack dikemas selama satu minggu. Untuk memudahkan penggunanya, di beri warna di belakang obat untuk memudahkan mengambil obat pada pagi, siang, atau malam. 

Penggunaan kotak obat ini dapat memudahkan lansia dalam minum obat. Meskipun tidak bisa membaca, dengan adanya terobosan ini memungkinkan lansia yang buta huruf untuk meminum obat dengan benar.

Selain itu, penggunaan kotak obat juga bisa digunakan untuk mengontrol atau memantau penderita minum obat. Obat yang tidak diminum akan utuh.

Kalau pengen lebih gampangnya, hampir mirip dengan pil KB ya. Dan ini penampakan kotak obat dari Lifepack.

Materi di atas disampaikan melalui webinar yang diselenggarakan oleh Tribun dengan judul "Fight Hypertension the Silent Killer" pada tanggal 28 Agustus 2020 dengan narasumber :

1. dr Tunggul G. Situmorang, Sp-PD-KGH, FINASIM
2. Natali Ardianto (CEO Lifepack dan Jovee)









MPASI Homemade vs MPASI Instan, Mana yang Lebih Baik?


Semakin berkembangnya teknologi ternyata banyak sekali media info yang bisa kita gunakan, termasuk salah satunya adalah penggunaan media sosial. Tetapi, ternyata jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial bisa menjadi pemicu keretakan hubungan pertemanan bahkan persaudaraan. Hmmm....

Harusnya sih, semakin banyak ilmu yang kita dapet, pengetahuan juga makin bertambah. Tentulah, harusnya sih ya adab bermedia sosial perlu dikedepankan.

Tetapi, ternyata malah semakin banyak perseteruan di media sosial hanya karena salah satu isu. Nah, yang paling banyak disoroti oleh mamah-mamah muda adalah topik-topik yang bersinggungan dengan mom war.

Topik ini banyak sekali yang memperdebatkan. Mulai dari melahirkan normal vs melahirkan SC, working mom vs fulltime mom,  ASI vs sufor, MPASI homemade vs MPASI Instan, hingga pemilihan gendongan dan banyak yang menjadi tim A, tim B, ataupun tim-tim lainnya.

Saya sendiri sebenarnya heran, mengapa hal tersebut masih sering diperdebatkan hingga masa sekarang. Sepertinya memang topik ini tak ada yang pernah bosan membahas hingga memperdebatkannya.

MPASI Homemade vs MPASI Instan

Topik ini memang banyak sekali yang memperdebatkannya. Padahal yang harusnya dilakukan adalah mendalami ilmu mengenai MPASI dibandingkan hanya mempersoalkan debat kusir ini.

Salah satu topik ini memang berbeda dengan yang lain. Terlebih, ilmu MPASI ini selalu berkembang dengan banyaknya riset kesehatan yang dilakukan oleh para mahasiswa, akademisi, hingga para peneliti kesehatan.

MPASI Homemade

MPASI homemade atau MPASI rumahan sebenarnya yang lebih dahulu diperkenalkan orang tua di zaman yang perkembangannya masih belum secanggih sekarang. Membuat bubur untuk anak dulunya dilakukan hanya menggunakan tungku dengan cara mengaduk-aduk hingga beras berubah menjadi bubur.


Contoh Menu MPASI Rumahan (DokPri)

Nah, metode ini pun kini banyak yang masih menggunakannya. Bedanya, kini sudah banyak yang menggunakan slow cooker untuk menghemat tenaga. Meski begitu, bubur rumahan pun masih bisa dibuat menggunakan kompor. Dan saya lebih suka menggunakan kompor, karena sekalian untuk memasak sarapan dibandingkan dengan harus menyiapkan bahan di malam sebelumnya.

Beberapa orang berpendapat, bahwa MPASI homemade lebih sehat dibandingkan dengan MPASI instan. Hanya saja yang perlu digaris bawahi adalah jika nutrisi yang diberikan kepada anak melalui MPASI homemade seimbang dengan kebutuhan harian anak.

Keunggulan MPASI Homemade

Beberapa keunggulan MPASI homemade secara umum karena bahan MPASI adalah menggunakan bahan yang juga menjadi bahan masakan untuk keluarga. Otomatis, anak akan terlatih merasakan bahan-bahan masakan yang akan dimakannya kelak. Selain itu, tentunya bahan masakan untuk MPASI yang digunakan adalah bahan asli atau dengan kata lain bukan ekstrak atau rasa sintesis.

Hal ini tentunya akan membuat anak semakin kaya rasa dan lebih mengenal rasa alami makanan.

Selain itu, semakin berkembangnya usia anak, MPASI homemade juga lebih kaya akan tekstur. Orangtua lebih mudah mengenalkan anak ke tekstur yang lebih tinggi seiring berkembangnya kemampuan oro motorik dan pencernaan anak.

Meskipun terlihat lebih ribet, MPASI homemade lebih banyak diminati karena kini sudah banyak peralatan MPASI yang membuat memasak bubur menjadi lebih menyenangkan. Sebut saja, slow cooker. Peralatan untuk membuat bubur ini cukup mudah penggunaannya. Hanya tinggal memasukkan bahan dan air. Kemudian bisa ditunggu selama kurang lebih 4 jam, tergantung pada slow cooker yang digunakan. Hanya saja, penggunaan slow cooker tidak diperbolehkan untuk dibuka tutup karena akan menimbulkan kontaminasi mikroorganisme.

Selain slow cooker, jika dulu banyak yang terlalu ribet menggunakan saringan kawat. Kini juga sudah ada food processor untuk menghaluskan bubur. Biasanya ini digunakan pada usia anak 6 bulan awal. Selain digunakan untuk menghaluskan bubur, beberapa juga menggunakannya untuk membuat puree buah.

Dari sisi keterjaminan bahan pangan yang digunakan memang MPASI homemade lebih diunggulkan. Terlebih beberapa orang menyebutkan bahwa kecenderungan untuk anak menjadi picky eater bisa diminimalkan. Tentunya hal ini harus disesuaikan dengan menu variatif yang diberikan kepada anak ya?

Kekurangan MPASI Homemade

Pada dasarnya, MPASI diperlukan oleh anak karena kebutuhan nutrisi dari ASI tidak dapat dipenuhi kembali lagi. Nah, agar kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi, pastinya MPASI yang diberikan harus yang memenuhi standar nutrisi anak.

Hanya saja, ketika memutuskan untuk memilih MPASI homemade berarti harus siap konsekuensi untuk memilih bahan pangan dengan komposisi nutrisi untuk bayi.

Pada beberapa penelitian menunjukkkan bahwa anak dengan MPASI homemade lebih cenderung mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang diberikan MPASI instan. Untuk data penelitiannya bisa dilihat di highlight IG dr Meta Hanindita.

MPASI Instan

MPASI instan atau MPASI terfortifikasi menjadi pilihan MPASI yang mudah dan cepat bagi para ibu yang ingin memberi nutrisi pendamping ASI.


Contoh MPASI Instan

Meskipun beberapa ada yang mendeskreditkan jenis MPASI ini karena cenderung bukan berasal dari bahan alami, tetapi karena adanya teknologi jenis MPASI ini dinilai sebagai MPASI yang mampu mencukupi kebutuhan gizi anak.

Kelebihan MPASI Instan

MPASI instan dianggap sebagai MPASI yang baik diberikan kepada anak yang baru memulai MPASI. Selain teksturnya yang masih lembek di awal MPASI, sekarang MPASI instan juga sudah banyak yang diperuntukkan per usia anak. Misal untuk 6 bulan, 8 bulan, dan 1 tahun untuk mengikuti perkembangan oromotorik anak.

Dibuat dengan teknologi yang canggih, MPASI instan dilengkapi dengan tambahan zat gizi lain atau sering disebut dengan prosies fortifikasi. Hal inilah yang membuat MPASI instan dianggap sebagai pilihan MPASI yang tepat. Penelitian yang dilakukan di wilayah Indonesia juga menyebutkan salah satu cara mengatasi stunting pada anak adalah dengan memberikan MPASI instan.

MPASI instan juga relatif memiliki proses pembuatan yang cepat dan mudah. Bahkan MPASI instan lebih banyak digunakan para ibu saat travelling.

Meskipun beberapa orang lebih banyak menyudutkan MPASI instan karena berpengawet, MPASI instan sebenarnya tidak memiliki daya penyimpanan yang panjang. Adanya masa penyimpanan yang panjang hanya dikarenakan proses pengolahannya yang relatif lebih panjang dan bahan dikeringkan agar tahan lama. 

Nilai tambah selain kaya nutrisi, MPASI instan cenderung lebih higienis.

Kekurangan MPASI Instan

Meskipun kaya gizi, untuk aturan penyajian harus sesuai dengan takaran yang disarankan pada kemasan. Jika cara pembuatan MPASI jenis ini tidak sesuai, tentunya nutrisi akan berkurang. Bahkan jika penyimpanannya salah akan mempengaruhi nilai gizi pada produk ini.

MPASI instan juga cenderung lebih sedikit rasa yang ditawarkan dibanding jika memilih MPASI rumahan. Selain itu, beberapa rasa dan aroma buah-buahan adalah ekstrak dan essence atau dalam kata lain bukan buah asli.

Dari sisi tekstur pun MPASI instan cenderung lebih flat dan hal ini akan menyulitkan orang tua yang ingin meningkatkan tekstur makanan pada anak.

Kesimpulan

Pada dasarnya, MPASI homemade dan MPASI instan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika sudah bisa menjamin nutrisi yang diberikan kepada anak cukup dari makanan di sekitar, MPASI homemade tentunya lebih disarankan dibandingkan jika harus memberikan MPASI instan.

Tetapi jika tidak bisa menjamin nutrisi anak, ada baiknya untuk memilih MPASI instan yang sudah diberikan tambahan mikronutrien. 

Intinya, jangan sekali-kali mengorbankan nutrisi anak hanya karena gengsi. Karena di usia 6-24 bulan merupakan golden age anak yang nantinya akan berpengaruh pada kehidupan anak kelak.

All About MPASI (2)



Mengenai MPASI memang perlu update ilmu. Jika saat anak pertama banyak beredar info mengenai penggunaan garam dan gula, kini info MPASI pada anak kedua pun menjadi tambahan info MPASI agar anak terhindar dari malnutrisi.

Apakah menu tunggal dianjurkan untuk awal MPASI?


Saat anak pertama, saya menerapkan MPASI tunggal di 14 hari pertama MPASI. Dulunya saya tahu ini adalah anjuran dari WHO. Ternyata, hal ini tidak sepenuhnya benar.

Saat anak berusia 6 bulan, kebutuhan nutrisinya meningkat dan ASI tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Satu-satunya cara untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anak adalah dengan memberikan MPASI.

Kebutuhan nutrisi tersebut tentunya tidak bisa dipenuhi oleh MPASI menu tunggal. Dan anak sudah harus diberikan MPASI dengan nutrisi lengkap atau menu 4 bintang.

Apakah yang dimaksud dengan menu 4 bintang?


Jika pada orang dewasa berlaku 'piring makanku', pada anak usia 6-24 bulan berlaku menu 4 bintang. 

Pada dasarnya, konsepnya adalah sama dengan memperhatikan kebutuhan asupan nutrisi per harinya. Yang membedakan adalah komposisi dalam setiap sajiannya.

Jika pada orang dewasa, kebutuhan serat dan karbohidrat sangat diperlukan. Pada anak, justru kebutuhan protein dan lemak menjadi prioritas dalam menyajikan makanan sehat.

Menu 4 bintang yang dimaksud adalah porsi MPASI dengan memperhatikan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayuran. Selain itu, ditambah dengan lemak tambahan dalam setiap porsi makan.

Lemak tambahan pada MPASI apa sajakah?


Jika lemak pada orang dewasa harus dihindari karena bisa memicu risiko penyakit degeneratif, justru pada anak lemak dibutuhkan untuk pertumbuhan sel-sel otaknya. Tentunya, lemak yang digunakan adalah lemak yang sehat.

Penggunaan lemak bisa dicampur dengan makanan saat pemasakan ataupun sebagai dressing.

Lemak tambahan pada MPASI bisa menggunakan minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak canola, EVOO, unsalted butter, hingga santan.

Bolehkan memberikan bubur instan pada anak?


Bubur instan atau bubur fortifikasi banyak sekali dijual di pasaran dengan berbagai merek dan rasa. Tentunya hal ini akan memudahkan bagi para orangtua untuk memberikan MPASI tanpa ribet.

Jika banyak orangtua yang khawatir dengan kandungan pengawet pada bubur instan, hal ini bisa diminimalisir dengan mengetahui informasi produknya. Jika produk bubur instan sudah memiliki ijin edar, tentunya bubur instan sudah layak dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi oleh anak.

Selain itu, bubur instan juga sudah memiliki nutrisi tambahan yang diperlukan oleh anak untuk menunjang perkembangannya.

Hanya saja, bubur instan tidak memiliki rasa asli makanan. Sehingga jika anak mengonsumsi bubur instan tiap harinya tidak memiliki pengalaman makanan kaya rasa jika dibandingkan dengan anak yang diberikan MPASI rumahan.

Adakah pantangan untuk memberikan makanan pada anak?


Pada dasarnya, dalam MPASI tidak ada pantangan apapun untuk anak. Hanya saja, orangtua perlu memperhatikan risiko alergi makanan pada anak.

Orangtua bisa menghindarkan makanan yang memicu alergi saat orangtua mengonsumsinya. Hal ini bisa menjadi dugaan anak juga mengalami alergi jika memakannya. Selain itu, saat masa menyusui ibu juga perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Jika anak mengalami gejala alergi setelah meminum ASI, ibu bisa mengecek makanan yang dikonsumsi sebelum menyusui anak.

Adakah durasi makan untuk anak?


Agar anak tidak merasa bosan saat makan, orangtua perlu memperhatikan tanda anak sudah kenyang. Selain itu, durasi makan yang perlu diperhatikan adalah maksimal 30 menit dalam setiap kegiatan makan anak.

All About MPASI (1)


MPASI menjadi salah satu hal yang perlu orangtua perhatikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Pasalnya, MPASI menjadi pondasi kesehatan dan masa depan si kecil. Jika kebutuhan nutrisi yang diberikan orangtua tidak sesuai dengan kebutuhan si kecil, bisa jadi si kecil akan mengalami malnutrisi yang berdampak pada segala sisi kehidupannya.

Apakah yang dimaksud dengan MPASI?


MPASI atau Makanan Pendamping ASI merupakan makanan yang diberikan kepada anak usia 6-24 bulan. MPASI bukan serta merta menjadi asupan nutrisi utama bagi si kecil. MPASI menjadi pelengkap, karena ASI sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil.

Selama 6 bulan kelahiran, bayi masih tercukupi kebutuhannya hanya dengan mengonsumsi ASI saja. Hal ini dikarenakan tubuh bayi masih menyimpan cadangan nutrisi yang diperoleh saat masih dalam kandungan.

Tetapi, ternyata cadangan nutrisi tersebut hanya bertahan hingga 6 bulan saja. Dan di bulan ke-6, ASI sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan nutrisinya.


Sumber : Booklet MPASI IDAI Oktober 2018

Sejak kapan harus diberikan MPASI?


MPASI sebaiknya diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan tepat atau saat berusia 180 hari. Tetapi, ada beberapa kondisi yang membuat bayi harus diberikan MPASI lebih cepat atau lebih lambat.

MPASI yang diberikan sebelum usia 6 bulan harus berdasarkan alasan medis, seperti berat badan tidak naik sesuai perkembangannya. Hal ini tentunya harus dikonsultasikan pada tenaga medis.

Pemberian MPASI bagi bayi prematur juga sebaiknya mengikuti anjuran dokter. Hal ini dikarenakan perkembangan organ pencernaan pada bayi prematur berbeda dengan organ pencernaan pada bayi yang lahir cukup bulan.

Beberapa tanda yang menunjukkan bayi siap untuk MPASI:

1. Leher kuat dan sudah bisa duduk tegak
2. Memiliki ketertarikan dengan makanan
3. Masih menunjukkan tanda lapar meski sudah diberi ASI 

Bagaimana frekuensi pemberian makan saat MPASI?


Saat MPASI setidaknya bayi memerlukan 200 kkal/hari hingga usia 9 bulan. Dari 9 - 12 bulan, bayi memerlukan 300 kkal/hari. Untuk bayi di atas 1 tahun setidaknya memerlukan 550 kkal/hari.

Untuk bayi yang baru pertama kali diberikan MPASI, setidaknya diberikan 2-3 sdm setiap kali makan. Seiring bertambahnya usia bayi, setidaknya bayi diberikan hingga 125 ml dengan frekuensi 3 kali makan dan 2 kali camilan hingga usia 8 bulan.

Selain meningkatkan jumlah makan hingga 250 ml di usianya ke 1 dengan frekuensi makan hingga 4 kali makan besar dan 2 kali selingan setiap harinya.

Bagaimana tekstur pemberian MPASI?


Pada bayi usia 6 bulan sebaiknya diberikan bubur lumat dengan tekstur yang tidak mudah tumpah saat sendok dibalikkan. Pemberian MPASI bisa ditingkatkan seiring perkembangan usia bayi. Di usia 8 bulan, bayi sudah bisa diberikan MPASI dengan cincang dan usia 12 bulan bisa diberikan makanan rumahan.

Apakah pemberian MPASI harus disiapkan saat bayi akan makan?


Memberikan MPASI homemade mungkin cenderung akan lebih ribet saat bayi akan makan dibandingkan dengan MPASI pabrikan. Jika pada pemilihan MPASI pabrikan bisa dibuatkan saat bayi sudah mulai masuk jam makannya. Pemberian MPASI homemade jika seperti ini tentunya akan menyita banyak waktu.

Agar waktu dalam menyiapkan MPASI tidak banyak yang terbuang saat di dapur. Memasak sekali untuk satu hari bisa menjadi pilihan yang tepat. Meski begitu, penyimpanan MPASI haruslah tepat, karena makanan cenderung akan menjadi sarang mikroorganisme yang akan membahayakan kesehatan bayi.

Berikut ini tips penyimpanan MPASI:

1. Penyimpanan MPASI dalam suhu ruang hanya bertahan selama 2 jam.
2. Simpan MPASI di bawah suhu 5 derajat celcius.
3. Jangan memanaskan berulang MPASI yang akan diberikan kepada bayi.
4. Gunakan wadah yang bersih agar tidak menjadi sarang mikroorganisme.

Apakah bayi di bawah 1 tahun boleh diberikan madu?


Madu memang salah satu makanan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tetapi, madu tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun. Hal ini dikarenakan madu mengandung spora Clostridium botulinum. Bakteri ini bisa menyebabkan keracunan yang berisiko fatal pada bayi.

Apakah bayi di bawah 1 tahun boleh diberikan gula dan garam?


Gula dan garam menjadi bahan dapur yang sering digunakan untuk mengolah bahan makanan. Ternyata, kedua bahan makanan ini hanya sedikit diperlukan oleh bayi. 

Meskipun kandungan yodium pada garam dapur yang sudah terfortifikasi diperlukan oleh bayi. Pemberian garam tidak dianjurkan diberikan dalam jumlah yang banyak kepada bayi.

To be continue

Sumber :

Booklet MPASI IDAI Oktober 2018
Instagram dr. Meta Hanindita, Sp.A(K)

Seberapa Pentingkah Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan?



1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) menjadi salah satu hal penting untuk kehidupan anak di masa mendatang. Tak hanya bermanfaat untuk kesehatannya saja, nutrisi di saat 1000 HPK juga sangat penting untuk kehidupan anak kelak. Untuk mengetahui pentingnya nutrisi 1000 HPK, berikut manfaat yang perlu orangtua ketahui.

  • Menghindarkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)


Ketika nutrisi yang diperlukan ibu hamil bisa terpenuhi, plasenta yang menghubungkan ke janin juga mengirimkan nutrisi yang dikonsumsi ibu ke janin. Tentunya hal ini perlu ibu hamil ketahui, sehingga ibu hamil tahu nutrisi yang perlu dikonsumsi.

Dengan mengonsumsi nutrisi yang diperlukan ibu hamil, janin bisa tumbuh dan berkembang normal di dalam rahim. Selain bisa menghindarkan risiko kecacatan pada janin, konsumsi nutrisi yang tepat juga bisa mengurangi risiko BBLR pada janin yang baru lahir. 

Beberapa pendapat dan bukti ilmiah juga menunjukkan bahwa sebelum hamil, nutrisi yang dikonsumsi juga bisa mempengaruhi kondisi janin. Jadi, bagi yang ingin hamil, konsumsi nutrisi untuk janin ya sebagai cadangannya?

  • Menghindarkan Risiko Stunting


Stunting atau gagal tumbuh pada anak merupakan kondisi yang perlu diwaspadai oleh para orang tua. Terlebih, kini persentase anak yang mengalami stunting di Indonesia cukup mengkhawatirkan. Selain dapat mengganggu kesehatannya, stunting juga memiliki beragam risiko yang dapat mengganggu seluruh aspek kehidupan anak.

Agar anak terhindar dari risiko stunting, tentunya orang tua perlu memberikan nutrisi yang tepat. Pemberian ASI Eksklusif, MPASI yang tepat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua saat anak sudah dilahirkan.

  • Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat


Anak yang memperoleh nutrisi yang tepat akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Terutama bagi anak yang setelah dilahirkan langsung diberikan ASI pertama, dimana banyak kolustrum yang terkandung. Zat inilah yang memiliki fungsi untuk menjaga imunitas tubuh.

Selain itu, dengan nutrisi yang dikonsumsi anak dari ASI dan MPASI juga menjadi tameng diri anak terhindar dari mikroorganisme yang bisa melemahkan imunitas tubuh.

  • Tingkat Kecerdasan Lebih Tinggi


Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak yang diberikan ASI memiliki tingkat kecerdasan yang jauh lebih tinggi dibandingkan anak tidak diberikan ASI.

Selain itu, beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa anak yang memperoleh nutrisi seimbang, terlebih protein dan asam linoleat sejak dini memiliki kecerdasan lebih tinggi. Hal ini dikarenakan otak berkembang lebih pesat.

  • Menjadi Orang yang Lebih Sukses di Masa Depan


Kesuksesan anak di masa depan menjadi impian setiap orang tua. Dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi lebih optimal. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih produktif, sehingga dapat dengan mudah meraih cita-citanya.




Stunting??



Salah satu langkah mendukung 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah dengan memberikan nutrisi. Nah, ternyata nutrisi ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Terlebih, sekarang pemerintah juga sedang gencar menurunkan angka stunting di Indonesia.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak karena kekurangan nutrisi kronis. Kondisi ini bisa dikarenakan kurangnya nutrisi saat masih dalam kandungan ataupun saat bayi sudah lahir.

Kurang Nutrisi Saat Hamil


Kondisi kekurangan nutrisi saat masih dalam kandungan biasanya dikarenakan karena faktor ekonomi, ketidaktahuan ibu hamil akan pentingnya nutrisi ibu hamil, tidak melakukan pemeriksaan kehamilan, hingga masalah kehamilan seperti hyperemesis gravidarum yang menyebabkan tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang diperlukan.

Meski begitu, keadaan ini bisa dicegah dengan cara pemeriksaan rutin kehamilan minimal 4 kali, yaitu 1 kali saat trimester pertama, 1 kali saat trimester kedua, dan 2 kali saat trimester ketiga.

Untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini ini biasanya digunakan parameter berat badan lahir bayi. Jika bayi mengalami BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yaitu kurang dari 2,5 kilogram. Maka kemungkinan besar selama kehamilan ibu mengalami kekurangan nutrisi kronis. Hal ini tentunya jika ibu melahirkan lebih dari usia 37 minggu kehamilan dan bukan kehamilan kembar atau ganda.

ASI Eksklusif


Banyaknya anggapan bahwa bayi menangis menandakan bahwa dirinya lapar tidak sepenuhnya benar. Menangis merupakan cara berkomunikasi dan ada banyak penyebab yang membuat bayi menangis.

Nah, anggapan di masyarakat menyatakan bahwa jika bayi masih menangis setelah disusui berarti bayi masih lapar dan ASI ibu seret atau kurang.

Anggapan inilah yang kemudian menjadi bumerang bagi ibu menyusui yang kemudian memilih mengganti ASI dengan susu formula.

Karena prinsip ASI adalah supply for demand. Maka, jika bayi tidak disusui saat lapar, dengan otomatis produksi ASI akan menurun. Selain itu, penggunaan dot pada bayi juga berisiko membuat bayi bingung puting yang kemudian menyebabkan bayi tidak mau menyusu lagi kepada ibunya.

Padahal, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Seluruh nutrisi yang bayi perlukan terkandung pada ASI yang dikonsumsinya secara eksklusif sampai usia 6 bulan.

Meski susu formula sudah difortifikasi dengan membuatnya mirip seperti ASI, tetapi ternyata kandungannya tidak sama. Apalagi jika bayi mengalami sakit atau masalah lainnya.

Kekurangan nutrisi yang tidak dalam waktu yang singkat inilah yang bisa memicu bayi mengalami stunting.

MPASI


Masa emas anak adalah hingga usianya 2 tahun. Hanya saja, nutrisi yang ada pada ASI tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan anak. Nah, salah satu cara untuk mencukupi kebutuhannya adalah dengan memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Meskipun sudah mulai mengkonsumsi makanan selain ASI, namanya pendamping tetaplah ASI harus diberikan selagi anak mau hingga usia 2 tahun.

Dengan memberikan nutrisi yang ada pada MPASI inilah bayi akan mendapatkan nutrisi yang tidak bisa dicukupi dengan hanya mengandalkan ASI.

Jika MPASI yang diberikan kepada bayi tepat, maka anak bisa terhindar dari risiko stunting.

Jangan Diskriminasi Pasien Covid-19



Mungkin dari kita sering mendengar adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap pasien positif covid-19. Hal ini tentu saja akan berdampak menurunnya kekurangpercayaan diri dari pasien covid-19 yang tentu saja akan berdampak pada menurunnya imunitas tubuh pasien. Padahal salah satu penyembuhan yang efektif dari penyakit ini adalah imunitas tubuh yang kuat.

Tak hanya pasien yang masih hidup saja yang banyak mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari masyarakat di sekitarnya. Bahkan, pasien yang sudah meninggal pun banyak yang ditentang pemakamannya di TPU sekitar warga.

Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Meskipun pasien covid-19 yang sudah meninggal dikebumikan dengan cara yang sesuai dengan pedoman kesehatan, masyarakat banyak yang masih khawatir virusnya akan menyebar di sekitar pemukiman masyarakat.

Lalu bagaimana jika para tenaga kesehatan yang terkena dampak covid-19 ini?

Ternyata banyak masyarakat yang masih menganggap covid-19 merupakan penyakit yang berbahaya, sehingga pasiennya harus dijauhi bahkan perlu diusir dari pemukimannya. 

Kurangnya pengetahuan dan sosialisasi di masyarakat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan diskriminasi pasien covid-19. selain menimbulkan dampak ketakutan di masyarakat, ada pula yang menganggap sepele penyakit yang satu ini. Padahal sudah jelas bahwa penyakit ini sangat cepat penularannya meski angka CFRnya lebih rendah dibandingkan dengan SARS ataupun flu burung.

Cegah Covid-19 dengan Aiken Hand Sanitizer



Siapa yang menyangka jika covid-19 merupakan penyakit yang penularannya sangat cepat. Bahkan penyakit ini hampir seluruh negara di bumi sudah terjangkit dan beberapa negara harus menutup wilayahnya.

Tak hanya melalui droplet, covid-19 juga bisa ditularkan melalui sentuhan ataupun barang yang pernah disentuh oleh penderita. Parahnya, beberapa penderita tidak menampakkan gejalanya dan terlihat seperti orang yang sehat. 

Nah, untuk memutus rantai penularan penyakit ini, pemerintah menetapkan kebijakan sesuai dengan wilayahnya. Beberapa wilayah menerapkan kebijakan lockdown dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hingga presiden pun menginstruksikan kepada masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Selain itu, cara efektif untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Hanya saja saat berada di luar rumah, mencuci dengan sabun agak sulit dilakukan. Sehingga diperlukan hand sanitizer agar tangan tetap higienis.

Hanya saja karena permintaan yang meningkat, harga hand sanitizer cukup mahal di pasaran. Tetapi, tak perlu khawatir karena ada hand sanitizer yang masih terjangkau di kantong.



Aiken Hand Sanitizer


Produk hand sanitizer yang diproduksi oleh PT Unza Vitalis. Produk ini diklaim dapat membunuh mikroorganisme, seperti Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, Pseudomonas aerugiosa, Salmonella thypimurium, dan Staphylococcus aureus.



Selain itu, formula dari hand sanitizer ini juga ramah di telapak tangan, cepat kering, dan tidak lengket.

Dengan kandungan bahan aktif 70% alkohol inilah yang membuat hand sanitizer ini cocok digunakan sehari-hari. Selain alkohol, kandungan dari hand sanitizer ini adalah air, propylene glycol, dan glycerin.

Terbuat dari bahan plastik yang ringan, untuk ukuran 50 ml ini membuat hand sanitizer Aiken mudah dibawa kemanapun, termasuk untuk disimpan di dalam kantong. Selain itu, tutup botolnya yang flip top juga membuat isinya aman sehingga gelnya tidak akan mudah keluar.

Bagi yang suka hand sanitizer tanpa aroma, Aiken sangat cocok karena tak ada tambahan bahan lain yang akan membuat tangan gatal. Selain itu, formulanya yang cepat kering juga akan membantu melakukan aktivitas lain setelah menggunakannya.

Saya sendiri mendapatkan produk Aiken Hand Sanitizer ini di official store Wipro Unza (Shopee). Untuk kemasan 50 ml, bisa dibeli dengan harga Rp9.999 saja.

Ini Dia Kandungan Makanan Penangkal Covid-19



Salah satu cara untuk mencegah tubuh terjangkit virus corona adalah dengan memperkuat imunitas tubuh. Selain harus beristirahat dan melakukan aktivitas fisik, asupan makanan juga perlu diperhatikan agar kondisi tubuh tidak gampang turun.

Karena wabah covid-19 sudah sangat menyebar, kita perlu menjaga asupan makanan, meski terdapat pembatasan sosial. Tak bisa dipungkiri dengan adanya pembatasan sosial ini, ruang gerak kita menjadi tidak bebas, terutama untuk membeli bahan makanan yang diinginkan.

Nah, agar tubuh tetap terjaga, ada beberapa asupan makanan yang perlu dikonsumsi saat kondisi seperti ini.


Vitamin C


Seperti yang kita ketahui bahwa vitamin C merupakan mikronutrien yang baik untuk menjaga imunitas tubuh. Bahkan beberapa multivitamin yang beredar di pasaran mengangkat vitamin C sebagai suplemen penjaga daya tahan tubuh.

Biasanya vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan berasa masam. Tetapi, beberapa diantaranya yang mengandung vitamin C yang tinggi, seperti jambu biji yang memiliki kandungan vitamin C lebih besar dibandingkan dengan jeruk.

Vitamin E


Vitamin E merupakan mikronutrien yang kaya akan antioksidan. Kandungan antioksidan inilah yang mampu melawan radikal bebas dan mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Makanan yang mengandung vitamin E diantaranya taoge, alpukat, asparagus, dan biji bunga matahari.

Vitamin A


Vitamin A juga merupakan mikronutrien yang kaya akan antioksidan. Selain itu, vitamin A juga baik untuk memelihara kesehatan mata. Makanan yang kaya akan vitamin A diantaranya buah dan sayur yang berwarna jingga.



Mengapa Ketiak Kanan Lebih Berbau?



Siapa sih yang ingin memiliki bau badan? Pastinya sangat tidak menyenangkan bukan jika tiba-tiba saat berkumpul tercium bau yang kurang sedap dari tubuh kita.

Nah, mengenai bau badan, ada satu hal yang menggelitik bagi saya. Ternyata produksi keringat dari ketiak kiri dan kanan sangatlah berbeda. Perbedaan inilah yang membuat bau antara ketiak kanan dan ketiak kiri berbeda, meskipun perlakuan dalam hal perawatan ketiak sama.

Jika dicermati, maka ketiak kanan akan lebih berbau dibandingkan dengan ketiak kiri. Tetapi, ternyata hal ini tidak berlaku untuk orang kidal.

Ketiak kanan lebih berbau dibandingkan dengan ketiak sebelah kiri ternyata memiliki sebab yang logis.

Ketiak kanan lebih bau ternyata disebabkan oleh beragam aktivitas yang dilakukan menggunakan tangan kanan. Hal ini menyebabkan produksi keringat di ketiak sebelah kanan semakin bertambah. Jika banyak bakteri yang ada di ketiak kanan dan bercampur dengan keringat, maka terjadilah bau yang kurang sedap tersebut.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Cara termudah untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menjaga kebersihan badan dan pakaian yang digunakan.

Usahakan untuk mandi dua kali dalam sehari. Dengan mandi akan mengurangi bau badan yang sudah melekat di tubuh kita. Selain itu, dengan mandi juga akan membasmi bakteri yang menyebabkan bau badan.

Selain itu, usahakan mengganti pakaian setelah mandi. Selain kebersihan badan yang harus dijaga, menggunakan pakaian yang bersih juga dapat mengurangi bau badan pada tubuh. Terlebih jika pakaian yang digunakan sebelumnya masih banyak keringat yang menempel 

Karena ketiak kanan lebih berbau dibandingkan dengan ketiak sebelah kiri, tentunya perawatannya pun harus berbeda. Meskipun digunakan deodoran untuk mencegah bau badan, usahakan untuk memberikan deodoran yang berlebih pada ketiak bagian kanan.

Semoga bermanfaat ya 

Waspada Pandemi Corona Virus

Di awal tahun 2020 ini dunia digemparkan dengan adanya wabah virus Corona yang ada di Wuhan, China. Tak hanya menjangkiti warganya dan menimbulkan kesakitan di sana, ratusan warga juga meninggal dunia karena virus ini.

Agar tidak menyebar luas ke berbagai negara di dunia, kini Wuhan menjadi kota terisolasi agar virus Corona tidak semakin menyebar. Hingga sekarang, 4 benua di dunia sudah ditemukan suspect virus Corona. 



Novel Coronavirus

Merupakan jenis virus baru yang menyerang saluran pernapasan. Virus ini hampir mirip dengan virus SARS dan MERS, dan sama-sama berasal dari China.

Diduga virus ini berasal dari kelelawar dan ular yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Wuhan.

Gejala yang Ditimbulkan

Umumnya penderita virus ini akan mengalami demam tinggi, batuk pilek, gangguan pada saluran pernapasan, lelah dan letih, serta sakit tenggorokan.

Pencegahan

Untuk saat ini pencegahan yang paling aman adalah menghindari perjalanan dari ataupun menuju Wuhan, China. Selain itu, ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan:
1. Menggunakan masker
2. Cuci tangan pakai sabun
3. Makan makanan bergizi
4. Tidak makan daging yang tidak dimasak dengan sempurna
5. Waspada kontak dengan hewan

Dengan selalu waspada terhadap berbagai virus yang ada saat ini dapat menjadi perlindungan diri untuk tidak tertular virus mematikan ini. Terlebih virus ini belum ada vaksinnya.